Kian Prospektif, Pasar Asuransi Syariah Diprediksi Tumbuh Dua Digit

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 12 Juni 2018 - 13:22 WIB

Asuransi Ilustrasi
Asuransi Ilustrasi

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Ahmad Sya'roni menilai bisnis asuransi syariah bisa tumbuh dua digit di tahun ini. Pasalnya ceruk pasar yang bisa dimanfaatkan pun dinilai masih besar.

Di sisi lain, beberapa pengembangan produk pun diyakini bisa makin memikat pasar. Diantaranya dengan kehadiran manfaat wakaf yang bisa ditawarkan kepada masyarakat.

Meski begitu, ia mengakui ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus terus diperbaiki. Diantaranya adalah soal literasi terhadap asuransi syariah yang masih rendah.

Karena itu, AASI berencana untuk meggandeng lebih banyak lembaga untuk makin memasyarakatkan segmen ini. "Kami memang harus bekerja sama dengan lebih banyak mitra agar bisa makin masif," ungkapnya belum lama ini.

Selain itu, penambahan tenaga ahli juga harus terus dilakukan. Supaya bisa mengimbangi rencana pengembangan produk asuransi syariah ke depan.

Sebagai catatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sampai kuartal pertama tahun ini, industri perasuransian syariah membukukan premi sebanyak Rp 4,09 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan setinggi 34,9% secara year on year

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Japan Airlines (JAL) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:00 WIB

Japan Airlines Beroperasi di Terminal 3 Bandara Soetta

Japan Airlines (JAL) beroperasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 26 Oktober 2018 mendatang.

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Indonesia Pavilion Pukau Ribuan Peserta Annual Meeting IMF-WB 2018

Kehadiran Indonesia Pavilion sebagai wajah pembangunan dan budaya Indonesia yang digagas oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 8 Oktober - 14 Oktober 2018, mendapat banyak perhatian…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:15 WIB

Pemerintah Usulkan Asumsi Rupiah 2019 Rp15.000

Pemerintah mengusulkan perubahan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2019 menjadi Rp15.000 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.500 per dolar AS.

Board Member of Sinar Mas Franky O. Widjaja (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Eka Tjipta Foundation Galang Restorasi Bagi Korban Bencana Alam

Di usianya yang menginjak tahun ke-80, Sinar Mas berupaya untuk tak hanya tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan bersama masyarakat, tapi juga peduli serta berbagi dengan sekitar.

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Kisah Sukses Pengrajin Songket Pandai Sikek

Annual Meeting IMF WB 2018 di Nusa Dua Bali, menjadi momen tepat untuk para pelaku UMKM memamerkan produk berkualitasnya yang banyak mengusung karya seni dan kerajinan tangan khas Indonesia.…