HMI Siap Cetak 15.000 Wirausahawan Pencipta Lapangan Kerja

Oleh : Amazon Dalimunthe | Rabu, 23 Mei 2018 - 04:55 WIB

Saddam Aljihad, Ketua Umum PB HMI Menyalami seniornya Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI Kamrusammad di Kampus Unpad, Jatinangor, Sumedang
Saddam Aljihad, Ketua Umum PB HMI Menyalami seniornya Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI Kamrusammad di Kampus Unpad, Jatinangor, Sumedang

INDUSTRY.co.id - BANDUNG—Guna membantu pemerintah dalam pengadaan lapangan kerja yang semakin ketat, organisasi mahasiswa tertua, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), siap untuk mencetak 15.000 wirausaha baru. Berbagai pelatihan dan kerjasama, termasuk dengan kementerian Koperasi dan UKM, tengah dirintis oleh HMI.

“HMI Berkomitmen menyiapkan 15.000 entrepreneur baru untuk menyambut bonus demografi 2030, sekaligus menjawab tantangan Revolusi industri ke empat saat ini”ujar Saddam Aljihad Ketua Umum PB HMI di kampus Universitas Padjadjaran,Jatinangor,  Sumedang,  Jawa Barat, Selasa (22/5).

Saddam menyampaikan hal tersebut saat penandatanganan kerjasama antara HMI dan Kementerian Koperasi dan UKM. Hadir dalam acara tersebut Agus Muharram, staff khusus Menteri UKM dan Koperasi, serta Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI Kamrusammad , serta perwakilan BEM dan HMI se Indonesia.

Kamrusammad menyambut baik komitmen yang diperlihatkan PB HMI melalui program peningkatan jumlah wirausahawan pencipta Lapangan Kerja. Ia menegaskan, sejauh ini terdapat sekitar 750.000 anggota HMI yang aktif, maka tidak menutup kemungkinan adanya 15.000 pencetak lapangan pekerjaan dari HMI.

Menurutnya, perubahan pola pikir yang selama ini mencari pekerjaan menjadi pencipta lapangan kerja sudah mulai harus dimulai. Sehingga, setelah lulus dari kampus maka tidak lagi sibuk mencari kerja justru malah membuka lapangan pekerjaan. "Maka kita inginkan dengan adanya 15.000 anggota yang menjadi wirausaha, bisa terbayang berapa lapangan kerja yang ada," katanya.

Dia melanjutkan, secara statistik gerakan-gerakan kewirausahaan nasional sepanjang tahun menurut Kementerian Koperasi dan UKM mencatat peningkatan dari 0.45 persen menjadi 1.56 persen. Angka ini tentu relatif kecil dibandingkan negara lain. Seperti di negara tetangga, Malaysia yang mencatat 4 persen; Thailand 4.51 persen dan Singapura menjadi yang tertinggi yaitu 7.2 persen. Belum lagi di lihat dari segi kualitas, enterpreneur kita di pentas global masih kalah jauh.

Memasuki era pasar tunggal dengan berlalunya ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015 lalu, keberadaan AEC itu sendiri akan menjadikan arus bebas lalu lintas barang, jasa, investasi dan modal di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut tentu akan menimbulkan masalah ekonomi dan sosial bagi Indonesia saat ini yang belum siap sepenuhnya menghadapi persaingan bebas ini.

Dengan ini, dirinya berharap ada peningkatan kualitas dengan bergabungnya kader-kader HMI yang memang sudah sangat berkualitas. Sehingga, enterpreneur Indonesia juga bisa bersaing di kancah dunia khususnya ASEAN. “Belum lama ini KAHMI melalui KAHMIPreneur telah melakukan MOU dengan tiga lembaga, sehingga dengan adanya MOU ini diharapkan dapat mencetak enterpreneur yang berkualitas”, tukasnya.

Selain itu, dengan kader-kader HMI yang tersebar di seluruh Nusantara, maka diharapkan tidak hanya untuk diri mereka saja, tetapi bisa ikut memajukan ekonomi  bangsa. “Pastinya dapat mengurangi penggangguran secara signifikan. Dan dengan berkurangnya penggangguran maka ekonomi Indonesia pasti akan maju”, pungkasnya. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BGR Logistics Jalin Kerjasama Dengan INKA

Jumat, 18 Januari 2019 - 15:58 WIB

BGR Logistics Jalin Kerjasama Dengan INKA Terkait Pemanfaatan Sumber Daya Perusahaan

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa logistik menandatangani nota kesepahaman dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA tentang…

BAZNAS Kembali Raih Sertifikat ISO 9001-2015

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:30 WIB

BAZNAS Kembali Raih Sertifikat ISO 9001-2015

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mempertahankan prestasi dan kembali memperoleh sertifikat ISO 9001-2015 dari Worldwide Quality Assurance (WQA), sebuah lembaga sertifikasi manajemen berstandar…

Timberland Gandeng Madness Luncurkan Koleksi Sepatu Limited Edition

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:23 WIB

Timberland Gandeng Madness Luncurkan Koleksi Sepatu Limited Edition

Berkembang dari tema sebelumnya yaitu "Transmutation" yang berarti transformasi, tema kali ini adalah "Alteration" yang berarti "perubahan" untuk menandakan penyatuan antara kedua merek - Timberland…

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani saat menemui Presiden Komite Organisasi Luar Negeri Musiad Ibrahim Uyar (Foto: Kadin)

Jumat, 18 Januari 2019 - 13:55 WIB

Kunjungi Kadin, Musiad Jajaki Kerja Sama Bisnis

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap menjalin kerja sama bisnis dan perdagangan dengan Mustakil Sanayici ve Isadamlari Dernegi (Musiad) atau Asosiasi Pebisnis dan Industri Independen…

Stephanie Tangkilisan (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 18 Januari 2019 - 11:59 WIB

Politik Identitas VS Hoaks Jelang Pemilu 2019

Pertanyaan-pertanyaan yang umumnya timbul adalah apakah isu politik identitas dan hoaks benar-benar akan menurunkan kualitas demokrasi Indonesia di Pemilu nanti?