Mencicipi Kenikmatan Kopi Khas Nusantara di Jakarta Fair

Oleh : Dina Astria | Senin, 04 Juni 2018 - 14:20 WIB

Ilustrasi penyajian kopi. (Jeremy Piper/Bloomberg via Getty Images)
Ilustrasi penyajian kopi. (Jeremy Piper/Bloomberg via Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Saat ini, kopi telah menjadi komoditas yang banyak diminati dan digemari oleh masyarakat. Dalam beberapa tahun ke belakang, selain menjadi rutinitas di pagi hari, meminum kopi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup penikmatnya. Untuk dapat memenuhi hal tersebut, Jakarta Fair pun turut memamerkan berbagai macam jenis kopi Nusantara, melalui stan anjungan pemerintah daerah, yaitu Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.

Dimulai dari stan Aceh, daerah ini memang sudah tidak asing lagi untuk urusan kopi. Dengan kopi Gayo-nya, jenis kopi ini memberikan cita rasa pahit yang cukup tebal tetapi dengan tingkat keasaman yang tak begitu tinggi. Di stand Aceh, terdapat beberapa jenis Gayo yang ditawarkan. Mulai dari Gayo Luwak seharga Rp 150 ribu, Gayo Arabica seharga Rp 80 ribu.

Tak hanya itu, di sini pun para pengunjung bisa mendapatkan Gayo dengan biji Robusta. Seperti diketahui, Aceh adalah salah satu daerah terbaik penghasil kopi di Indonesia. Untuk Robusta, biji kopi ini biasanya dapat ditemukan di wilayah Aceh Barat.

Bagi para pengunjung yang ingin menikmati kopi secara langsung, stan Aceh pun menyuguhkan salah satu kopi terkenalnya yaitu kopi saring, kopi tradisional yang disajikan dengan gaya klasik orang-orang Aceh. Para pengunjung pun bisa menyaksikan sendiri bagaimana kopi dibuat dengan cara disaring berulang kali, yang pada akhirnya menciptakan cita rasa kopi yang nikmat. Satu gelas kopi saring ini pun dijual hanya dengan Rp 10 ribu per gelasnya.

Beralih ke Sumatera Utara, untuk urusan kopi, wilayah ini punya banyak jagoannya. Pertama, ada Kopi Lintong yang namanya sudah tidak asing lagi terdengar para pecinta kopi. Lintong yang merupakan kopi dari biji Arabica ini, memiliki cita rasa yang kental dengan keasaman yang tinggi. Adapun untuk 250 gram kopi ini ditawarkan di stan Sumatera Utara (Sumut) yaitu seharga Rp 80 ribu saja.

Kedua, ada kopi Sidikalang yang kerap menjadi andalan bagi para pecinta kopi yang menyukai tipe high body dan high acidity. Aroma spicy Sidikalang selalu berhasil menggoda para penikmat kopi untuk mencobanya. Kenikmatan Sidikalang sendiri terletak dari perpaduan rasa fruity dan juga dark chocolate. Masih di stan Sumut, Sidikalang ditawarkan mulai dari Rp 150 ribu.

Terakhir, pengunjung juga bisa menemukan Kopi Mandailing khas Danau Toba, yang juga disebut sebagai salah satu kopi terenak di dunia. Dengan tingkat kekentalan yangpas dan tingkat keasaman medium, kopi Mandailing pun dapat menciptakan kopi dengan cita rasa floral yang diakhiri dengan rasa manis pada aftertaste.

Selain jenis-jenis kopi yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi jenis kopi nikmat lainnya yang bisa ditemukan di Jakarta Fair, khususnya di anjungan Pemerintah Provinsi/Daerah. Selain kopi, para pengunjung pun bisa berburu berbagai cinderamata lainnya dari berbagai daerah seperti aneka makanan ringan, berbagai aksesoris, pakaian, dan masih banyak lagi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KKP Dorong Industri Mutiara Nasional Bersaing di Kancah Dunia

Selasa, 25 September 2018 - 18:00 WIB

Investor Tiongkok akan Berinvestasi Budi Daya Mutiara di Flores Timur

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Flores Timur Yohanes Kopong mengatakan sebanyak lima perusahaan berminat menamamkan modalnya atau berinvestasi…

Presiden Jokowi hUT Kadin (Foto Herlambang)

Selasa, 25 September 2018 - 18:00 WIB

Bergabungnya Rosan ke TKN Tak Pengaruhi Netralitas Pengusaha

Bergabungnya Ketua Umum Kamar Dagang dan Indonesia (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf tidak memengaruhi netralitas pengusaha, kata Ketua Bidang Organisasi…

Triawan Munaf, kepala Badan Ekonomi Kreatif (Foto: Hitsss)

Selasa, 25 September 2018 - 17:40 WIB

Ekonomi Kreatif Masa Depan Dunia

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan ekonomi kreatif merupakan sektor andalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat baik di Indonesia maupun dunia.

Ilustrasi Migas

Selasa, 25 September 2018 - 17:20 WIB

SKK Migas Nilai Lapangan Sukowati Potensial Produktif

Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jaffee Arizon Suardin menilai unit Asset 4 Sukowati Field merupakan salah satu blok migas…

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso

Selasa, 25 September 2018 - 17:01 WIB

Proses Akuisisi 51 Persen Saham Pertagas Selesai September

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus melaksanakan komitmennya untuk menyelesaikan proses akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai tahap lanjutan usai induk BUMN Migas (Holding BUMN Migas)…