DPR: Terobosan Mentan Sangat Muliakan Petani

Oleh : Wiyanto | Rabu, 30 Mei 2018 - 13:44 WIB

Mentan Amran Andi Sulaiman berbicara dengan petani
Mentan Amran Andi Sulaiman berbicara dengan petani

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo memberikan pujian atas berbagai terobosan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mendongkrak produksi sekaligus mengangkat kesejahteraan petani. Menurut dia, perhatian Mentan kepada petani sangat luar biasa. Baru kali ini, petani betul-betul dimuliakan.

“Kebijakan Menteri Pertanian bukan hanya 4 tahun ini tapi selama menjabat ini memang merupakan terobosan yang dinanti-nanti para petani. Baru di era ini petani kita betul-betul dimuliakan. Kenapa saya katakan itu, lihat saja bantuan mekanisasi (alat mesin pertanian/alsintan). Itu sambutannya luar biasa dan saya lihat langsung di lapangan itu petani kita tengah malampun masih dapat bakerja. Jadi apa yang dilakukan Kementan ini sangat mulia,” kata Firman, kemarin.

Menurut politisi Golkar ini, kebijakan Menteri Amran konsisten membela petani. Adapun terobosan tersebut antara lain, pemberian alsintan gratis sebanyak 370 ribu unit, naik 4700 persen dari periode pemerintahan sebelumnya. Bagi-bagi benih padi, jagung, kedelai dan lainnya sebanyak 12.1 juta hektar gratis, membangun dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier seluas 3,47 juta hektar, membangun embung 2.278 unit embung, damparit, dan longstorage, perluasan dan optimasi lahan 1,08 juta hektar dan lahan rawa 467 ribu hektar.

Tidak hanya itu, Menteri Amran juga melakukan revisi anggaran perjalanan dinas para pejabat Kementan sebesar Rp 800 miliar diarahkan buat petani. Kemudian membangun 1.313 desa mandiri benih dan 714 desa pertanian organik. Hasilnya, produksi gabah setiap tahunnya naik. Pada 2015 mencapai 75,36 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 4,51 juta ton 2014. Produksi padi di tahun 2016 juga terjadi kenaikan yakni 79.35 juta ton dan tahun 2017 juga terjadi kenaikan sebesar 81.07 juta ton.

“Kita yang dulunya impor jagung 3,5 juta ton atau setara Rp 10 triliun, kini sudah ekspor. Impor bawang merah juga sudah tidak ada. Begitu juga dengan cabai,” katanya.

Selain itu, Kementan juga membuat Upsus Siwab dengan melakukan Inseminasi Buatan sebanyak 3,5 juta ekor sapi. Hasilnya menambah populasi anak sapi sekitar 1,5 juta sapi. Produksi pertanian yang dulunya pada 2013 hanya senilai Rp 350 Triliun, dalam empat tahun naik menjadi Rp 1.344 Triliun pada 2017. Invetasi pertanian di 2017 mencapai Rp 45.9 Triliun, naik 14 persen pertahun sejak 2013. Yang tidak kalah menggembirakan nilai ekspor naik 24 persen dari 2016 menjadi Rp 441 Triliun di 2017.

“Jadi ini menunjukkan bahwa petani kita sekarang sudah mampu bersaing karena adanya kebijakan yang tepat dari Mentan, salah satunya melalui sistem pengelolaan lahan baik masa tanam hingga pasca panen. Jadi yang bisa saya katakan terobosan Mentan ini sangat luar biasa. Kalau perlu anggaran untuk petani terus ditambah karena kalau bicara kebutuhan petani berarti bicara pemenuhan kebutuhan pangan nasional,” jelasnya.

Yang tidak kalah pentingnya, lanjut dia, kebijakan Amran juga diupayakan bisa menggerakkan perekonomian desa melalui bagi-bagi ayam 50 ekor per rumah tangga melalui Program Berantas Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja).

Program “Bekerja” ini total 10 juta ekor untuk petani miskin. Kemudian benih gratis 5 juta hektar dan bibit unggul hortikultura dan perkebunan 30 juta pohon semuanya diperuntukkan bagi petani miskin.

