PCI Kutuk Kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel

Oleh : Herry Barus | Kamis, 14 Juni 2018 - 08:30 WIB

Yahya Cholil Staquf anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Foto Dok Industry.co.id)
Yahya Cholil Staquf anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Komunitas Palestina di Indonesia (PCI) menyesalkan kunjungan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf ke Israel atas undangan Dewan Hubungan Luar Negeri Israel (ICFR) pada 10-13 Juni 2018.

Ketua Komunitas Palestina di Indonesia atau Palestinian Community in Indonesia (PCI) Murad Halayqa menyampaikan di Jakarta, Rabu (13/6/2018 “  bahwa kunjungan itu menjadi kekecewaan besar bagi rakyat Palestina.

Menurut dia, terutama karena Yahya merupakan tokoh agama dan pejabat Indonesia, negara yang selama dihormati komunitas Palestina karena senantiasa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

"Komunitas Palestina di Indonesia mengutuk dan menyesalkan kunjungan ini, walaupun Bapak Staquf menyatakan kepergiannya secara pribadi, tetapi beliau adalah sosok agama dan pejabat Indonesia dan langkah ini diambil pada waktu yang tidak sesuai," kata dia.

Yahya Cholil Staquf yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) tersebut mengunjungi Israel atas undangan Dewan Hubungan Luar Negeri Israel atau "The Israel Council on Foreign Relations" (ICFR) untuk menjadi salah satu pembicara dalam pertemuan Komite Yahudi Amerika atau American Jewish Committee (AJC) di Jerusalem.

Halayqa menyesalkan kunjungan tersebut karena Presiden AS Donald Trump baru memindahkan Kedutaan Besar Amerika ke Jerusalem, wilayah yang masih menjadi sengketa Palestina dan Israel.

PCI menganggap kunjungan tersebut telah menyiratkan dukungan kepada Israel dan Amerika yang mengklaim Yerusalem sebagai Ibu kota Israel.

Selain itu, Israel masih terus melakukan tekanan dan kekerasan pada ratusan pengunjuk rasa Palestina yang melakukan aksi damai "Great March of Return" di Gaza sejak Maret lalu.

"Kami anggap pernyataan yang diajukan oleh Bapak Staquf bahwa kunjungannya untuk mendukung rakyat Palestina sebagai penyesatan dan pemanipulasian kata-kata karena dukungan untuk rakyat Palestina harus melalui pintu gerbang kepemimpinan Palestina di Ramallah, bukan melalui Israel yang menduduki tanah Palestina dan menyiksa serta berlaku kejam kepada rakyat Palestina," tutur Halayqa seperti dilansir Antara.

Halayqa menambahkan, PCI menolak alasan yang disampaikan Yahya Cholil Staquf bahwa kunjungannya ke Jerusalem merupakan salah satu langkah untuk meneruska visi almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang mendukung prosses perdamaian Palestina-Israel.

"Bicaranya Bapak Staquf tentang warisanya dan visi almarhum Presiden Abdurrahman Wahid untuk mendukung proses perdamaian untuk membenarkan kunjungannya tidak dapat diterima karena Presiden Abdul Rahman Wahid mencoba untuk memainkan peran dalam proses perdamaian selama masanya 1999-2001 atas persetujuan kepemimpinan Palestina pada waktu itu dan masih ada payung internasional untuk proses perdamaian," kata dia.

Sementara pada kunjungan Yahya Cholil pada 10 Juni lalu, Amerika yang seharusnya menjadi motor penggerak perdamaian telah memihak pada Israel dengan memindahkan kedutaannya ke Jerusalem, dan Israel masih terus melanjutkan pencaplokan atas wilayah Palestina.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pemerintah meluncurkan digitalisasi Kredit Ultra Mikro (UMi) untuk memperluas akses kredit bagi masyarakat lapisan bawah yang belum bankable. (INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 05:20 WIB

Pemerintah Luncurkan Layanan Kredit Ultra Mikro Berbasis Digital

Pemerintah meluncurkan digitalisasi Kredit Ultra Mikro (UMi) untuk memperluas akses kredit bagi masyarakat lapisan bawah yang belum bankable.

Direktur Eksekutif IHW Ikhsan Abdullah saat bedah buku karyanya berjudul Mere(i)butkan Sertifikasi Halal di Jakarta, Selasa (11/12) (INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 05:08 WIB

Jaga Iklim Usaha, Pemerintah Diminta Jalankan Sertifikasi Halal

Lembaga advokasi Indonesia Halal Watch (IHW) mendorong pemerintah untuk menjalankan Undang-Undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Dengan memperkuat LPPOM MUI melalui…

Kue jajanan (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:35 WIB

Waspada! Banyak Jajanan Sekolah Tak Higienis

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menyatakan masih banyak ditemukan jajanan sekolah di Jawa Timur tidak higienis meski temuan jajanan pangan di tempat pendidikan yang mengandung…

Institut Pertanian Bogor IPB (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:29 WIB

IPB-USM Sepakat Kembangkan Lingkungan Maritim Era 4.0

Institut Pertanian Bogor (IPB) menjalin kerja sama dengan Universitas Sains Malaysia (USM) yang fokus pada pembangunan dan pemberdayaan lingkungan maritim serta pesisir dengan pendekatan inovatif…

Halal makanan (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:23 WIB

MUI Diminta Ambil Alih Sementara Sertifikasi Halal

Majelis Ulama Indonesia diminta mengambil alih sementara proses sertifikasi halal yang sifatnya wajib (mandatory) sesuai Undang-undang Jaminan Produk Halal karena Badan Penyelenggara JPH belum…