Ekonomi Sumbar Triwulan Tumbuh 4,71 Persen

Oleh : Herry Barus | Selasa, 08 Mei 2018 - 14:42 WIB

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Foto Ist)
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat, ekonomi Sumbar triwulan I 2018 tumbuh sebesar 4,71 persen dengan besaran Produk Domestik Regional Bruto mencapai Rp55,41 triliun.

"Angka ini sedikit melambat dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yang berada pada posisi 5,01 persen," kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Senin (7/5/2018)

Menurutnya penurunan terjadi dari sisi produksi bersumber dari lapangan usaha industri pengolahan sebesar 4,86 persen serta turunnya kinerja komponen pengeluaran pemerintah hingga minus 44,48 persen.

"Salah satu industri pengolahan yang mengalami penurunan adalah minyak kelapa sawit karena perkebunan yang ada saat ini kondisinya sudah tua sehingga tidak produktif lagi," kata dia.

Sukardi memaparkan struktur perekonomian Sumbar pada triwulan I 2018 didominasi oleh tiga kategori utama yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan 23,59 persen, perdagangan besar, eceran dan reparasi mobil, sepeda motor 15,20 persen dan transportasi dan pergudangan 12,46 persen.

Sementara sektor yang tumbuh paling pesat adalah lapangan informasi dan komunikasi tumbuh 9,60 persen, jasa 8,94 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 8,4 persen, katanya.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi trasnportasi dan pergudangan merupakan sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,95 persen, perdagangan besar, eceran dan reparasi mobil, sepeda motor 0,85 persen dan konstruksi 0,68 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2018 terjadi pada hampir semua komponen kecuali ekspor luar negeri.

"Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit sebesar 8,91 persen, konsumsi rumah tangga 5,21 persen dan pembentukan modal tetap bruto 4,11 persen," ujar dia seperti dilansir Antara.

Ia menilai tingginya pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit karena pada empat daerah di Sumbar saat ini sedang melaksananan pilkada.

Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menilai salah satu cara mempercepat pertumbuhan ekonomi adalah melalui investasi karena Anggaran Pendapatan Belanja Daerah nilainya kecil.

"Memang ada banyak dana dari pusat, namun semuanya sudah ada ketentuan dan peruntukan, mengandalkan APBD sulit karena minim," lanjutnya.

Ia menambahkan salah satu sektor yang potensial untuk investasi di Sumbar saat ini adalah pariwisata karena pada daerah lain sudah jenuh, sementara di sini sedang menggeliat pertumbuhannya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sederet agensi terkenal Korea Selatan menjalin kerjasama untuk mendirikan perusahaan platform konten baru pada Kamis (19/7). (Foto: Soompi)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 19:30 WIB

Tujuh Agensi Korsel Jalin Kerjasama Dirikan Perusahaan Konten Baru

Sederet agensi terkenal Korea Selatan, mulai dari SM Entertainment, YG Entertainment, BigHit Entertainment, JYP Entertainment, FNC Entertainment, Star Empire, dan Mystic Entertainment menjalin…

Girls Group 'TWICE' (Foto: soompi/stardailynews)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:00 WIB

Pelaku Ancaman Pembunuhan Girlband TWICE Ditangkap Polisi

Seorang pengguna forum Ilbe membuat sebuah postingan yang berisi ancaman pembunugan terhadap personel TWICE Mina pada Juni 2017 lalu. Ia bahkan mengunggahnya dengan foto sebuah pisau.

Pesawat AirAsia Tampilkan Logo Wonderful Indonesia (Foto Dije)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:30 WIB

AirAsia X Pastikan Tambah 34 Airbus A330neo

Afiliasi AirAsia, AirAsia X memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus A330neo berbadan lebar.

Ilustrasi Exit Tol

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan…

Terminal LCC di Bandara Soetta (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:22 WIB

Terminal 4 Soetta Bukan untuk LCC

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak didesain untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).