Kadin: Indonesia Harus Mampu Memanfaatkan Kesempatan yang Disediakan Belt Road Initiative

Oleh : Herry Barus | Selasa, 08 Mei 2018 - 10:07 WIB

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang bertemu dengan sekitar 300 pengusaha nasional dalam gelaran Indonesia-China Business Summit untuk membahas kerja sama ekonomi kedua negara.

Kegiatan itu diadakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama dengan China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) di Jakarta, Senin (7/5/2018)

Keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, menyebutkan, acara yang jadi bagian kunjungan kenagaraan PM Li ke Indonesia itu juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla serta 600 undangan yang separuhnya merupakan pengusaha nasional.

"Tiongkok merupakan mitra penting dalam meningkatkan perekonomian nasional. Program pemerintahnya untuk merajut kembali jalur sutera modern Belt Road Initiative (BRI), yang sedang mereka jalankan untuk menghubungkan kembali dataran dan lautan dari Eropa sampai dengan Asia Tenggara memberikan kesempatan yang luar biasa, terutama bagi negara-negara kawasan terdekatnya," kata Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani.

Indonesia, menurut Rosan, memiliki peluang untuk bisa menarik investasi Tiongkok dalam inisiatif bernilai 4-8 triliun dolar AS tersebut. Terlebih, dengan bonus demografi dan letak geografi Indonesia.

"Oleh karena itu kita harus mampu menarik investasi dari mereka bagi kepentingan ekonomi nasional kita," katanya.

Indonesia, lanjut Rosan, juga tengah berpacu dengan waktu untuk menghindari peningkatan kelang menegah pada 2025 mendatang, yakni dengan mempercepat investasi.

"Dengan kondisi global saat ini, usaha menarik investasi asing akan semakin sulit. Untuk itu kita harus mencari mitra utama dan secara fokus mendekatkan diri kita dengan mereka," ujarnya.

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani menambahkan Indonesia harus mampu memanfaatkan kesempatan yang disediakan Belt Road Initiative. Salah satu yang fokus yakni pengembangan wilayah Indonesia bagian utara yang dapat berfungsi sebagai jembatan menuju ASEAN dan Asia Pasifik.

"Selain secara proaktif menawarkan proyek investasi, kita juga harus memperbaiki diri dengan terus melakukan reformasi ekonomi struktural secara menyeluruh, mulai dari menghilangkan proses birokrasi yang tidak perlu, menata sistem perijinan dan pajak, serta perbaikan infrastruktur dasar," katanya.

Pemerintah Tiongkok, lanjut Shinta, juga berencana untuk membantu program pengentasan kemiskinan melalui kerja sama dengan pengusaha-pengusaha lokal. Kadin Indonesia akan membentuk satuan tugas khusus untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Diharapkan kegiatan Indonesia-Tiongkok Business Summit dapa mempererat hubungan dagang dan investasi kedua negara yang sudah terjalin dengan baik dan membawanya ke tingkat yang lebih tinggi.

Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dengan total nilai perdagangan mencapai 58,8 miliar dolar AS pada 2017.

Dalam hal investasi, negeri tirai bambu tahun lalu juga merupakan investor terbesar ketiga dengan total investasi 3,3 miliar dolar AS dalam 1.977 proyek.

Investasi dari Tiongkok merupakan salah satu yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir di mana pada 2015 investasi mereka tercatat hanya 1 miliar dolar AS, kemudian pada 2016 naik sampai 2,6 miliar dolar AS.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Taksi Online (Ist)

Kamis, 20 September 2018 - 13:04 WIB

Dua Kali Ditolak MA, Kemenhub Atur Strategi Baru Rancang Aturan Taksi Online

Mahkamah Agung (MA) sudah terhitung dua kali mementahkan aturan transportasi yang dibuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait taksi online atau daring.

POPCON AWARD Film Indonesia Dok Industry.co.id)

Kamis, 20 September 2018 - 13:00 WIB

POPCON Asia 2018 Untuk Pertama Kalinya Gelar POPCON AWARD Film Indonesia

2018 merupakan tahun yang spesial bagi industri perfilman Tanah Air. Dalam waktu tiga tahun terakhir, jumlah penonton Film Indonesia semakin meningkat. Total penonton Film Indonesia di tahun…

Restu Pratiwi Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 20 September 2018 - 12:00 WIB

Yayasan Danamon Peduli Turut Promosikan Festival Pasar Rakyat di Banjarmasin

Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) kembali menggelar Festival Pasar Rakyat Banjarmasin 2018 (FPR) yang bertajuk Bakunjang ka Pasar atau yang artinya ajakan untuk berkunjung ke pasar tradisional/rakyat.…

Bank BJB

Kamis, 20 September 2018 - 11:28 WIB

Prospek Peringkat Bank BJB Stabil

INDUSTRY.co.id

Pefindo Sematkan Peringkat idAA-Bank Jabar Banten (BJBR) dan obligasi berkelanjutan I/2017. Pefindo juga menegaskan peringkat idA untuk obligasi…

Kementerian PUPR dan K-Water Tandatangani MoU Kerjasama Manajemen Sumber Daya Air

Kamis, 20 September 2018 - 10:38 WIB

Kementerian PUPR dan K-Water Tandatangani MoU Kerjasama Manajemen Sumber Daya Air

Kementerian PUPR dengan Korea Water Resources Corporation (K-Water) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama di bidang pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh Dirjen Sumber Daya…