Gunung Steel Group, Dari Bengkel Las Menjelma ke Perusahan Baja Mutinasional

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 21 Mei 2018 - 13:00 WIB

Foto Gunung Steel Group
Foto Gunung Steel Group

INDUSTRY.co.id, Jakarta -Dibentuk pada tanggal 18 Juli 1986, Gunung Steel Group (GSG) dikenal dengan nama Gunung Garuda Group dan kemudian berubah nama menjadi Gunung Steel Group di tahun 2001. Berawal dari sebuah workshop las sederhana di Medan, Sumatera Utara, perusahaan kini telah menjadi pemain utama dalam industri baja di Asia Tenggara.

Pertama kali, Gunung Steel Group memproduksi gulungan baja panas, dan secara bertahap berlanjut kepada produksi beam, yang termasuk lini produk PT. Gunung Garuda.Setelah berhasil memproduksi beam, perusahaan melakukan pengembangan dengan memproduksi lembaran baja di awal tahun 2000, serta memproduksi berbagai macam gulungan baja panas dan pelat baja (sheet).

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri baja, Gunung Steel Group memiliki kemampuan untuk menghasilkan 1.950.000 ton baja pertahunnya.Dan saat ini sedang memperluas kapasitas dan kemampuan di tengah harapan pembangunan Indonesia untuk menjadi pabrik baja yang komprehensif dan terintegrasi di Indonesia.

Pada saat ini Gunung Steel Group telah mengembangkan usahannya dengan mendirika nempatperusahaan lainnya yang membantu dan bekerjasama, sehingga menjadikan Gunung Steel Group termasuk kedalam perusahaan internasional dan dapat memproduksi lebih dari 1 juta ton baja per tahun, Gunung Steel group menerapkan konsep "one stop steel shop", artinya semua kebutuhan baja dapat ditemukan di perusahaan ini, mulai dari tahap pengadaan material, pembuatan gambar, fabrikasi hinggga material siap untuk dipakai.

Bicara mengenai produk, GSG sudah dikenal dengan kualitas produknya yang memenuhi standarinternasional, sehingga diakui menjadi salah satu perusahaan yang paling kompetitif untuk produk atau jasa baja di dalam maupun di luar negeri.

Gunung Steel Group sebagai industri produk baja terbesar di Indonesia dan Asia terdiri atas tiga perusahaan, yakni PT Gunung Garuda yang memproduksi gulungan baja panas, PT Gunung Raja Paksi memproduksi lembaran baja terdiri dari pelat (sheet) dan gulungan baja, dan PT Gunung Steel Construction yang menyediakan jasa rancang bangun/rekayasa bangunan, desain, konstruksi dan pencelupan (galvanizing) berkelas Internasional di Indonesia. Tiga perusahaan tersebut bekerjasama demi mewujudkan solusi terbaik kepada konsumen, dan one stop steel shop adalah kunci sukses perusahaan.

Ditengah pesatnya perkembangan industri baja dalam negeri dan didorong rasa tanggung jawab untuk lebih meningkatkan dan memajukan industri baja nasional, anak perusahaan Gunung Steel Group, yakni PT Gunung Garuda membukuhkan diri sebagai  perusahaan pertama yang memproduksi produk baja struktural dan hot rolled steel sections di Asia Tenggara.

Produk yang dihasilkan pertama kali adalah H-Beam dan Wide Flange Beam, yang kemudian fasilitas produksi diadakan untuk memproduksi beam pabrikasi. Saat ini, PT. Gunung Garuda adalah salah satu perusahaan baja terbesar dan paling dominan di Asia Tenggara, karena investasi yang dilakukannya sejak awal dalam bidang teknologi dan sumber daya manusia.Perusahaan yang berdiri pada tahun 1986 ini juga memproduksi gulungan baja panas.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Sabtu, 19 Januari 2019 - 10:48 WIB

Telkom Resmikan NeuCentrIX Manado

Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk meresmikan beroperasinya Data Center Neutral Cloud and Internet Exchange (neuCentrIX) di Manado, Sulawesi Utara.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Kemenperin dok)

Sabtu, 19 Januari 2019 - 09:05 WIB

Dongkrak Investasi, Kemenperin Terus Genjot Pembangunan Kawasan Industri Luar Jawa

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan, pihaknya sedang mendorong percepatan pembangunan kawasan industri di luar Jawa.

Salah satu varian baru Timberland, Brooklyn Boot, yang diluncurkan pada awal 2019 ini

Sabtu, 19 Januari 2019 - 08:46 WIB

Awali 2019, Timberland Luncurkan Brooklyn Boot dengan AeroCore Energy System

Mengawali 2019, Timberland meluncurkan koleksi sepatu terbaru varian Brookly Boot dengan memanfaatkan AeroCore Energy System, yakni sebuah teknologi sepatu revolusioner yang menghasilkan sol…

Dimsum All You Can Eat yang menjadi bagian dari Triple Victory pada ulang tahun ke-3 Teraskita Hotel by Dafam

Sabtu, 19 Januari 2019 - 08:17 WIB

Dimsum All You Can Eat Tandai Pergantian Nama Hotel Dafam Teraskita Jakarta

Tepat di usianya yang ke-3 pada 4 Januari 2019, nama dan logo Hotel Dafam Teraskita Jakarta diganti menjadi Teraskita Hotel managed by Dafam. Salah satu package promo Dimsum All You Can Eat…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 19 Januari 2019 - 07:45 WIB

Pekan Ketiga 2019, Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Naik ke Posisi 6.448

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik 1,36% ke posisi 6.448,16 pada pekan ketiga 2019 ini dibandingkan pada pekan sebelumnya di level 6.361,46.