Diekspor ke Berbagai Negara, Menteri Rini Ingin Kereta Buatan PT INKA Kian Mendunia

Oleh : Dina Astria | Sabtu, 09 Juni 2018 - 11:30 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno (Dok Industry.co.id)
Menteri BUMN Rini Soemarno (Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Madiun - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menginginkan industri perkeretaapian Indonesia bisa semakin berkembang pesat dan didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan unggul. Menurutnya, industri perkeretaapian Indonesia memiliki potensi dan prospek bisnis yang besar, apalagi produk kereta buatan dalam negeri sudah dikenal handal di dunia internasional khususnya kawasan Asia.

Seperti kita tahu, PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA sudah dikenal handal dan berpengalaman dalam memproduksi sarana perkeretaapian. Berkat inovasinya, karya-karya anak bangsa melalui INKA pun kian melejit, salah satunya rangkaian kereta lengkap (train set) yang dioperasikan di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Belum lama ini INKA juga dipercayai memproduksi train set untuk perkeretaapian di Filipina. Sejak 1991 PT INKA telah mengekspor produknya ke Malaysia, Bangladesh, Singapura, Thailand, hingga Australia.

"Potensi yang kita miliki cukup besar. Ke depan industri perkeretaapian kita harus semakin maju dan paling terdepan," kata Rini usai menyaksikan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT INKA dengan Politeknik Negeri Madiun di Kantor Pusat INKA, Jumat (08/06/2018).

Nota kesepahaman terkait kerja sama di bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pembentukan SDM tersebut ditandatangani oleh Direktur Politeknik Negeri Madiun, M Fajar Subkhan dan Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro. Hadir pula menyaksikan Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir serta sejumlah Direksi BUMN dan pejabat Eselon I Kementerian BUMN.

Kerja sama ini dilaksanakan dengan tujuan mewujudkan _Link and Match_ serta untuk saling menunjang tugas kelembagaan masing - masing, yakni PT INKA (Persero) sebagai industri manufaktur sarana perkeretaapian dan Politeknik Negeri Madiun sebagai institusi pendidikan yang menyiapkan tenaga terampil dan ahli di bidang manufaktur kereta api.

Ke depan kedua belah pihak juga berencana untuk membuka program studi perkeretaapian di Politeknik Negeri Madiun. Rini pun mengapresiasi kerja sama yang memiliki tujuan positif di bidang pendidikan tersebut.

Terakhir, Rini berpesan agar INKA bisa terus berinovasi dalam menghadirkan sarana perkeretaapian yang handal dan modern guna menjawab kebutuhan transportasi Indonesia di masa mendatang. "Saya selalu menekankan bahwa inovasi sangat penting dalam berkompetisi di era kini. INKA harus terus maju dan menjaga kehandalannya," tutup Rini.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.