Naik 10,47 Persen, Industri Alas Kaki Dongkrak Ekspor Nonmigas Provinsi Banten

Oleh : Ridwan | Kamis, 17 Mei 2018 - 09:25 WIB

Ilustrasi Industri alas kaki (Foto Ist)
Ilustrasi Industri alas kaki (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Banten, Industri alas kaki seperti sandal dan sepatu memiliki andil besar dalam mendongkrak ekspor nonmigas Provinsi Banten yang pada Maret 2018 naik 10,47 persen.

"Sebagai provinsi yang memiliki cukup banyak industri alas kaki yang tersebar di Kawasan Cikande Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang, pada Maret 2018 Banten mampu mengekspor alas kaki ke berbagai negara dengan nilai 221,50 juta dolar AS, disusul plastik dan barang dari plastik senilai 81,69 juta dolar AS serta besi dan baja sebesar 68,28 juta dolar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno di Serang, Banten (16/5/2018).

Ia menambahkan, alas kaki memang produk andalan Banten untuk orientasi ekspor, bahkan tiap bulan nilai ekspor alas kaki selalu diatas 100 juta dolar AS antara lain ke Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.

Pada Maret 2018, Banten mampu mengekspor berbagai produk dengan nilai 987,87 juta dolar AS, naik 10,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 894,23 juta dolar AS. 

Pengaruh terbesar ekspor Banten pada bulan tersebut adalah meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 8,87 persen dibanding Feuari 2018, dari 892,62 juta dolar AS menjadi 971,76 juta dolar AS. Sementara ekspor migas naik 901,34 persen dari 1,61 juta dolar AS menjadi 16,10 juta dolar AS.

"Khusus ekspor migas, peningkatan tersebut disebabkan oleh nilai ekspor komoditas gas dan hasil minyak yang mengalami peningkatan, mengingat pada komoditas minyak mentah tidak terdapat kegiatan ekspor pada Maret 2018," tetangnya 

Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang mencapai 679,63 juta dolar AS, sementara untuk golongan barang lainnya sebesar292,13 juta dolar AS. "Enam dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Maret 2018 mengalami peningkatan," kata Soebono. 

Peningkatan nilai ekspor tertinggi berasal dari golongan barang besi dan baja disusul oleh alas kaki dengan peningkatan masing-masing sebesar 41,47 juta dolar AS dan 26,57 juta dolar AS. Di sisi lain, peningkatan barang ekspor terendah terjadi pada kertas/karton yang hanya meningkat sebesar 1,46 juta dolar AS.

Sementara itu, penurunan nilai ekspor tertinggi terjadi pada bahan kimia organik dengan penurunan sebesar 5,37 juta dolar AS. Sedangkan pada tiga barang lainnya terjadi penurunan nilai ekspor, masing-masing kurang dari 2 juta dolar AS, kata Soebeno.

Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Maret 2018 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor 187,41 juta dolar AS, disusul oleh Tiongkok dan Jepang yakni sebesar 101,11 juta dolar AS dan 79,42 juta dolar AS. 

"Sementara itu, untuk tujuan negara-negara ASEAN dan negara-negara Uni Eropa masing-masing 219,32 juta dolar AS dan 96,33 juta dolar AS," tutup Soebono. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Smartphone Realme

Selasa, 25 September 2018 - 11:53 WIB

Catat Tanggalnya, Smartphone Dengan Layar Notch Pertama Realme 2 Akan Segera Diluncurkan

Setelah secara resmi mengumumkan kehadirannya di pasar Indonesia, Realme akan segera menggelar konferensi pers di Indonesia dan Asia Tenggara untuk pertama kalinya pada tanggal 9 Oktober…

Dirjen IKTA Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono bersama Direktur Pelumas PT Shell Indonesia Dian Andyasuri saat mengunjungi Pabrik Pabrik Pelumas Shell Indonesia di Marunda, Bekasi (Foto: Dok. Industry.co.id)

Selasa, 25 September 2018 - 11:49 WIB

Importir Keberatan Aturan Wajib SNI Pelumas

Baru-baru ini Kementerian merilis aturan standar nasional Indonesia (SNI) wajib untuk pelumas, melalui peraturan Menteri Perindustrian Nomor 25 tentang pemberlakuan SNI Pelumas secara wajib.…

Pertambangan di Indonesia

Selasa, 25 September 2018 - 11:36 WIB

Dua Perusahaan Ini Bergabung Jadi Penambang Emas Terbesar Dunia

Barrick Gold, salah satu perusahaan penambangan emas terbesar di dunia, membeli perusahaan saingannya Randgold. Penggabungan dua penambang emas ini menciptakan penguasa baru di industri emas…

Lion Air (Foto Ist)

Selasa, 25 September 2018 - 11:30 WIB

Tingkatkan Sektor Logistik, Lion Bidik Terbang ke Myanmar

Lion Air Group membidik Myanmar untuk pengembangan rute internasional di kawasana Asia Tenggara.

Digital Technology Indonesia bakal berlangsung pada Rabu 28 November 2018 di Jakarta Convention Center. Event tersebut mengusung tema Digital Transformation & Industry 4.0.

Selasa, 25 September 2018 - 11:23 WIB

Digitech Indonesia 2018, Ajang Kesiapan Industri Sambut Revolusi Industri 4.0

Sekira 200 perusahan di bidang teknologi dan informasi bakal memeriahkan ajang Digital Technology Indonesia yang bakal berlangsung pada Rabu 28 November 2018 di Jakarta Convention Center. Event…