Pentingnya Perlindungan Jiwa Selama Libur Lebaran

Oleh : Kormen | Sabtu, 09 Juni 2018 - 10:15 WIB

Jaga Diri Asuransi Jiwa (Foto Kormen)
Jaga Diri Asuransi Jiwa (Foto Kormen)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Momen Lebaran di Indonesia tidak hanya melahirkan fenomena mudik, tetapi juga menciptakan pola ekonomi tersendiri. Menjelang libur lebaran, sebagian besar alokasi dana dipergunakan untuk kebutuhan konsumtif.

Berdasarkan survey dari aplikasi Jakpat di 2017, 62% masyarakat membelanjakan THR-nya untuk membeli pakaian baru, selebihnya dihabiskan guna keperluan biaya mudik, gadget, liburan dan membayar hutang/cicilan. Sayangnya dari sekian alokasi dana THR, tidak ada yang menggunakan untuk perlindungan jiwanya selama libur lebaran.

Padahal libur lebaran tidak luput dari berbagai risiko, baik kecelakaan lalu lintas maupun terserang penyakit. Menurut data Korlantas POLRI 2017, terdapat 3.168 kecelakaan dengan korban meninggal dunia mencapai 742 orang. Dari sisi kesehatan, penyakit yang paling sering diderita paska lebaran salah satunya adalah typhus (demam thypoid). Selain itu, momen libur lebaran juga kerap dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk berlibur ke luar negeri, seperti Singapura yang rentan terkena risiko penyebaran virus seperti ZIKA. Dari sisi keuangan, momen lebaran ternyata juga meningkatkan jumlah transaksi keuangan non bank.

Komisaris Independen PT CAF, Theodorus Wiryawan, dalam Media Discussion Asuransi JAGADIRI dengan tema "Peran Asuransi Ciptakan Mudik Aman" yang berlangsung pada Kamis (7/6) di Jakarta,  mengatakan, saat ini penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, sehingga pangsa pasarnya masih sangat besar sekali. Sejauh ini upaya dalam rangka mendorong kesadaran masyarakat untuk memiliki perlindungan asuransi sudah dilakukan berbagai pihak baik dari sisi regulator, maupun pelaku industri asuransi itu sendiri. Himbauan kepada masyarakat pada saat ini untuk tidak lupa agar mudik terasa aman untuk berasuransi mengingat risiko yang bisa muncul saat mudik lebaran. Di sisi lain, inovasi untuk memaksimalkan penetrasi asuransi juga dibutuhkan oleh pelaku industri asuransi terutama bagaimana memanfaatkan channel digital, agar lebih cepat dan luas menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Masyarakat Indonesia cenderung tidak memprioritaskan perlindungan jiwa karena mahal dan rumit prosesnya. Mereka menganggap asuransi sebagai kebutuhan kesekian yang bisa ditunda, sementara banyak sekali risiko yang dihadapi setiap harinya, terutama saat momen mudik dan lebaran kali ini. Oleh sebab itu, dibutuhkan sinergi dari semua pihak terkait untuk edukasi sekaligus membuat asuransi lebih mudah diterima masyarakat. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga diperlukan oleh pelaku industri asuransi untuk mempermudah akses bagi konsumen,” ujar Wiryawan.  

Menyambut momen lebaran tersebut, JAGADIRI sebagai salah satu penyedia jasa asuransi jiwa turut mendukung program sosialiasi mudik aman berasuransi lewat program asuransi yang cocok bagi mereka yang akan mudik lebaran ke kampung halaman, antara lain Jaga Liburan, Jaga Sehat Tropis, dan Jaga Aman Instan yang dapat diperoleh dengan cepat, mudah secara online dan tanpa beban. Komitmen ini diamini Komisaris Independen PT CAF, Theodorus Wiryawan.                                        

“JAGADIRI sebagai salah satu pelaku di industri asuransi jiwa mendukung program Mudik Aman Berasuransi. JAGADIRI ingin turut berkontribusi dalam menyukseskan Mudik Aman Berasuransi serta meningkatkan penetrasi asuransi kepada masyarakat,” ujar Wiryawan.

Dua produk asuransi JAGADIRI yakni Jaga Liburan dan Jaga Sehat Tropis melengkapi produk asuransi terdahulu, Jaga Aman Instan. Tiga produk asuransi dari JAGADIRI ini sangat relevan dan cocok bagi pemudik karena memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan kepada nasabah selama mudik dan libur Lebaran. Asuransi jiwa Jaga Aman Instan dan Jaga Liburan menawarkan manfaat perlindungan atas kecelakaan dengan premi masing-masing mulai dari Rp5 ribu dan Rp15 ribu (tetap). Sementara Jaga Sehat Tropis memberikan perlindungan dari 11 risiko penyakit tropis, salah satunya thypus yang sering dialami masyakat paska libutan lebaran.

Chief Marketing Officer PT CAF, Yuda Wirawan memaparkan ketiga produk asuransi mudik JAGADIRI memiliki konsep dasar yang serupa yakni mudah, aman, terjangkau dan tanpa beban. Dan masyarakat dapat membeli di mana saja selama mereka mudik atau liburan. Konsep tersebut sesuai dengan kebutuhan konsumen dan secara konsisten diturunkan pada produk JAGADIRI lainnya.

