Menepis Mitos Spooring-Balancing Enam Bulan Sekali

Oleh : Herry Barus | Rabu, 16 Mei 2018 - 15:06 WIB

Spooring dan balancing (Foto Dok Industry.co.id)
Spooring dan balancing (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Spooring dan balancing merupakan sebuah proses penyesuaian kembali kondisi kaki-kaki kendaraan sesuai spesifikasi dari masing-masing merek mobil.

Selama ini masih beredar luas mitos terkait proses tersebut yang keliru di masyarakat. Banyak yang beranggapan spooring dan balancing kaki-kaki mobil itu sebaiknya dilakukan tiap kelipatan 10.000 km atau 6 bulan sekali.

Padahal kebutuhan penyesuaian kaki-kaki mobil tergantung dari kondisi jalan yang dilalui setiap hari serta perilaku pengemudinya.


Menurut Nurcahyo Adi Pranggono, Manajer Training Hunter PT Hilmawan Putra, spooring tidak berdasarkan jarak tempuh. Karena sudut kaki-kaki mobil bisa berubah kapan saja.

Faktornya banyak, bisa karena sering lewat jalan berlubang, lewat polisi tidur, menyerempet trotoar, menggilas median jalan saat belok, atau muatan berlebih.

“Kalau setiap hari jalur yang dilewati banyak yang berlubang atau sering melewati polisi tidur, sebaiknya harus rutin cek kondisi kaki-kaki. Karena pasti berbeda kondisinya dengan pemakaian normal di jalur yang mulus,” terangnya di Pluit, Jakarta, belum lama ini.

Tapi kebanyakan pemilik mobil masuk bengkel langsung minta dilakukan tindakan spooring dan balancing. Dorongannya beragam, bisa karena merasakan gejala mobil yang tidak nyaman. Bisa juga laju kendaraan seolah tidak stabil, pada saat ganti ban baru, ada anjuran dari Service Advisor bengkel langganan, atau karena jarak tempuh.

Belum tentu kondisi di atas langsung butuh tindakan. Teknologi Spooring dan Balancing Hunter Engineering punya teknologi pengecekan kaki-kaki mobil dengan cepat dan akurat bernama Hunter Quick Check.


Hunter Quick Check, dapat memeriksa dalam hitungan detik apakah kaki-kaki mobil memerlukan Spooring.


Saran dari Nurcahyo, sebaiknya pemilik mobil melakukan pengecekan terlebih dahulu. Apalagi sekarang sudah ada alat yang bisa melakukan diagnosa kaki-kaki kendaraan dengan cepat, akurat dan tepat.

“Hunter Quick Check merupakan teknologi wheel alignment terbaru dari Amerika. Alat ini mampu mengecek kondisi kaki-kaki mobil Anda hanya dalam waktu kurang dari semenit. Dan teknologi ini cuma dimiliki oleh Hunter Engineering Company, merek lain belum ada,” tegasnya.

Hasil diagnosa dari Hunter Quick Check inilah yang nantinya menjadi referensi pihak bengkel, perlu atau tidaknya dilakukan tindakan spoorring dan balancing.

“Kalau dari data yang dikeluarkan semua notifikasinya hijau, artinya kaki-kaki mobil masih dalam kondisi normal dan dalam batasan toleransi. Tidak perlu dilakukan tindakan. Tapi kalau ada notifikasi merah, maka sebaiknya langsung ditindak,” lanjut Nurcahyo.

Hadirnya tekologi Hunter Quick Check memudahkan pemilik mobil selain juga tentu bisa menekan biaya perawatan. Karena biaya spooring dan balancing tentu lebih mahal dibanding bila hanya melakukan pengecekan.

“Risiko besar memang menunggu kalau kita tidak melakukan pengecekan kaki-kaki mobil, karena kita tidak menyadari kondisi ban kita, masih baik atau sudah rusak. Ban yang aus (tidak rata) bikin usia pemakaian ban lebih pendek, lebih boros, dan berpotensi merusak kaki-kaki mobil,” tambahnya.

Solusinya harus sering-sering melakukan pengecekan, tak perlu langsung dilakukan spooring dan balancing. Keuntungan sering memeriksa kaki-kaki, pemilik mobil tahu kondisi mobil dalam keadaan baik. Sayangnya tidak semua bengkel punya alat secanggih Hunter Engineering.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Asuransi Jiwasraya (Foto Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 00:55 WIB

OJK Monitor Penyelesaian Kewajiban Jiwasraya

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik upaya yang telah dilakukan oleh Direksi dan pemegang saham PT. Jiwasraya (Persero) berkaitan…

BRI Syariah

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Produk Halal BRIsyariah Sukses Gaet Milenial Jogja

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Jogja Halal Fest 2018 yang digelar di Yogyakarta pada tanggal 11 sd 14 Oktober lalu, menjadi bukti besarnya animo masyarakat terhadap produk…

Japan Airlines (JAL) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:00 WIB

Japan Airlines Beroperasi di Terminal 3 Bandara Soetta

Japan Airlines (JAL) beroperasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 26 Oktober 2018 mendatang.

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Indonesia Pavilion Pukau Ribuan Peserta Annual Meeting IMF-WB 2018

Kehadiran Indonesia Pavilion sebagai wajah pembangunan dan budaya Indonesia yang digagas oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 8 Oktober - 14 Oktober 2018, mendapat banyak perhatian…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:15 WIB

Pemerintah Usulkan Asumsi Rupiah 2019 Rp15.000

Pemerintah mengusulkan perubahan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2019 menjadi Rp15.000 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.500 per dolar AS.