Begini Cara Kabupaten Bantul Kenalkan Kuliner Khas Daerahnya

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 04 Mei 2018 - 12:30 WIB

Ingkung, Kuliner Khas Kecamatan Pajangan, Bantul, DIY (Foto: yogyakarta.panduanwisata.id)
Ingkung, Kuliner Khas Kecamatan Pajangan, Bantul, DIY (Foto: yogyakarta.panduanwisata.id)

INDUSTRY.co.id, Bantul - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mempromosikan sentra kuliner khas daerah ini melalui program travel dialog atau perjalanan pemangku kepentingan pariwisata dengan pelaku wisata ke luar daerah.

"Di Bantul ada beberapa sentra kuliner khas dan kalau pemasarannya bisa lewat kegiatan kami, travel dialog ke luar kota," kata Kepala Seksi (Kasi) Analisis Pasar dan Kerja Sama Dinas Pariwisata Bantul Issri Putranti di Bantul, Kamis (3/5/2018).

Menurut dia, beberapa sentra kuliner di antaranya kuliner ingkung di Kecamatan Pajangan, mides (mi pedas) di Desa Srihardono, Pundong, dan sate klatak atau daging kambing di sepanjang Jalan Imogiri Timur.

Ia mengatakan, secara umum dukungan pengembangan sentra kuliner itu melibatkan beberapa dinas terkait, misalnya dari Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian terkait usahanya, kemudian Dinas Kesehatan tentang jaminan keamanan pangan.

"Jadi dengan travel dialog ke luar kota, kami juga mengundang stakeholder pariwisata dan pelaku wisata setempat, dari kami melakukan presentasi di sana terkait dengan kuliner dan sampel oleh-oleh di sana," katanya.

Putranti menjelaskan, pada tahun ini setidaknya diadakan dua kali kegiatan travel dialog ke luar daerah, bekerja sama dengan dinas terkait di Cirebon, Jawa Barat, dan dengan dinas di Pekalongan, Jawa Tengah.

Ia mengatakan, melalui kegiatan travel dialog itu juga dari stakeholder pariwisata dan pelaku wisata dari dua daerah itu ketika melakukan perjalanan ke Bantul diarahkan selain ke destinasi wisata juga menikmati kuliner khas Bantul.

Selain travel dialog, kata dia, promosi sentra kuliner juga dilakukan melalui aplikasi Dinas Pariwisata, juga melalui Duta Wisata Bantul baik lewat media sosial maupun program pertukaran pelajar dengan daerah lain.

"Kemudian juga ada pameran pariwisata, kegiatan ini dilakukan bertujuan selain mengenalkan destinasi wisata juga wisata kuliner di Bantul. Untuk pameran ini dilakukan di empat lokasi, yaitu Batam, Bali, Jakarta, dan Surabaya," katanya. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Foto: Kemenpar)

Rabu, 23 Mei 2018 - 14:30 WIB

Tingkatkan Kinerja, Menpar Luncurkan Budaya Kerja WIN Way

Menteri Pariwisata meluncurkan budaya kerja WIN Way pada Rabu (23/5/2018). WIN Way ini merupakan implementasi Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Presiden di level internal Kementerian Pariwisata.…

Speaker HomePod milik Apple versi harga murah.

Rabu, 23 Mei 2018 - 14:19 WIB

Speaker HomePod Versi Murah Milik Apple Tengah Dipersiapkan

Apple Inc. saat ini tengah mempersiapkan HomePod baru dengan harga yang lebih terjangkau. HomePod versi murah milik Apple ini akan diberi nama Beats. Sebelumnya, HomePod Apple sedikit tertinggal…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 23 Mei 2018 - 14:15 WIB

BI: Kebutuhan Uang Tunai Lebaran Rp188,2 Triliun

Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi memperkirakan kebutuhan uang tunai selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2018 mencapai Rp188,2 triliun secara nasional.

Ilustrasi Dana Haji

Rabu, 23 Mei 2018 - 14:15 WIB

23 Proyek Pembangunan Pakai Skema Pembiayaan Dana Haji

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengalokasikan dana Rp13 triliun untuk investasi proyek-proyek pembangunan di dalam negeri. Proyek tersebut akan difasilitasi Center for Private Investment…

Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki jumlah usaha mikro yang cukup banyak mencapai 53.431 unit. Omzet yang diperoleh usaha mikro tersebut hingga Rp1,79 triliun pada 2017 naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,56 triliun.

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:51 WIB

Kinerja Usaha Mikro Kabupaten Garut Capai Rp 1,79 triliun

Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki jumlah usaha mikro yang cukup banyak mencapai 53.431 unit. Omzet yang diperoleh usaha mikro tersebut hingga Rp1,79 triliun pada 2017 naik dari tahun sebelumnya…