Genjot Produksi Beras 2018, Kementan Dorong Luas Tambah Tanam dan Optimalisasi Alsintan

Oleh : Wiyanto | Selasa, 05 Juni 2018 - 13:29 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)
Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Tak ingin kehilangan momentum musim tanam 2018, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman koordinasikan program peningkatan produksi padi. Dalam arahannya disampaikan, untuk mencapai hasil yang optimal, produksi padi tahun ini sangat ditentukan oleh kesuksesan Luas Tambah Tanam (LTT) pada Oktober 2017 hingga Maret 2018.

Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Gabungan Percepatan Serap Gabah Petani (Sergap), Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPA), dan Luas Tambah Tanam (LTT) 2018 di Kantor Kementerian Pertanian pada Selasa, (5/6/2018).

Mentan menyampaikan, sejumlah langkah telah dipersiapkan untuk mendorong LTT agar bisa menggenjot produksi padi nasional. Berdasarkan data, hingga Mei 2018 LTT sudah mencapai 72,69%. Namun demikian, Amran belum cukup puas, karena menurutnya masih banyak daerah yang LTTnya masih rendah dan tidak mencapai target, hanya 75,45%.

Untuk itu Amran menyatakan, bagi provinsi atau kabupaten yang tidak mencapai target akan dilakukan langkah penting salah satunya adalah mengevaluasi kinerja dan jabatan Pj Upsus Pusat yang bertugas di wilayah tersebut.

"Jika perlu, alokasi anggaran semester kedua Tahun 2018 bagi provinsi atau kabupaten yang kinerjanya rendah akan dialihkan ke provinsi atau kabupaten lain," tegas Amran.

Beberapa upaya percepatan yang harus dilakukan adalah mencari lahan yang baru panen, beras, yang belum diolah. Amran meminta koordinasi dilakukan dengan Dinas Pertanian, Kodim, Penyuluh, Koramil/Babinsa dan menggerakkan mahasiswa STPP dan alumni agar segera mendistribusikan alsintan dan mengolah lahan.

Amran juga menyoroti realisasi OPA khususnya untuk bulan Mei 2018 yang masih perlu didorong. Dalam catatannya, hingga pada bulan tersebut pemanfaatannya masih 74.04%, atau lebih rendah dari capaian Mar-Apr 18. "Dorong terbentuknya Brigade Kecamatan dan UPJA serta mobilisasi traktor, combine harvester, optimalkan pemanfaatan pompa air pada lokasi yang kekurangan air," jelasnya.

"Untuk upaya percepatan, agar Penanggungjawab (Pj) Upsus Provinsi, Kadistan Provinsi, Danrem agar memerintahkan Tim LTT Kabupaten agar mengidentifikasi potensi tanam, sumber air, rencana tanam dan saprotan. Dinas Pertanian segera eksekusi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) ke Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan harus segera ditanam. Optimalkan pemanfaatan benih dan saprotan," beber Amran.

Amran juga menyoroti realisasi OPA khususnya untuk Bulan Mei 2018 yang masih perlu didorong. Dalam catatannya, hingga pada bulan tersebut pemanfaatannya masih 74.04%, atau lebih rendah dari capaian Maret-April 2018.

"Dorong terbentuknya Brigade Kecamatan dan UPJA serta mobilisasi traktor, combine harvester, optimalkan pemanfaatan pompa air pada lokasi yang kekurangan air. Memanfaatkan sumber dana pola Yarnen atau lainnya, misal dari Dana Desa, Bumdes dan lainnya," jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan realisasi Sergap Januari hingga Mei 2018 juga dinilai masih rendah. Realisasi sampai dengan Mei 2018, sebesar 258.111 ton. Tim Sergab diminta agar bekerja maksimal pada lokasi panen dengan target menyerap minimal 15% dari produksi gabah di setiap wilayah.

Dalam kesempatan tersebut Mentan juga menyampaikan bahwa produksi berasa tidak dapat terbantahkan bahwa telah meningkat tajam. Jumlah penduduk Indonesia bertambah 12,8 juta dan butuh berasa 1,7 juta ton.

“Untuk investasi, pemerintah mengubah regulasi yang menghambat investasi sektor pertanian, dari 23 triliun naik menjadi 45 triliun” ujar Mentan. “Capaian produksi jagung, dari impor menjadi ekspor. Dulu kita impor jagung 3,7 jt ton setara dengan 10 triliun, sekarang kita membalikan sejarah, kita sudah ekspor  ke 5 negara” lanjut Mentan.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Komisi IV DPR-RI, Wakil Asisten Teritorial TNI AD, Direktur Pengadaan BULOG, Ketua KTNA, Ketua KPPU, Ketua Satgas Pangan, Direktur Utama Bank BRI, BNI, dan Mandiri, Direktur Utama PIHC, PT SHS, dan PT Pertani, Pejabat Eselon I dan II lingkup Kementerian Pertanian, Kepala Dinas lingkup Pertanian Provinsi Sentra Produksi, Aster Kodam dan Komandan Korem Provinsi Sentra Produksi, Tim Kelompok Kerja Upaya Khusus (Pokja Upsus), Tim Pakar Upsus, Tim Sergap, serta Tim OPA.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.