Indonesia Tuan Rumah Festival Panji Internasional 2018

Oleh : Amazon Dalimunthe | Rabu, 13 Juni 2018 - 08:51 WIB

Seni Panji asal Thailand yang akan menjadi salah satu tampilan di Festival Panji Internasional 2018
Seni Panji asal Thailand yang akan menjadi salah satu tampilan di Festival Panji Internasional 2018

INDUSTRY.co.id - JAKARTA—  Indonesia akan menjadi tuan rumah Festival International Panji (Inao) Indonesia 2018 yang akan digelar secara roadshow di delapan kota : Denpasar, Pandaan, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Yogyakarta dan Jakarta dan berlangsung dari tanggal 27 Juni 2018 hingga 13 Juli 2018.

Sastra dan Budaya Panji/Inao merupakan lokal genius nenek moyang bangsa Indonesia. Sastra Panji lahir pada akhir abad ke-14, pada era Majapahit. Tokoh utama cerita Panji adalah Raden Inu Kertapati, putera mahkota Kerajaan Jenggala,  dan kekasihnya Dewi Sekartaji, puteri kerajaan Daha. 

Dari masa ke masa cerita Panji sangat populer dan digemari masyarakat sehingga cepat menyebar ke wilayah Nusantara. Bahkan melanglang buana ke  Asia Tenggara, terutama Malaysia, Kamboja dan Thailand. Cerita Panji diabadikan di beberapa relief candi di Jawa Timur.

Melalui kegiatan Festival Panji ini, Direktorat Kesenian dalam peran dan fungsinya sebagai regulator dan fasilitator yang mewakili kehadiran Negara, ingin menggugah kembali pelaku seni, pemerhati seni, dan masyarakat untuk lebih memahami sastra-budaya Panji.

“Sastra-budaya Panji, sebagai warisan budaya bisa dijadikan sumber inspirasi dalam penciptaan karya seni dan pemajuan kebudayaan. Membangun karakter bangsa dengan merintis kesadaran tentang jatidiri, identitas kebangsaan bagi generasi muda,” ujar  Direktur Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Restu Gunawan, M.Hum.  

Seni Panji tidak saja mencakup bidang sastra, tetapi juga berkembang dalam berbagai bentuk karya seni lainnya. Antara lain menjadi inspirasi dalam seni pertunjukan (musik, tari, teater),  wayang beber, komik, seni media dan film, dan seni kria/kreatif seperti topeng, dan lain-lain.

“Berbagai potensi inilah yang akan ditampilkan dalam semangat festival. Tujuan program ini membangkitkan kembali sastra dan budaya Panji, melestarikan dan merayakan warisan bersama Panji (Inao) Asia Tenggara,” terang Restu Gunawan.

Tiga negara ASEAN, telah memastikan terlibat dalam ajang festival ini, yaitu Indonesia, Kamboja, dan Thailand. Selain festival ada instrumen lain seperti penelitian, kajian, diskusi, pemanfaatan seni-teknologi dan ilmu pengetahuan, penerbitan, dan upaya lainnya. 

“Jika gerakan ini didukung oleh berbagai  pemangku kepentingan, tentu akan menjadi  sebuah gerakan yang masiv, tersistem dan melibatkan semua stakeholde. Sehingga tercipta suatu ekosistem seni dan budaya Panji yang kuat, dinamis dan mengakar,” ujar Restu.

Kegiatan Festival Panji Internasional 2018, meliputi  Pergelaran di kota Denpasar, Pandaan, Malang, Kediri,Yogyakarta, dan Jakarta. Selanjutnya ada workshop, di Denpasar, Kediri, dan Yogyakarta, puncaknya Seminar Internasional di Jakarta. Juga ada pameran naskah kuno, lukisan, topeng, serta pemutaran film animasi dan berbagai ekspresi benda seni bertema Panji.

Sejumlah nara sumber yang akan tampil dalam workshop dan seminar,  yang berasal dari Indonesia antara lain, Prof. Dr. I Made Bandem, Prof. Dr. Agus Aris Munandar, SS., M. Hum, Dr. Karsono H. Saputra, S.S, M. Hum, Drs. Henry Nur Cahyo, dan Drs. Handoyo.

Sementara para pembicara luar negeri  yang akan tampil di seminar internasional, antara lain; Dr. Roger Tol (Leiden, Belanda), Dr. Lydia Kieven (Jerman), Dr.  Thaneerat Jatuthasri (Thailand), dan Prof. Dr. Nuriah Mohammed (Malaysia). Seminar Internasional ini akan diselenggarakan di Perpustakaan Nasional, 12 - 13 Juli 2018 mendatang.

Sebagai peningkatan apresiasi masyarakat terhadap budaya Panji, penyelenggara juga menggelar berbagai lomba-lomba yang melibatkan para mahasiswa, pelajar, dan umum. Lomba-lomba akan dilaksanakan di Museum Nasional pada tanggal 8-9 Juli 2018. Penyelenggara juga akan membawa para delegasi untuk melakukan kunjungan wisata budaya, di berbagai lokasi situs di kota-kota tertentu serta lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan acara.

“Diharapkan kegiatan ini akan lebih meningkatkan apresiasi masyarakat, terutama kalangan anak usia sekolah akan berbagai ragam corak repertoar seni berbasis Panji. Sehingga terbangun komunitas pecinta Panji atau Panjimania. Apalagi naskah cerita Panji telah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan Dunia (Memory of the World/MoW),  tanggal 13 Maret 2017 ,” harap Restu.  (AMZ)

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.