“Masyarakat umumnya memerlukan asuransi yang mudah diakses dari mana saja, termasuk dari website dan smartphone, aman, sederhana proses pengajuan polisnya, terjangkau harganya serta kemudahan klaim. Kebutuhan tersebut dijawab oleh JAGADIRI lewat tiga produk asuransi kami yang sangat relevan dan cocok bagi profil pemudik. Sebelum berangkat mudik, ingat juga asuransi, tinggal klik ke website kami di www.jagadiri.co.id dan pilih produk yang sesuai kebutuhan,” papar Yuda.

JAGADIRI bersama WE+ dan Alfamart turut mendukung program dalam rangka mempermudah serta memperluas akses pembelian asuransi melalui distribusi channel digital. Masyarakat dapat dengan mudah membeli dan membayar premi bulanan dari asuransi JAGADIRI di WE+ dan Alfamart. Di sisi lain, objektif untuk dapat meningkatan penetrasi asuransi di Indonesia pun lebih efektif tercapai.

Bentuk dukungan program Mudik Aman Berasuransi, JAGADIRI, WE+ bersama  Alfamart yakni dengan membuat program spesial selama periode 1-10 Juni 2018. Bagi para konsumen Alfamart yang melakukan transfer uang di Alfamart dan mengunduh aplikasi WE+, para penerima dana tersebut secara otomatis akan mendapatkan perlindungan gratis Jaga Aman Bersama dari JAGADIRI selama 2x24 jam. Dengan nilai pertanggungan jiwa senilai Rp10 juta, serta santunan rumah sakit akibat kecelakaan sebesar Rp1 juta.

 

Founder WE+, Fifi Henirawati Hoo berharap melalui perannya sebagai penyedia channel pemasaran digital dari asuransi JAGADIRI akan mampu memberi kontribusi positif sehingga lebih banyak masyarakat Indonesia yang terlindungi saat mudik lebaran.

“Harapannya selama momen mudik lebaran ini akses terhadap asuransi meningkat, sehingga masyarakat Indonesia semakin mudah dalam mendapatkan perlindungan menyeluruh yang sesuai kebutuhannya dan terjangkau,” ujar Fifi.

Sementara Marketing Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Ryan Alfons Kaloh optimisitis program ini akan mampu memberi dampak positif bagi konsumen JAGADIRI dan Alfamart terutama di momen libur lebaran. Melalui 400 gerai ritel Alfamart yang tersebar di seluruh Indonesia, Ryan yakin program dari OJK bersama JAGADIRI akan lebih efektif.

“Program ini menjadi nilai tambah bagi konsumen. Terutama bagi mereka yang melakukan transaksi melalui Alfamart. Selain mendapat kemudahan perlindungan, masyarakat juga memiliki opsi lain untuk melakukan pembayaran produk asuransi,” ujar Ryan.

Yuda menambahkan tidak menutup kemungkinan juga apabila ke depannya, Alfamart menjadi salah satu channel penjualan dari asuransi JAGADIRI. (Kormen).

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Christian Rijanto, Co-Founder dan Creative Director bersama Seniman ultraviolet Rony "Rebellionik" Rahardian berfoto disamping BMW i8 di ajang WE THE FEST 2018 (Foto: Dok. BMW Indonesia)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 10:48 WIB

Instalasi BMW i8 Gemparkan Ajang WE THE FEST 2018

BMW turut serta dalam ajang festival musik, seni dan gaya hidup tahunan WE THE FEST dengan menampilkan BMW i8 hasil kolaborasi antara Christian Rijanto, Co-Founder dan Creative Director dari…

PT Omega Teknologi Indonesia (Omega Pos) menjajaki kerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dalam sistem pembayaran cashless yaitu melalui layanan digital T Money dan point of sales yang disediakan Omega Pos.

Sabtu, 21 Juli 2018 - 10:19 WIB

Hybrid Cloud Solusi Aman Transaksi Penjualan bagi UKM

PT Omega Teknologi Indonesia resmi meluncurkan Hybrid Cloud, sebagai fitur offline-online smart kasir yang aman bagi pelaku UKM

Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih

Sabtu, 21 Juli 2018 - 10:17 WIB

Perkuat Daya Saing IKM Komponen Otomotif, Kemenperin Jalin Kerja Sama dengan JICA

Kementerian Perindustrian berupaya memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) di berbagai daerah, salah satunya sektor pengecoran logam pembuatan komponen otomotif di Pasuruan,…

BKPM

Sabtu, 21 Juli 2018 - 09:57 WIB

Kemenko Perekonomian Dorong Transisi OSS kepada BKPM

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan mendorong percepatan transisi pengelolaan sistem pelayanan elektronik terpadu atau Online Single Submission (OSS) kepada Badan Koordinasi Penanaman…

Peluncuran Sistem Layanan Perizinan Terintegrasi Online Single Submission (OSS)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 09:54 WIB

Pemerintah Terus Pantau Pelaksanaan OSS

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus memantau pelaksanaan sistem pelayanan elektronik terpadu atau Online Single Submission (OSS) yang baru berjalan selama 10 hari dan telah diminati…