Ramadan, Hotel Ini Tawarkan Menu Kuliner Khas Timur Tengah

Oleh : Chodijah Febriyani | Minggu, 20 Mei 2018 - 10:30 WIB

Buah Kurma (IST)
Buah Kurma (IST)

INDUSTRY.co.id, Lombok - Memasuki bulan Ramadan 1439 Hijriah, pengelola hotel di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat menyajikan menu berbuka puasa dan makan sahur berupa menu khas Timur Tengah.

"Sesuai tema Ramadhan, kami menyajikan berbagai menu makanan yang identik dengan arabian. Tapi ada juga menu khas Indonesia, khususnya masakan Lombok," kata Sekretaris General Manager Core Hotel, Amalia Kusumasari, di Senggigi, Lombok Barat.

Ia mengatakan paket berbuka puasa dengan menu khas negara-negara di kawasan Timur Tengah sebagai salah satu cara mendatangkan tamu hotel. Pasalnya, kunjungan tamu pada minggu pertama hingga kedua bulan puasa relatif sepi.

"Sepinya angka kunjungan pada awal Ramadhan terjadi setiap tahun dan mungkin hampir di seluruh hotel di Pulau Lombok, termasuk di Gili Trawangan," ujarnya.

Berbagai menu berbuka puasa di Core Hotel tersebut dikemas dalam pake "Bukber Ramadhan". Untuk bisa menikmati semua jenis hidangan khas Timur Tengah dan Indonesia tersebut cukup dengan uang Rp85.000.

Misalnya, nasi kebuli, sambosa, roti maryam, dan mutabbaq. Sedangkan menu khas Indonesia, khususnya Lombok, yakni sate daging rembiga, ikan bakar bekele, serta takjil berupa tempe mendoan, tahu isi, kacang hijau, kolak singkong, dan jajanan lokal lainnya.

"Untuk minggu pertama Ramadhan, kami memberikan potongan harga sebesar 20 persen. Konsumen cukup membayar Rp65.000 untuk semua jenis hidangan. Promo bisa diperpanjang tergantung kondisi nanti," ujar Amalia yang meyakini bahwa okupansi hotel akan kembali normal di kisaran 80 persen pada pertengahan Ramadhan 1439 Hijriah.

Hidangan berbuka puasa ala Timur Tengah, juga disajikan pengelola Sheraton Senggigi Beach Resort.

Bertempat di Bawang Putih Restaurant, para pengunjung dapat menikmati beragam sajian khas Timur Tengah, seperti arabic fattoush salad, matbucha, biryani avdijaj, arabian chicken kabsa serta makanan penutup seperti qudrat qadir atau om ali.

Tidak hanya itu, berbagai cita rasa lokal seperti ikan masak bumbu rajang, rawon, bebalung khas Lombok dan sate Lilit juga disajikan bagi mereka yang rindu masakan rumah.

"Untuk memanjakan lidah pengunjung, setiap hari selama Ramadan akan ada rotasi menu yang bervariasi. Dekorasi ala Timur Tengah dan hiburan melengkapi suasana hangat saat berkumpul bersama keluarga dan sahabat," kata Assistant Marketing Communications Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, Mayang Kristi.

Sudamala Suites & Villas Senggigijuga menawarkan promo menarik yang bisa dinikmati para pengunjung bersama keluarga yang ingin berbuka puasa di pinggir pantai. Namun menu yang disajikan khas Nusantara, seperti ikan bakar sambal daun kemangi, sup kepala ikan, bebalung, tapi tidak menghilangkan momen Ramadhan karena ada sajian buah kurma. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (Foto Ist)

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:20 WIB

2023 Diprediski Industri Pasar Keuangan Syariah Tembus 20 Persen

Bank Indonesia yakin pangsa pasar keuangan syariah dapat meningkat cukup signifikan hingga 20 persen dari total pasar keuangan nasional pada 2023, dengan beberapa upaya, salah satunya memperluas…

Bahana Artha Ventura (Foto Kontan)

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:00 WIB

2018, Bahana Salurkan Dana bagi Usaha Ultra Mikro hingga Rp 557 Miliar

Perkembangan teknologi yang begitu cepat telah menyentuh hampir seluruh sektor dan aspek kehidupan masyarakat, terutama dalam era revolusi industri keempat atau yang lebih dikenal dengan istilah…

Pemerintah meluncurkan digitalisasi Kredit Ultra Mikro (UMi) untuk memperluas akses kredit bagi masyarakat lapisan bawah yang belum bankable. (INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 05:20 WIB

Pemerintah Luncurkan Layanan Kredit Ultra Mikro Berbasis Digital

Pemerintah meluncurkan digitalisasi Kredit Ultra Mikro (UMi) untuk memperluas akses kredit bagi masyarakat lapisan bawah yang belum bankable.

Direktur Eksekutif IHW Ikhsan Abdullah saat bedah buku karyanya berjudul Mere(i)butkan Sertifikasi Halal di Jakarta, Selasa (11/12) (INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 05:08 WIB

Jaga Iklim Usaha, Pemerintah Diminta Jalankan Sertifikasi Halal

Lembaga advokasi Indonesia Halal Watch (IHW) mendorong pemerintah untuk menjalankan Undang-Undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Dengan memperkuat LPPOM MUI melalui…

Kue jajanan (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:35 WIB

Waspada! Banyak Jajanan Sekolah Tak Higienis

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menyatakan masih banyak ditemukan jajanan sekolah di Jawa Timur tidak higienis meski temuan jajanan pangan di tempat pendidikan yang mengandung…