Tembus US$ 5,36 Miliar, Ekspor Kulit dan Alas Kaki Lampaui Pertumbuhan Nilai Ekspor Dunia

Oleh : Ridwan | Sabtu, 05 Mei 2018 - 13:05 WIB

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih bersama Bupati Sidoarjo Saifullah
Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih bersama Bupati Sidoarjo Saifullah

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Data Trade Map menunjukkan perkembangan ekspor kulit, barang jadi kulit dan alas kaki tumbuh 6,53 persen pada 2017 menjadi 5,36 miliar dolar AS dari 5,01 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.

“Peningkatan kinerja ekspor Indonesia melebihi pertumbuhan nilai ekspor dunia yang hanya sebesar 0,19 persen,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Gati Wibawaningsih melalui keterangannya di Jakarta (4/5/2018).

Gati mengatakan kenaikan ini jelas memberikan harapan besar bagi para pelaku industri alas kaki dan barang dari kulit.

“Hal ini menunjukkan bahwa industri kulit, barang jadi kulit dan alas kaki Indonesia memiliki kekuatan daya saing di atas rata-rata dunia,” ujarnya.

Menurut Gati, lertumbuhan industri alas kaki di Indonesia saat ini berkembang pesat, terlihat dari sebaran IKM alas kaki di Indonesia yang mencapai kurang lebih 32.562 IKM dengan sebaran tenaga kerja sebanyak 113.907.

Secara makro, dalam periode lima tahun (2012-2016) terjadi peningkatan signifikan terhadap konsumsi perkapita masyarakat indonesia terhadap alas kaki yang semula hanya 1.8 pasang menjadi 3.3 pasang per tahun.

“Melihat potret pasar saat ini, artinya rata-rata kebutuhan sepatu orang indonesia lebih dari 3 pasang per tahun. Dan di masa datang konsumsi alas kaki akan semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan tingkat kemakmuran (daya beli),” jelas Gati.

Lebih lanjut, ia menuturkan, sektor ini tumbuh sebesar 8,51 persen di tahun 2016. Dilihat dari kontribusinya, sektor ini telah menyumbang PDB nasional sebesar 1,56 persen pada tahun 2016 dari sektor non migas.

Melihat data capaian nilai ekspor pada akhir tahun 2016, untuk sektor alas kaki berada pada 4,65 juta dolar AS, yang berarti sektor alas kaki terus mengalami surplus dan terjadi kenaikan dari tahun 2015 sebesar 4,50 juta dolar AS.

Berdasarkan World Footwear Market 2016, Asia masih mendominasi 87 persen produksi alas kaki dunia, dan Indonesia pada posisi ke-4 dengan total produksi 1 milyar pasang lebih atau sekitar 4,4 persen kontribusi produksi alas kaki dunia.

Sejalan dengan hal tersebut, membaiknya perekonomian negara-negara maju, terutama Amerika Serikat (AS) berdampak positif bagi ekspor produk tekstil nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor industri pakaian jadi Indonesia pada 2017 tumbuh 9,89 persen menjadi 7,93 miliar dolar AS atau sekitar Rp 107 triliun dari tahun sebelumnya.

Angka tersebut berhasil melampaui nilai ekspor pada 2013, yakni 7,43 miliar dolar AS dan menjadi yang terbesar dalam 5 tahun terakhir.

Gati mengatakan kondisi persaingan global saat ini semakin terbuka, sehingga industri dituntut untuk dapat meningkatkan daya saingnya, baik melalui peningkatan kualitas ataupun standar produk yang dipersyaratkan oleh buyers dengan didukung sistem manajemen produksi yang efisien. 

"Diharapkan produk Indonesia akan terus dapat bersaing dikancah pasar global," tutup Gati. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Suasana diskusi yang bertajuk “Kasus Privatisasi JICT Jilid II (2015-2039), Kemana Pemerintah dan KPK” yang digelar Serikat Pekerja (SP) JICT di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta, Kamis (21/03/2019) petang.

Jumat, 22 Maret 2019 - 20:49 WIB

Pakar Hukum UGM: Perpanjangan Kontrak Pelindo II dan Hutchison Ports Tetap Sah

Oce Madril, pakar Tindak Pidana Korupsi Universitas Gajah Mada (UGM), menilai perjanjian perpanjangan kontrak PT Jakarta International Container Terminal (JICT) antara PT Pelindo II dan Hutchison…

Tommy Soeharto Ketum Partai Berkarya (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 22 Maret 2019 - 20:00 WIB

Tommy Soeharto: Kami Hadir Memberi Bukti, Bukan Janji

Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto mengatakan partainya berkomitmen memberi solusi dan bukti, bukan janji, untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Jumat, 22 Maret 2019 - 19:05 WIB

Kemenperin Dorong IKM Logam Perluas Kemitraan Dengan Perusahaan Otomotif

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menegah dan Aneka (IKMA) meenggelar acara Kick-Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif Nasional.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi sentra IKM logam Ngingas, Sidoarjo, Jawa Timur

Jumat, 22 Maret 2019 - 18:18 WIB

IKM Siap Berkontribusi dalam Rantai Pasok Industri Otomotif Nasional

Industri Kecil Menengah (IKM) siap berkontribusi dalam rantai pasok industri otomotif nasional yang diwujudkan melalui keberhasilan Koperasi Batur Jaya (KBJ) yang sejak awal Januari 2019 berhasil…

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Jumat, 22 Maret 2019 - 18:00 WIB

Tingkat Layanan Jalan Tol, Menteri Rini Ikut Simulasi RFID Jasa Marga

PT Jasa Marga Tbk menggelar simulasi transaksi nir sentuh berbasis Radio-Frequency Identification (RFID) atau Single Lane Free Flow (SLFF) untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi para…