Gubernur BI Diminta Terus Jaga Kestabilan Rupiah

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 14 Juni 2018 - 08:01 WIB

Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia
Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia mengapresiasi kebijakan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mampu menstabilkan nilai rupiah setelah memimpin bank sentral tersebut. Diharapkan penguatan itu bisa terus dijaga agar tercipta kestabilan ekonomi.

"Saya mengapresiasi kebijakan-kebijakan BI selama tiga pekan ini walaupun hasil bagus itu belum bisa diukur. Tetapi yang penting adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) sudah semakin membaik dibanding sebelumnya. Harapan kita angka Rp13.800 per USD ini bisa bertahan walaupun bisa turun lagi akan jauh lebih baik," ucap Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/6/2018).

Kebijakan menaikkan BI Rate akan menarik uang masuk meskipun akan mengerek suku bunga kredit. Para pengusaha berharap BI rate ke depan semakin kecil agar multiplier effect kredit bisa terjadi.

"Untuk sementara kebijakan BI menaikkan suku bunga cukup baik untuk menahan nilai tukar rupiah. Saya pikir langkah itu efektif," ucap Bahlil.

Bahlil memandang, personal, karakter, dan rekam jejak Gubernur BI Perry Warjiyo turut memunculkan kepercayaan pasar. Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terlihat semakin membaik. Artinya, ada respons pasar yang positif terhadap Gubernur BI.

Bahlil mengharapkan respons positif ini memberi tanda bahwa kebijakan-kebijakan yang baik bisa menimbulkan iklim investasi yang positif. Pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat mencapai target yang direncanakan.

Terkait dengan lembaga BI yang independen, Bahlil mengatakan, bank sentral merupakan instrumen negara yang salah satu tugasnya adalah menjaga kestabilan monoter. Maka dari itu, penting untuk melakukan kerjasama terhadap seluruh institusi negara termasuk Menteri Keuangan, OJK dan lainnya.

"Ini satu kesatuan dan tidak bisa dipisah-pisahkan karena masing-masing punya peranan yang penting. Bahwa dalam mekanisme kepemimpinan mereka independen, Ya. Pertama di situ ada perspektif kenegaraan satu kesatuan dan tidak boleh terpisah. Kedua, adalah dari sisi tufoksi dan pertanggungjawaban. yang paling penting mereka melakukan sinkronisasi," ujar Bahlil

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirut LPDB Braman Setyo (Foto Fadli)

Senin, 25 Juni 2018 - 22:00 WIB

Pajak Turun, Kompetisi Bisnis UKM Lebih Bergairah

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Braman Setyo menyambut gembira kebijakan penurunan PPh final UMKM menjadi 0,5 persen oleh…

Tokoh nasional Rizal Ramli (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 25 Juni 2018 - 21:30 WIB

Rizal Ramli: Lima Hal Ini Jadi Faktor Meruginya Garuda Indonesia

Ekonom sekaligus mantan Menko Kemaritiman DR Rizal Ramli membeberkan kasus keuangan yang melilit maskapai PT Garuda Indonesia akibat Miss Manajemen dan ketidakmampuan serta ketidakprofesionalan…

Cawagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum

Senin, 25 Juni 2018 - 21:25 WIB

Isu Poligami Empat Istri Uu Ruhzanul Ulum Marak, Begini Tanggapan Bawaslu

INDUSTRY.co.id - Bandung-Sehari jelang Pilgub Jabar, calon wakil gubernur pasangan Ridwan Kamil, Uu Ruzhanul Ulum diterpa isu tak sedap soal perilaku poligaminya sejak menjabat sebagai Bupati…

Ilustrasi Sawah (Dok. Kementan)

Senin, 25 Juni 2018 - 21:18 WIB

Ketua DPR RI Apresiasi dan Dukung Kementan Blacklist Importir Bawang Nakal

INDUSTRY.co.id - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) serta mendukung langkah-langkah yang diambil terkait dimasukannya 5 perusahaan importir…

Ilustrasi Pemudik Motor (Ist)

Senin, 25 Juni 2018 - 20:50 WIB

Menhub Klaim Pemudik Dengan Sepeda Motor Turun sebesar 18,2 Persen Tahun Ini

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pada masa angkutan lebaran tahun ini jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor turun sebesar 18,2% dibandingkan pada masa angkutan lebaran…