PHE Targetkan Blok Tuban Produksi 8,11 MBOPD

Oleh : Hariyanto | Jumat, 25 Mei 2018 - 15:15 WIB

Ilustrasi Migas
Ilustrasi Migas

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu menargetkan produksi minyak Blok Tuban sebesar 8, 11 MBOPD pada 2018.

Direktur Utama PHE, R. Gunung Sardjono Hadi melalui keterangan tertulis yang diterima awak media di Jakarta, Kamis (24/5/2018)  mengatakan pada 2018, PHE menargetkan produksi di blok Tuban untuk minyak sebesar 8,11 MBOPD dan produksi gas sebesar 11,11 MMSCFD.

Sedangkan, untuk Ogan Komering, PHE menargetkan produksi gross untuk minyak sebesar 1,95 MBOPD dan produksi gas sebesar 8,21 MMSCFD.

Target produksi migas PHE pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 juga telah memasukkan produksi dari empat blok habis kontrak (terminasi) yang akan dikelola penuh PHE. Keempat blok tersebut adalah Tuban, Ogan Komering, Offshore South East Sumatera (OSES) dan North Sumatera Offshore (NSO).

Dua dari empat blok tersebut, yakni Tuban dan Ogan Komering kontrak kerja sama bagi hasilnya (production sharing contract/PSC) telah ditandatangani pada 20 April 2018 dan berlaku efektif per 20 Mei 2018.

Namun untuk lapangan unitisasi Sukowati yang sebelumnya dikelola Joint Operation Body (JOB) Pertamina-PetroChina East Java mulai 20 Mei 2018 diserahkan ke PT Pertamina EP.

Blok lainnya, Ogan Komering, kontraknya juga telah ditandatangani pada 20 April 2018 dan efektif berlaku pada 20 Mei 2018.

Untuk undepreciated balance blok Tuban dan Ogan Komering telah disampaikan PHE ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) dan saat ini menunggu verifikasi dan persetujuan.

Hingga akhir 2017, produksi minyak JOB PPEJ secara gross mencapai 10,5 MBOPD dan produksi gas sebesar 14,2 MMSCFD. Sementara itu, produksi Ogan Komering secara gross mencapai 2,25 MBOPD dan produksi gas sebesar 8,64 MMSCFD.

Selain Tuban dan Ogan Komering, mulai Oktober 2018 PHE juga akan mulai mengambilalih pengelolaan OSES yang saat ini dikelola China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) SES Ltd. Untuk NSO, PHE saat ini telah menjadi operator setelah pada 2015 mengakuisisi 100 persen hak partisipasi ExxonMobil.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirut LPDB Braman Setyo (Foto Fadli)

Senin, 25 Juni 2018 - 22:00 WIB

Pajak Turun, Kompetisi Bisnis UKM Lebih Bergairah

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Braman Setyo menyambut gembira kebijakan penurunan PPh final UMKM menjadi 0,5 persen oleh…

Tokoh nasional Rizal Ramli (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 25 Juni 2018 - 21:30 WIB

Rizal Ramli: Lima Hal Ini Jadi Faktor Meruginya Garuda Indonesia

Ekonom sekaligus mantan Menko Kemaritiman DR Rizal Ramli membeberkan kasus keuangan yang melilit maskapai PT Garuda Indonesia akibat Miss Manajemen dan ketidakmampuan serta ketidakprofesionalan…

Cawagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum

Senin, 25 Juni 2018 - 21:25 WIB

Isu Poligami Empat Istri Uu Ruhzanul Ulum Marak, Begini Tanggapan Bawaslu

INDUSTRY.co.id - Bandung-Sehari jelang Pilgub Jabar, calon wakil gubernur pasangan Ridwan Kamil, Uu Ruzhanul Ulum diterpa isu tak sedap soal perilaku poligaminya sejak menjabat sebagai Bupati…

Ilustrasi Sawah (Dok. Kementan)

Senin, 25 Juni 2018 - 21:18 WIB

Ketua DPR RI Apresiasi dan Dukung Kementan Blacklist Importir Bawang Nakal

INDUSTRY.co.id - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) serta mendukung langkah-langkah yang diambil terkait dimasukannya 5 perusahaan importir…

Ilustrasi Pemudik Motor (Ist)

Senin, 25 Juni 2018 - 20:50 WIB

Menhub Klaim Pemudik Dengan Sepeda Motor Turun sebesar 18,2 Persen Tahun Ini

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pada masa angkutan lebaran tahun ini jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor turun sebesar 18,2% dibandingkan pada masa angkutan lebaran…