Giliran Pemerintah Singapura Juga Keluarkan Travel Advice

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 14 Mei 2018 - 13:25 WIB

Lokasi Bom di Surabaya (Foto Dok Industry.co.id)
Lokasi Bom di Surabaya (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Negeri Jiran, Singapura juga turut mengeluarkan himbauan perjalanan atau travel advice bagi warganya yang berada ataupun yang sedang berpergian ke Indonesia. Himbauan perjalanan ini dikeluarkan pasca ledakan bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu pagi, (13/5/2018).

"Serangan ledakan bom mengakibatkan hilangnya nyawa tak berdosa dan menyebabkan banyak luka. Singapura mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga-keluarga yang berduka, dan berharap yang terluka cepat pulih," tulis dari laman Ministry of Foreign Affairs (MFA) Singapore, Minggu (13/5/2018).

MFA dan Kedutaan Singapura di Jakarta telah menghubungi warga Singapura yang terdaftar di Surabaya untuk memastikan keamanan mereka. Sejauh ini, tidak ada laporan warga Singapura yang terkena dampak langsung atau cedera akibat ledakan bom. Kedutaan Singapura akan terus memantau situasi dengan seksama dan berhubungan dengan otoritas Indonesia yang relevan.

Pihaknya juga meminta para warga Singapura di Surabaya harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk keselamatan pribadi mereka, mengindahkan instruksi dari pemerintah setempat, dan memantau secara ketat berita lokal. Anda harus tetap berhubungan dengan keluarga dan teman-teman sehingga mereka tahu Anda aman

Serta, meminta warganya melakukan e-Register dengan Kementerian Luar Negeri di https://eregister.mfa.gov.sg/. Para warga Singapura pun bisa menghubungi Kedutaan Besar Singapura di Jakarta di nomor +62 811 863 348 dan Kantor Departemen Luar Negeri Singapura di nomor +65 6379 8800 atau +65 6379 8855 jika membutuhkan bantuan mendesak.

Diketahui bom bunuh diri di Surabaya tersebut hingga pagi ini diketahui data terakhir yang diperoleh dari Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menyebutkan, 14 korban tewas dan 39 orang lainnya mengalami luka-luka.

Serangan bom juga kembali terjadi Senin pagi, 14 Mei 2018 di Mapolrestabes Surabaya, tepatnya pada pukul 08.50 WIB.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi melantik Siwi Sukma Adji sebagai KSAL, dan menaikkan pangkat jadi Laksamana, di Istana Negara (Foto: Rahmat/Humas)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:45 WIB

DPR Harap KASAL Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan berharap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji mampu meningkatkan profesionalisme para prajuritnya agar mampu menghadapi…

Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA Nasional), saat berbicara di acara Forum Promoter 2018 Polri yang membahas tema Solusi Menuju Indonesia yang Berdaulat Adil dan Makmur Melalui Ketahanan Pangan, Rabu, 23 Mei 2018

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:35 WIB

Indonesia Bisa Menjadi Lumbung Pangan Dunia Pada 2045

Pangan tidak hanya merupakan komoditas dan kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap orang. Tetapi pangan juga menjadi kepentingan nasional dan keamanan nasional bagi sebuah negara. Pangan memiliki…

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:33 WIB

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Era globalisasi dan makin terbukanya Indonesia bagi pasar asing menuntut lulusan perguruan tinggi di Indonesia memahami tantangan dan tuntutan bisnis saat ini sehingga mampu bersaing. Potensi…

PT.Bumi Serpong Damai Tbk. (PTBSD)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:00 WIB

BSDE Anggarkan Belanja Modal Rp6 Triliun di 2018

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menganggarkan Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal sebesar Rp4 triliun-Rp6 triliun pada tahun 2018.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 18:45 WIB

Harga Minyak Mentah Global Naik, CPO Malaysia Lanjutkan Penguatan Harga Pekan ini

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia pada perdagangan Rabu (23/05/18) dibuka pada level RM2.468 per ton, atau lebih rendah 0,36% dibandingkan harga pada penutupan sesi perdagangan…