Nunggak Pembayaran Satelit, Indonesia Terancam Denda Ratusan Miliar

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 13 Juni 2018 - 11:29 WIB

Ilustrasi Satelit Telkom-3. (Foto: IST)
Ilustrasi Satelit Telkom-3. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Indonesia terbukti melakukan kecurangan dengan tidak membayar sewa orbit satelit komunikasi di angkasa. Avanti Communications, operator satelit asal Inggris mengumumkan bahwa Indonesia harus didenda USD20 juta atau Rp 277 miliar.

Kementerian Pertahanan Indonesia dinilai Avanti merupakan pihak yang bertanggung jawab atas belum terbayarnya satelit komunikasi yang dipinjam.

Indonesia meminjam satelit Artemis pada tahun 2016 lalu demi mencegah hilangnya hak spectrum L-band pada 123 derajat bujur timur orbit.

Orbit yang sama sebelumnya ditempati Garuda-1, satelit milik Indonesia yang berusia 15 tahun, namun sudah tak beroperasi lagi sejak tahun 2015.

Dikutip dari Spacenews (12/6/2018) Indonesia siap membayar USD20 juta ke Avanti, untuk biaya relokasi dan sewa satelit. Namun Indonesia berhenti membayar ke Avanti pada nilai USD13,2 juta.

Lantaran tak ada kejelasan, Agustus tahun lalu Avanti menggugat Indoensia ke arbitrase. Pada November tahun lalu, kemudian satelit Artemis dimatikan

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ruas tol yang akan beroperasi

Rabu, 20 Juni 2018 - 22:19 WIB

Waskita Karya Akan Mengkaji Ulang 200 Km Ruas Jalan Tol

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyatakan hanya mampu mengoperasikan sekitar 1.100 kilometer ruas jalan tol pada tahun ini dari target 1.315 km

Ilustrasi tambang batu bara (Foto Ist)

Rabu, 20 Juni 2018 - 21:45 WIB

Dwi Guna Laksana Ditargetkan Pasok Lima Juta Ton Batu Bara ke PLN

PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berbisnis di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara, ditargetkan dapat memasok 5 juta ton batu bara ke PT Perusahaan…

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Rabu, 20 Juni 2018 - 21:00 WIB

Buana Lintas Lautan Incar Dana Segar Sekitar Rp351 Miliar Lewat Rights Issue

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berbisnis di bidang angkutan minyak, gas dan kimia untuk pasar domestik dan internasional, akan melakukan penerbitan…

Ilustrasi Irigasi (ist)

Rabu, 20 Juni 2018 - 19:50 WIB

Pola Tanam Secara Tepat dan Akurat dengan MAPDAS

INDUSTRY.co.id - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian kini telah menghasilkan lagi aplikasi teknologi Model Aliran Permukaan Daerah Aliran Sungai (MAPDAS).

Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 20 Juni 2018 - 19:00 WIB

Tetaplah Setia pada Asas Hukum, Catatan Kritis atas Plt Gubernur Jabar

TNI tetaplah TNI, fungsi dan tugasnya setia di asas hukum sebagai TNI. Tak lebih tak kurang. POLISI tetaplah POLISI, fungsi dan tugasnya setia pada asas hukum sbg POLISI. Tak kurang tak lebih.…