Sambut Imlek, Banyuwangi Gelar Malam Budaya Tionghoa

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 26 Januari 2017 - 14:33 WIB

Perayaan Tahun Baru Imlek (Barcroft Media/Getty Images)
Perayaan Tahun Baru Imlek (Barcroft Media/Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Banyuwangi - Pada Rabu malam (25/01/2017), Kabupaten Banyuwangi adalah sebuah Provinsi di Jawa Timur, menggelar kegiatan Malam Budaya Tionghoa dalam rangka menyambut perayaan Tahun Baru Imlek yang ke 2568, di Gelanggang Seni Budaya Blambangan.

Dengan mengenakan baju khas warna merah, ratusan warga Tionghoa dari berbagai wilayah di Banyuwangi berkumpul bersama. Lampu lampion yang menerangi malam itu memeriahkan suasana di jantung Kota Banyuwangi. Penampilan khas Kesenian masyarakat Tionghoa dipadupadankan dengan masyarakat khas Suku Using yang disebut dengan masyarakat asli Banyuwangi seperti penampilan musik pengiring angklung, tari pitik-pitikan, hingga kesenian barong.  

Pek Ing Gwan selaku Ketua Paguyuban Warga Tionghoa Banyuwangi mengatakan, sangat mengapresiasi dengan digelarnya kegiatan tersebut karena hal itu menununjukkan bahwa keberagaman yang ada di Banyuwangi menghasilkan masyarakat yang harmonis.

"Acara ini sangat bagus untuk memupuk rasa saling memahami dan menghormati. Di setiap acara hari besar yang kami gelar, kami juga selalu melengkapi suguhan dengan mengangkat budaya lokal untuk tampil bersama, sehingga semua hidup dalam harmoni," kata, Pek Ing Gwan, Banyuwangi, Rabu (25/01/2017)

Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi turut hadir bersama dengan Wakil Bupati, Yusuf Widiyatmoko. Beliau mengatakan, dengan digelarnya acara ini bertujuan untuk memupuk kebersamaan antar masyarakat.

"Tak hanya kesenian warga Tionghoa yang ditampilkan, namun juga kesenian lokal. Ini benar-benar wujud dari keberagaman di Banyuwangi yang harus dimaknai sebagai realitas sosial yang mesti disikapi dengan bijak, yaitu dengan saling menghargai dan menghormati," ujar Anas.

"Meski di Banyuwangi banyak etnis, budaya, dan agama, tidak pernah ada polemik, Banyuwangi daerah aman dan damai sehingga tidak pernah ada konflik antarumat," tegasnya.

Anas menambahkan, perayaan Imlek ini juga sebagai upaya penguatan bersama warga Tionghoa dalam membangun Banyuwangi. Warga Tionghoa dan kelompok masyarakat lain mesti berpadu bersama pemerintah dalam membantu penyelesaian permasalahan kemasyarakatan, seperti problem siswa putus sekolah dan warga miskin.

Sudah tercatat, di Banyuwangi ada lima ribu anak yang putus sekolah. Saat ini, hanya tersisa 93 anak yang belum teratasi. Program ini akan lebih hebat jika para warga Tionghoa ikut serta terlibat bersama membantu pemerintah. Tidak hanya masyarakat Tionghoa, jika seluruh lapisan masyarakat di Banyuwangi program ini akan lebih mudah diselesaikan, tegasnya.

Suasana menjelang Imlek mengingatkannya kepada sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden keempat RI. Gus Dur merupakan tokoh yang memberi ruang bagi upaya saling menghargai dalam perbedaan. Gus Dur pula yang berinisiatif membuka ruang ekspresi kebudayaan bagi warga Tionghoa di negara ini.

"Pada masa Beliau menjabat sebagai Presiden, Budaya Tionghoa diberi ruang yang luas. Beliau adalah tokoh besar sekaligus ulama yang menjunjung tinggi toleransi. Karena itu, dalam peringatan semacam ini, kita harus berterima kasih kepada Almarhum (Gus Dur)," tutupnya, Anas. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 19:10 WIB

Menteri Airlangga: Peningkatan Investasi Dorong Tumbuhnya Populasi Industri

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyampaikan, peningkatan investasi dapat mendorong pertumbuhan populasi industri.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 17:53 WIB

Rupiah Senin Sore Menguat di Posisi Rp14.586

Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore (19/11/2018) ini menguat sebesar sembilan poin menjadi Rp14.586 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.595…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Senin, 19 November 2018 - 17:48 WIB

Presiden Jokowi: Perlu Inovasi Pembiayaan Infrastruktur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan saat ini pemerintahannya bicara mengenai infrastruktur, maka tidak mungkin menutupnya dari anggaran pemerintah saja, sehingga perlu inovasi pembiayaan.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 17:45 WIB

BRI Cabang Purwokerto Salurkan KUR Rp442,218 Miliar

Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sampai dengan Oktober 2018 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp442,218 miliar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 17:40 WIB

Menperin Airlangga: Relaksasi DNI Pacu Investasi Sektor Industri

Pemerintah terus berupaya meningkatkan nilai investasi, baik dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Investasi, khususnya di sektor industri, menjadi salah…