Tragedi Nasib Naas Jerman

Oleh : Jaya Suprana | Senin, 18 Juni 2018 - 21:00 WIB

 Pelatih Tim Jerman Joachim Loew
Pelatih Tim Jerman Joachim Loew

INDUSTRY.co.id - PARA pendukung banget (termasuk saya) laskar sepakbola Jerman kecewa berat sebab sang Juara Dunia dikalahkan Mexico 1 : 0 di babak awal Piala Dunia 2018.

Kekalahan yang sangat memalukan sebab semula banyak (termasuk saya) yang merasa yakin bahwa para jagoan sepakbola dari negaranya Angela Merkel di atas kertas sangat layak diunggulkan ketimbang Tim Sombrero yang de facto memang pelanggan ikut serta Piala Dunia namun sebenarnya miskin prestasi.

Sayang di atas lapangan hijau memang beda dari di atas kertas.

Ancaman Kosong

Semula saya menertawakan sesumbar pelatih timnas Meksiko, Juan Carlos Osorio. Bahwa anak-anak asuhan dirinya akan mampu menaklukan anak-anak asuhan Joachim Loew pada laga perdana di stadion Luzhniki, Moscow, Rusia, pada hari Minggu 17 Juni 2018, hanya sebagai ancaman kosong seorang pelatih sebenarnya yang takut kalah namun terpaksa harus menanamkan percaya diri kepada anak-anak asuhnya.

Namun ternyata benar bahwa bola itu bundar maka apa pun bisa terjadi pada Piala Dunia, termasuk ancaman kosong bisa menjadi kenyataan. Terbukti timnas Meksiko yang tidak diunggulkan oleh para bandar judi berhasil mempermalukan laskar Der Panzer dengan keunggulan satu gol yang dicetak oleh Herving Lozano pada menit ke 35 babak pertama laga Jerman versus Meksiko.

Peringatan

Jerman melanjutkan tragedi nasib naas juara petahana dipermalukan empat tahun kemudian pada laga perdana babak awal Piala Dunia.

Seperti nasib naas juara dunia 1986, Argentina dipermalukan oleh Kamerun dengan skor 1-0 pada laga perdana babak awal Piala Dunia 1990 di Italia. Atau nasib naas juara dunia 1998, Perancis dipermalukan oleh Senegal juga dengan skor 1-0 juga pada laga perdana babak awal Piala Dunia 2002.

Kekalahan timnas Jerman oleh timnas Meksiko pada hakikatnya merupakan peringatan bagi kita semua atas kebenaran peribahasa manusia punya usaha, Tuhan punya Kuasa.

Dan jangan lupa bahwa kebenaran peribahasa yang terbukti berlaku di gelanggang Piala Dunia itu juga sepenuhya berlaku di gelanggang Pilkada, Pileg dan Pilpres di persada Nusantara tercinta ini

JAYA SUPRANA: adalah seorang manusia yang sepenuhnya tunduk pada Kehendak Tuhan

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.

Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahja

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:48 WIB

Dirut PT Jababeka Morotai Cari Investor untuk Kembangkan Bandara Internasional KEK Morotai

Perhelatan Metal & Energy International Summit 2019 kembali digelar selama dua hari yang berlangsung 19 -20 Maret 2019, di Hotel JS Luwansa. Acara ini menghadirkan sekitar 100 delegasi negara…