Test Event Asian Para Games 2018 Diamankan 2.500 Personil Keamanan

Oleh : Hariyanto | Rabu, 13 Juni 2018 - 15:07 WIB

Test Event Asian Para Games 2018 Diamankan 2.500 Personil Keamanan
Test Event Asian Para Games 2018 Diamankan 2.500 Personil Keamanan

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sebanyak 2.500 personil gabungan Polri dan TNI dipersiapkan mengamankan pelaksanaan Test Event Asian Para Games III yang akan digelar di Komplek Gelora  Bung Karno Jakarta,  pada 25 Juni hingga 4 Juli 2018.

"Sebanyak 2.500 personil gabungan Polri dan TNI siap mengamankan pelaksanaan Asian Para Games 2018. Dan, penambahan jumlah personil bisa saja dilakukan sesuai kebutuhan nanti," kata Deputi IV Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC), Irjen Pol Drs. Deden Juhara dalam acara Rapat Koordinasi Teknis Pengamanan Test Event Asian Para Games 2018 di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (7/6/2018) lalu.

Sejalan dengan keinginan Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari yang ingin menunjukkan bahwa Indonesia ramah bagi kaum disabilitas, kata Deden Juhara, personil yang diterjunkan akan diinstruksikan untuk selalu mengedepankan komunikasi dalam melayani seluruh peserta yang berasal dari 42 negara Asia.

"Seluruh personil keamanan akan selalu mengedepankan komunikasi dalam melayani seluruh peserta sehingga tidak terjadi kesalahpahaman," ungkapnya.

Dalam sambutannya, Raja Sapta Oktohari mengingatkan ada tiga hal yang menjadi parameter sukses pelaksanaan Asian Para Games 2018, yakni Sport (tempat pertandingan), Athlete Village (perkampungan atlet) dan transportation (transportasi). 

"Dari mulai tempat pertandingan, perkampungan atlet hingga angkutan harus memiliki fasilitas untuk kaum disabilitas. Yang lebih penting lagi, kita harus bisa menjaga ketepatan waktu transportasi atlet yang akan bertanding dari perkampungan atlet ke lokasi pertandingan," kata Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari.

Diakui Okto, memang belum semua fasilitas pertandingan ramah untuk kaum disabilitas. Namun, dia yakin masalah tersebut bisa diselesaikan apalagi berbagai pihak sudah memberikan perhatian.

"Saya yakin semua fasilitas bisa disediakan. Untuk angkutan saja, kita sudah siapkan 80 bus khusus untuk atlet disabilitas," ujarnya.

Sebelum Test Event Asian Para Games 2018, kata Okto, INAPGOC akan melakukan simulasi tanggal 19 dan 23 Juni 2018. Tujuannya, agar pelaksanaan Test Event bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

Menyangkut masalah penonton, kata Okto, INAPGOC akan merangkul pihak Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) DKI Jakarta agar pelajar tidak diliburkan saat Asian Para Games 2018. 

"INAPGOC akan meminta Depdiknas DKI Jakarta mengarahkan pelajar untuk datang bukan hanya menyaksikan pertandingan tetapi bisa mengikuti berbagai kegiatan ekstra kulikuler di sekitar Komplek Gelora Bung Karno," jelasnya.

Sebelumnya, Deputi I INAPGOC, Taufik Yudi mengatakan ada 408 atlet dari 13 negara yang akan ambil bagian Test Event Asian Para Games 2018 yang mempertandingkan di lima cabang olahraga. Yakni, tenis meja, basket kursi roda, para atletik, bulutangkis, serta paraswimming. 

"Mereka bukan hanya memperebutkan 222 medali tapi juga tiket menuju Paralympics Games. Karena ada beberapa cabang yang akan jadi babak kualifikasi Paralympics," katanya.

Dari lima cabang olahraga tersebut, para atletik, bulutangkis, paraswimming, dan basket kursi roda akan masuk dalan kategori test event. Sedangkan tenis meja masuk dalam kategori sanction, yakni event tersebut diakui oleh federasi Internasional sebagai babak kualifikasi untuk APG atau Paralympics.

"Yang sanction biasanya kelas open saja. Karena sebagai kualifikasi maka cabang tenis meja menjadi cabang yang memiliki keikutsertaan terbanyak, yaitu dari 13 negara termasuk Indonesia dan beberapa negara di luar Asia. Negara lainnya seperti, Hong Kong, India, Singapura, Jerman, Korea, Venezuela, Taipei, Thailand, Belanda, Kazakhstan, Iran, dan Malaysia," jelas Taufik.

Sementara cabang lainnya, seperti basket kursi roda diikuti oleh tiga negara saja, yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Selebihnya hanya atlet Indonesia saja yang ambil bagian.

Untuk nomor pertandingan, paraatletik akan memperlombakan 86 nomor, bulutangkis 14 nomor, paraswimming 77 nomor, tenis meja 44 nomor, dan basket kursi roda 1 nomor saja. Semua nomor lomba ini akan berdasarkan pada klasifikasi yang berstandar internasional.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)

Rabu, 15 Agustus 2018 - 06:52 WIB

Produktivitas Pertanian Hingga Berantas Mafia Pangan Jadi Bahasan Dialog Mentan Saat Kuliah Umum di IPB

Permintaan Presiden Joko Widodo agar diwujudkannya kesejahteraan petani menjadi landasan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam melakukan berbagai capaian terobosan kinerjanya. Arahan Presiden…

PT Unilever Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 15 Agustus 2018 - 06:47 WIB

IHSG Melemah Momentum Beli

Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5725-5747 dan Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5788-5801. Pergerakan IHSG yang terus tertekan mengurangi peluang IHSG untuk…

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto B1.com)

Rabu, 15 Agustus 2018 - 06:39 WIB

Pelantikan Menpan-RB Baru, Bamsoet akan Hadir

Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo membenarkan bahwa dirinya diundang menghadiri pelantikan Komjen Pol Syafruddin sebagai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada…

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur (Foto Ist)

Rabu, 15 Agustus 2018 - 06:32 WIB

Tinggalkan Jabatan Menteri, Asman Abnur Ingin Ekses di DPR

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur berharap dapat kembali eksis menjadi anggota legislatif di parlemen pada periode berikutnya, setelah tidak menjadi menteri.

Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi, Syafruddin (makassar.tribunnews.com)

Rabu, 15 Agustus 2018 - 06:21 WIB

Wakapolri Benarkan Dirinya Duduki Posisi Mentan-RB

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin membenarkan dirinya diangkat menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi…