Askarindo: Pengadaan Bus Truk Pemerintah Utamakan Karoseri Lokal

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 25 Januari 2017 - 13:50 WIB

Ilustrasi PO Bus. (Robertus Pudyanto/Getty Images)
Ilustrasi PO Bus. (Robertus Pudyanto/Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ketua Umum DPP Askarindo (Asosiasi Karoseri Indonesia), Sommy Lumadjeng mengatakan, industri karoseri nasional pada umumnya mampu membuat karoseri bus dan truk, baik terkait kualitas maupun desain yang menarik.

"Semetara dua, tiga tahun terakkhir industri karoseri di dalam negeri lesu, karena minimnya order pembuatan karoseri kendaraan bus, truk maupun niaga. Lesunya permintaan pembuatan karoseri ini dampak dari menurunnya aktivitas bisnis di sektor lain, seperti pertambangan batu bara maupun pekebunan kelapa sawit dan sektor usaha lainnya," paparnya kepada INDUSTRY.c.id,  Rabu (26/1/2017)

Ungkapan Ketua Umum DPP Askarindo ini berkaitan akan diselenggarakannya pameran Indonesia Internasional Bus & Truck (IIBT) 2017 kembali akan digelar mulai 29 Maret hingga 1 April mendatang di JIExpo Kemayoran. Pameran ini juga menjadi berkumpulnya industri kendaraan komersial (Bus, Truck, dan Peralatan berat) .

Pada kesempatan itu Sommy berharap adanya dukungan pemerintah yang konkrit, agar industri karoseri Indonesia bisa menggeliat kembali. Diantara dukungan nyata tersebut, yaitu dalam setiap pengadaan barang berupa bus dan truk di lingkungan instansi pemerintah maupun BUMN atau BUMD lebih mengutamakan buatan industri karoseri nasional.

"JIka pemerintah memberikan order kepada industri karoseri di dalam negeri, tentu industri ini akan maju. Karena industri karoseri ini merupakan industri padat karya yang banyak melibatkan tenaga kerja, sehingga masyarakat pun memiliki penghasilan. Ini berarti termasuk dari upaya penghematan devisa," imbuhnya.

Menurut dia, apabila pemerintah mengutamakan bus dan truk impor dalam setiap pengadaan barang, berarti sama saja tidak berpihak kepada industri dalam negeri. Sementara yang menimpa devisa adalah warga negara dan industri pembuat bus dan truk di luar negeri.

"Askarindo siap mengerjakan atau membuat karoseri bus maupun truk sesuai spesifikasi, asalkan pemesanannya tidak mendadak, melainkan dengan perencanaan yang matang. Sementara ini tender pengadaan bus, truk maupun kendaraan lainnya di lingkungan instansi sering mendadak," ujar Sommy.

Sementara Sekretaris Jenderal DPP Askarindo, T.Y. Subagio menambahkan permintaan bus dalam proyek pengadaan barang pemerintah pada tahun 2016 lalu sangat sedikit, yaitu hanya 600 unit.

"Saya yakin pada tahun 2017 akan ada peningkatan permintaan bus di lingkungan pemerintah sebanyak 1000 unit," jelas Subagio

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Senin, 20 November 2017 - 10:31 WIB

Start-up E-Commerce Asal Thailand Dapat Pendanaan Seri B Senilai US$ 65 Juta

start-up yang menyediakan berbagai layanan e-commerce asal Thailand, aCommerce hari ini, Senin (20/11/2017) resmi mengumumkan bahwa mereka telah mendapat pendanaan Seri B senilai US$ 65 juta…

Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama KSEI (Foto: Tribunnews)

Senin, 20 November 2017 - 10:28 WIB

Ini Saran KSEI Terhadap Investor

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendorong investor turut berpartisipasi ke pasar modal dengan analisa dua hal.

Siloam Manado: Mencegah Risiko Jantung Koroner dengan Pola Hidup Sehat

Senin, 20 November 2017 - 10:20 WIB

Minat Tinggi Masyarakat di Manado akan Informasi Kesehatan Seputar Jantung

Talk show Mencegah Risiko Jantung Koroner dengan Pola Hidup Sehat rupanya diminati masyarakat di kota Manado. Atensi tersebut terlihat saat RS Siloam Manado menggelar talkshow itu diloby rumah…

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Senin, 20 November 2017 - 10:11 WIB

Indonesia Punya Prospek Kekuatan Ekonomi Besar

Kapolri Jenderal Tito Karnivian memperkirakan ekonomi Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor 5 pada 2035, analisanya berdasarkan survei IMF dan Bloomberg

Matahari Department Store

Senin, 20 November 2017 - 09:55 WIB

Meski Tutup Dua Gerai, Matahari Department Store Tetap Lakukan Ekspansi

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan menutup dua gerai Matahari Department Store (MDS) yang berada di Taman Anggrek dan MDS Lombok City Center.