AGRI: Gula Rafinasi Aman Dikonsumsi

Oleh : Herry Barus | Jumat, 25 Mei 2018 - 17:00 WIB

Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)
Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia membantah jika gula rafinasi berbahaya dan tidak layak dikonsumsi tapi justru komoditas tersebut diproses sesuai standar keamanan pangan sehingga lebih higienis dan bersertifikat mutu.

"Pemberitaan tentang gula rafinasi yang berkembang di media massa bahwa gula rafinasi berbahaya dan tidak layak konsumsi adalah tidak benar," kata Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Rachmad Hariotomo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (25/5/2018)

Selain higienis, katanya, gula rafinasi juga diproses sesuai standar keamanan pangan sehingga lebih murni dan aman dikonsumsi serta sudah mempunyai sertifikat mutu, antara lain bersertifikat SNI-01-3149-2.2011, ISO 22000 (HACCP Food System), ISO 14000 mengenai manajemen lingkungan, serta halal dari MUI.

Selama ini gularafinasi merupakan bahan baku pada industri makanan dan minuman yang berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap PDB industri nonmigas dan ekspor makanan dan minuman olahan.

Dikatakan, AGRI yang beranggotakan 11 perusahaan berpartisipasi dalam Hari Konsumen Nasional yang digelar Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) bertujuan sosialisasi dan edukasi kepada masayarakat mengenai komoditas itu sebagai bahan baku produk makanan dan minuman yang berkualitas baik serta aman dikonsumsi.

Komisaris Utama PT Rejoso Manis Indo Albert T. Tobogu, kepada pers mengatakan produsen gula rafinasi yang tergabung dalam AGRI mengharapkan pemerintah gencar melakukan sosialisasi mengenai komoditas tersebut aman dikonsumsi masyarakat dan tidak membahayakan.

"Kami sebenarnya lebih berharap pemerintah yang aktif sosialisasi gula rafinasi aman dikonsumsi, sejalan dengan gencarnya pemerintanh canangkan keamanan pangan," katanya.

Albert mengatakan, AGRI sangat mengapresiasi BPKN dalam melakukan sosialisasi dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sehingga konsumen menjadi lebih paham mengenai gula rafinasi.

Gula rafinasi, katanya, selama ini memang tidak diperuntukkan dijual langsung ke konsumen tapi lebih banyak dijual ke industri makanan dan minuman sebagai bahan pemanis.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ruas tol yang akan beroperasi

Rabu, 20 Juni 2018 - 22:19 WIB

Waskita Karya Akan Mengkaji Ulang 200 Km Ruas Jalan Tol

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyatakan hanya mampu mengoperasikan sekitar 1.100 kilometer ruas jalan tol pada tahun ini dari target 1.315 km

Ilustrasi tambang batu bara (Foto Ist)

Rabu, 20 Juni 2018 - 21:45 WIB

Dwi Guna Laksana Ditargetkan Pasok Lima Juta Ton Batu Bara ke PLN

PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berbisnis di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara, ditargetkan dapat memasok 5 juta ton batu bara ke PT Perusahaan…

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Rabu, 20 Juni 2018 - 21:00 WIB

Buana Lintas Lautan Incar Dana Segar Sekitar Rp351 Miliar Lewat Rights Issue

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berbisnis di bidang angkutan minyak, gas dan kimia untuk pasar domestik dan internasional, akan melakukan penerbitan…

Ilustrasi Irigasi (ist)

Rabu, 20 Juni 2018 - 19:50 WIB

Pola Tanam Secara Tepat dan Akurat dengan MAPDAS

INDUSTRY.co.id - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian kini telah menghasilkan lagi aplikasi teknologi Model Aliran Permukaan Daerah Aliran Sungai (MAPDAS).

Indosat

Rabu, 20 Juni 2018 - 19:32 WIB

Libur Lebaran, Layanan Internet Indosat Alami Kenaikan 73 Persen

PT Indosat Tbk (ISAT) pada masa libur panjang mengalami kenaikan trafik yang signifikan. Indosat Ooredoo mampu menjaga kualitas jaringannya demi kenyamanan pelanggan menikmati perjalanan mudik…