Miliki Potensi Besar, Sumber Daya Alam Halmahera Perlu Dioptimalkan

Oleh : Hariyanto | Rabu, 16 Mei 2018 - 10:18 WIB

Wilayah Halmahera
Wilayah Halmahera

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Guna meningkatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Halmahera yang cukup besar, baik di bidang pertambangan logam dan panas bumi, perikanan, serta pertanian, diperlukan pasokan listrik yang mencukupi kebutuhan atau demand yang terus tumbuh pesat seiring dengan selesainya pembangunan smelter pengolahan mineral di wilayah itu.

"Di Halmahera banyak terdapat potensi sumber energi alternatif, seperti panas bumi yang dapat mendukung energy security di masa depan, karena kalau panas bumi berkembang ini tidak terpengaruh oleh perkembangan global seperti naik turunnya harga minyak dunia," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sutijastoto, di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Menurut Sutijastoto, Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu provinsi di Kawasan Timur Indonesia yang kaya akan sumber daya alam. Maka dari itu Balitbang ESDM bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersinergi untuk mengoptimalkan pemanfaatan SDA di Provinsi Maluku Utara khususnya di Halmahera.

"Provinsi Maluku Utara sangat kaya dengan sumber daya alam, namun dari sisi sektor ekonominya tidak berkembang karena katanya perlu listrik, padahal Maluku Utara memiliki sumber energi yang belum dikembangkan optimal," ungkap Sutijastoto.

Dalam rangka mempercepat pengembangan ekonomi di Provinsi Maluku Utara ini, Pemerintah kemudian membagi Halmahera menjadi dua klaster berdasarkan letak wilayah yaitu, Halmahera Utara (Klaster Ekonomi 1) dan Halmahera Selatan (Klaster Ekonomi 2). Klaster Ekonomi 1 didominasi oleh industri pertambangan logam sementara Klaster Ekonomi 2 potensinya lebih beragam.

Melalui skema pengelompokkan klaster tersebut, diharapkan perekonomian Provinsi Maluku Utara tumbuh lebih cepat. Pulau Halmahera diharapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi karena memiliki potensi besar yaitu industri pengolahan pertambangan logam. Potensi hipotetik mineral Nikel di pulau Halmahera sebesar 238 juta ton yang dapat diolah menjadi Fero-Nikel (FeNi).

Beberapa calon investor telah menyampaikan minatnya untuk mengelola tambang tersebut dengan membangun smelter FeNi. Menurut Direktorat Pengusahaan Mineral bahwa untuk mengolah smelter Nikel sebesar 11 juta ton/tahun dibutuhkan kebutuhan energi sebesar 700 MW, artinya pasokan listrik yang dibutuhkan sangat besar. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) resmi memperkenalkan dealer Mazda, PT Majesty Auto Dinamika di Pulau Batam, pada Minggu, (18/11/2018).

Senin, 19 November 2018 - 09:42 WIB

Mazda Tambah Diler Baru di Batam

PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) resmi memperkenalkan dealer Mazda, PT Majesty Auto Dinamika di Pulau Batam, pada Minggu, (18/11/2018).

UOB Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 09:28 WIB

UOB-BKPM Berkolaborasi Memfasilitasi Investasi Asing ke Indonesia

PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia), UOB China, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia menyelenggarakan ASEAN Investment Seminar di Guangzhou, yang dihadiri oleh lebih…

Kerjasama Indonesia-Belanda

Senin, 19 November 2018 - 09:23 WIB

Kerjasama Indonesia dan Belanda Fokus Implementasikan Proyek Kerjasama Bidang Keairan

Kerjasama bilateral Indonesia - Belanda dalam bidang Keairan telah berlangsung lama dan terus berkembang. Isu yang menjadi perhatian bersama diantaranya adalah perlindungan terhadap muara sungai…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 09:20 WIB

Menperin Airlangga: Industri Manufaktur Topang Perekonomian Kepulauan Riau

Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor industri manufaktur. Untuk itu, pemerintah terus mendorong wilayah tersebut menjadi tujuan investasi dengan menciptakan…

Grand Khresna Yogyakarta (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 09:13 WIB

Grand Keisha Yogyakarta Melengkapi Industri Perhotelan di Jogjakarta

Sekali lagi Metropolitan Golden Management melebarkan sayapnya di Yogyakarta, Grand Keisha Yogyakarta by Horison Hotel berbintang 4 dengan design interior yang mewah berletak di Jl. Affandi…