“Harapan saya seperti Menteri seperti Amran ini dipertahankan di periode berikutnya untuk selesaikan tugas beratnya ini. Karena cari Mentan seperti Amran ini sekarang susah sebab dia punya keberanian dan nyali lawan mafia. Tidak hanya itu, dia mau turun langsung menemui para petani-petani kita. Saya kira itu sangat penting dan dia ini fokus lindungi petani,” tambah dia.

Hal senada dilontarkan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Thohir. Menurutnya, kebijakan yang dibuat Menteri Amran sangat mengena dan betul-betul memanjakan petani. Kebijakan tersebut seperti perbaikan infrastruktur sebanyak 3 juta hektar lebih, pemberian alsintan mulai terkecil sampai terbesar hingga bantuan subsidi pupuk, dan benih gratis.

“Kemudian baru kali ini juga pemerintah memberikan subsidi asuransi pertanian walau itu baru 1 juta hektar tapi itu sangat membantu petani kita sehingga petani tidak khawatir lagi terhadap cuaca ekstrem baik kekeringan maupun kebanjiran,” katanya.
Kebijakan lainnya yang sangat membantu petani, kata dia, adalah bagi-bagi drier. Menurutnya kebijakan ini sangat membantu karena selama ini petani tidak mampu menyimpan lama gabahnya karena takut rusak lantaran terkendala musim.

“Adanya drier ini bagi petani sangat menguntungkan karena ada bargaining sebab dulu petani terpaksa harus jual cepat karena takut rusak karena tidak bisa dikeringkan.Tapi karena adanya drier ini bisa ditahan dan menunggu waktu yang baik bagi petani lepas gabahnya,” katanya.

Yang tidak kalah pentingnya,lanjut dia,di era Menteri Pertanian ini impor pangan betul-betul sangat dikendalikan. Hasilnya, petani-petani sekarang bergairah dan semangat menanam. Generasi muda juga sudah mulai banyak yang mau terjun ke pertanian karena menganggap hasilnya sudah mulai menjanjikan.

“Lihat saja di Kalimantan itu masyarakat ramai-ramai ubah lahan tambang jadi ladang jagung. Itu karena bertani sudah sangat menjanjikan,” katanya.

 
 
 
 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Mobil Anak Bangsa segera produksi massal bus listrik merek MAB (Foto: Fadli INDUSTRY.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 12:32 WIB

Gandeng Tiongkok, Bakrie Otoparts Akan Kembangkan Bus Listrik

Bakrie Otoparts gandeng perusahaan Tiongkok BYD Corporation mengembangkan bus listrik untuk digunakan di sejumlah kota di Indonesila dalam upaya menciptakan transportasi ramah lingkungan dan…

Arie Setiadi Murwanto, Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR.

Selasa, 16 Oktober 2018 - 12:23 WIB

Kementerian PUPR Bangun 1.200 Hunian Sementara Untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sulawesi Tengah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun sebanyak 1.200 Hunian Sementara (Huntara) sebagai transit sampai dengan hunian tetap dan relokasi permukiman selesai.

Ilustrasi Utang Luar Negeri

Selasa, 16 Oktober 2018 - 12:21 WIB

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 5.410,5 Triliun

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia bertambah menjadi US$ 360,7 miliar atau sekitar Rp 5.410,5 triliun (asumsi kurs Rp 15.000/dolar AS) hingga akhir Agustus 2018.

Dirut BTN Maryono (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 12:02 WIB

BTN Fasilitasi KPR Atlet Komite Olimpiade Indonesia

PT Bank Tabungan Negara Tbk memfasilitasi kredit pemilikan rumah (KPR) atlet yang tergabung dalam Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dengan skema menarik dan terjangkau.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:50 WIB

Jamkrida Sumsel akan Disuntik Modal Rp100 Miliar

PT Jamkrida Sumatera Selatan bakal mendapatkan suntikan modal dari Pemprov Sumatra Selatan untuk mencukupi modal dasar senilai Rp100 miliar.