Malumologi Sorakan Terhadap Anies

Oleh : Jaya Suprana | Selasa, 19 Juni 2018 - 12:53 WIB

Jaya Suprana. (Foto: IST)
Jaya Suprana. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Masih terhanyut suasana saling memaafkan nan indah permai pada hari kedua Idul Fitri, saya terhenyak ketika menyimak dua naskah yang dimuat sebuah media online.

Dua naskah menghenyakkan itu yang satu berjudul Dimensi Politik Menjijikkan Di Istana Bogor, Pada Hari Raya tulisan Pradipa Yoedhanegara dan yang satunya lagi berjudul Self Defeating Disorder tulisan Zeng Wei Jian. 

Kedua naskah merupakan ulasan terhadap suatu peristiwa yang terjadi pada acara Open House Idul Fitri di Istana Kepresidenan di Bogor. 

Pada saat itu ada sekelompok (tidak semua) masyarakat yang sedang antri mengucapkan selamat Lebaran kepada Presiden Jokowi, menyoraki Gubernur Anies Baswedan yang juga datang ke Istana Bogor untuk mengucapkan Selamat Lebaran kepada Presiden Jokowi.

<> Kelas Langitan

Kedua penulis naskah sama-sama mengulas sorakan terhadap Gubernur Anies pada acara Open House Idul Fitri di Istana Bogor. Meski sama sasaran namun ulasan mereka berdua tak serupa gaya dan sisi. Pradipa mengulas masalah secara lembut dan membelai dari sisi kultural sementara Zeng mengulas masalah secara tajam dan menusuk dari sisi psikologi gangguan mental. 

Pradipa menyayangkan peristiwa yang disebutnya dimensi politik menjijikkan sebagai suatu peristiwa yang memalukan sebab merusak keindahan suasana saling memaafkan lahir-batin pada masa Lebaran. 

Zeng mengasihani para pendukung Ahok yang menderita gangguan mental sehingga tidak mampu beranjak move on akibat terjebak dendam kesumat junjungan mereka telak dikalahkan Anies pada Pilkada Jakarta gara-gara mayoritas warga Jakarta lebih suka Anies ketimbang Ahok. 

Sementara Pradipa mendambakan “Das Sollen” , Zen menertawakan “Das Sein”. Namun terlepas gaya dan sisi ulasan mereka berdua, saya menghormati dan menghargai Pradipa Yoedha negara dan Zen Wei Jian sebagai para penulis kritik sosial kaliber sakti mandraguna kelas langitan.

<> Memalukan

Ada dua jenis sorakan yaitu yang melecehkan dan yang memuja. Saya tidak hadir pada saat peristiwa Anies disoraki terjadi di Istana Bogor maka saya tidak mengetahui jenis sorakan tersebut. 

Apabila ternyata sorakan terhadap Anies di Istana Bogor bersifat memuja maka berarti Pradipa dan Zen sama-sama keliru tafsir. 

Namun andaikata ternyata sorakan terhadap Anies tergolong jenis sorakan yang melecehkan maka saya pribadi sangat berterima kasih kepada para pesorak yang seirama-senada dengan pe-walk out ketika Gubernur Anies pidato atas permintaan panitia perayaan 90 tahun Kolese Kanisius. 

Mereka telah berkenan memberikan contoh nyata perilaku memalukan akibat tidak tahu malu. Contoh-contoh perilaku memalukan akibat tidak tahu malu itu sangat berharga demi melengkapi isi buku Malumologi yang sedang saya susun. 

Jika ada yang tidak berkenan, maka pada hari kedua Idul Fitri ini saya memberanikan diri untuk memohon maaf lahir dan batin  

*Penulis adalah Jaya Suprana, peneliti perasaan yang disebut sebagai malu yang hasilnya akan dimuat di dalam buku MALUMOLOGI

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 10:06 WIB

Kementan Stabilisasi Harga Bawang dan Cabai

Harga komoditas bawang merah dan cabai menurun beberapa minggu terakhir. Salah satunya terjadi di Bima, harga bawang merah jatuh sehingga mengakibatkan masyarakat menghamburkan bawang merah…

BNI Syariah Raih Penghargaan di Alpha Southeast Asia Award 2018

Rabu, 19 September 2018 - 10:00 WIB

BNI Syariah Raih Penghargaan di Alpha Southeast Asia Award 2018

BNI Syariah meraih penghargaan sebagai The Best Islamic Finance Commercial Bank in Indonesia tahun 2018 di wilayah Asia Tenggara dalam acara 12th Annual Best Financial Institution Awards & 8th…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 19 September 2018 - 09:42 WIB

PANI-DIGI Resmi Diperdagangkan di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana dua perusahaan yakni PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) dan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Direktur Penilaian Perusahaan…

Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo (Kompas.com)

Rabu, 19 September 2018 - 09:39 WIB

Pefindo Perkirakan Penerbitan Obligasi Capai Rp140 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi pada 2018 mencapai Rp140 triliun atau turun 13,04 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp161,36 triliun.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 09:10 WIB

Banggar DPR Setujui Asumsi Kurs Rp14.500

Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR RI menyetujui asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2019 sebesar Rp14.500 per dolar AS, atau lebih tinggi dari asumsi awal yang disepakati dalam Komisi XI sebesar…