Es Selendang Mayang, Jadi Buruan Wisatawan Saat Liburan ke Setu Babakan

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 18 Juni 2018 - 18:30 WIB

Es Selendang Mayang (Foto: foody.id)
Es Selendang Mayang (Foto: foody.id)

INDUSTRY.co.id, JakartaMengenal Kuliner khas Betawi, banyak sekali ragamnya termasuk Es Selendang Mayang. Walaupun langka, kamu bisa menemukannya di tempat wisata di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

Setu Babakan menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi pilihan warga yang tidak mudik pada libur Lebaran tahun ini. Dikutip dari antara, Fitri yang merupakan salah satu pengunjung di Setu Babakan mengaku tidak pernah absen untuk membeli es khas Betawi tersebut.

"Kalau ke sini, pasti beli es selendang mayang, soalnya jarang, cuma nemu di dua tempat aja kalau enggak di sini, di Kota Tua, apalagi di mall, enggak ada, " katanya. Sementara itu, Fitri merasa jarak ke Kota Tua terlalu jauh dan harus berjibaku dengan kemacetan. Itu pun alasannya mengapa setiap tahun, ia dan keluarga kecilnya serta keluarga besarnya menghabiskan waktu libur Lebaran di Setu Babakan.

"Macet semua, jadi ke sini tiap tahun sama keluarga, orang tua juga, kebetulan saya orang Betawi," katanya.

Salah seorang pembeli lainnya, yaitu Rafi mengaku pertama kali berkunjung ke Setu Babakan. Ia pun bersama saudaranya memborong es selendang mayang karena rindu akan rasa tradisionalnya itu.

"Terkahir minum itu lima tahun lalu, sudah lama banget. Jadi beli ini rasanya nostalgia, mengingat masa-masa dulu, " kata Rafi. Ia mengaku rindu akan rasa segar dan manis asli dari gula aren dicampur dengan santan dan es.

Es selendang mayang ini terdiri dari lembaran-lembaran yang terbuat dari tepung beras berlapis warna hijau, putih dan merah, kemudian dicampur pacar cina serta diguyur dengan santan dan gula aren kemudian diberi es batu.

Karena itu, selain menghilangkan dahaga, es selendang mayang juga mengenyangkan, jadi bisa keliling seluruh Kawasan Setu Babakan tanpa khawatir kelaparan.

Rafi yang baru bertama kali berwisata ke Setu Babakan tidak mau melewatkan kesempatan jajan kuliner es selendang mayang, meskipun Ia yang masih muda ini sangat akrab dengan minuman kekinian, seperti es kepal milo dan Thai tea.

Penjual es selendang mayang yang akrab disapa Bang Atip mengaku telah berjualan es khas Betawi itu selama 10 tahun. Resepnya pun turun menurun dari keluarga dan saat ini ia dibantu anaknya dalam berjualan.

"Selain memang ini alat pencaharian saya, saya juga mau melestarikan kekayaan budaya Betawi, ini juga `kan kuliner khasnya," ujarnya.

Di momentum spesial, seperti Lebaran ini, Bang Atip mendulang keuntungan karena mampu menjual enam tampah dari hari biasanya hanya satu tampah. Satu tampah berisi antara 50-60 porsi dan satu porsinya dihargai Rp8 ribu.

"Kalau ramai begini bisa dapat Rp400.000 sehari, kalau hari biasa di bawah itu Rp200 ribu-an," katanya. Dia berharap dirinya masih bisa mengenalkan kuliner Betawi, yaitu es selendang mayang meskipun sekarang sangat jarang ditemukan.

"Kita mau menunjukkan ini nih makanan khas Betawi, mau bilang kalau kalau ini masih ada," kata Atip yang berbusana khas Betawi, lengkap dengan aksesoris peci serta sarung.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelabuhan Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:30 WIB

Dukung Industri Logistik, Pelindo 1 Selesaikan Pengembangan Pelabuhan Sibolga

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 telah merampungkan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kinerja pelayanan…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:00 WIB

Industri 4.0 Belum Bela Hak Petani Jamin Harga Pangan Terjangkau

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa saat ini pemerintah Indonesia masih belum bisa membela hak-hak petani dan menjamin harga pangan yang terjangkau.

Menperin airlangga bersama presiden jokowi di acara roadmap industri 4.0

Minggu, 17 Februari 2019 - 20:26 WIB

Dana Riset Dinilai Belum Khusus untuk Industri 4.0

Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Suhono Harso Supangkat mengatakan, dana riset dan pengembangan dari pemerintah belum khusus untuk revolusi industri ke-empat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Minggu, 17 Februari 2019 - 18:40 WIB

Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2020-2040, Ini Langkah Strategis Kemenperin

Pemerintah menyiapkan langkah strategis perekonomian 2020-2024 yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor manufaktur.

Event Dine & Design di HighPoint Center Pondok Indah

Minggu, 17 Februari 2019 - 17:20 WIB

HighPoint Luncurkan Seri Terbaru dari furniture CASE

Membawa tema Furnish Your Dreams, HighPoint memperkenalkan banyak koleksi terbaru dari seri furniture CASE diantaranya yaitu seri American Classic melalui event Dine & Design di HighPoint Center…