Indonesia Masuk Ranking 16 Sebagai Negara Ramah Vegetarian

Oleh : Chodijah Febriyani | Rabu, 02 Mei 2018 - 17:14 WIB

Konser Budaya Alam Nusantara 2018 (Foto: Chodijah Febriyani/Industry.co.id)
Konser Budaya Alam Nusantara 2018 (Foto: Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Salah satu bentuk memperkenalkan dan mempromosikan menu makanan vegetarian di Indonesia, Bersama dengan Kementerian Pariwisata, Rumah Alam Bahagia menggelar sebuah Konser Budaya Alam Nusantara (KBAN) 2018 yang akan digelar di Ciputra Artpreneur Kuningan, Jakarta pada tanggal 6 Mei 2018.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan bahwa potensi Indonesia bagi wisatawan vegetarian dari seluruh dunia sangat besar. Terbukti tercatat ada 500 juta orang di seluruh dunia yang memilih untuk menjadi seorang vegetarian.

Dari jumlah 500 juta orang itu, peringkat pertama diduduki oleh India yang mencapai 70 persen.

"Masyarakat India tercatat ada 350 juta orang yang memilih untuk menjadi vegetarian. Sedangkan Cina 50 juta orang, lalu posisi ketiga ada Amerika Serikat. Kalau Indonesia jumlahnya relatif kecil, hanya 2 juta vegetarian, yang menetapkan Indonesia di ranking 12," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam jumpa pers Konser Budaya Alam Nusantara (KBAN) 2018, di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Sementara, menurut The Global Vegetarian Index, Indonesia menduduki peringkat ke 16 dari 183 negara yang ramah vegetarian atau masuk Top-20 Vegetarian Friendly Countries.

"Indonesia masuk ke peringkat 16 sebagai destinasi Top-20 Vegetarian Friendly Countreis . Ini menunjukan Indonesia memiliki potensi menjadi salah satu negara destinasi wisata vegetarian," jelas Menpar.

Adapun kota yang masuk ke dalam Top-20 Vegetarian Friendly Conuntries yaitu, Seychelles berada di urutan pertama, lalu dilanjutkan oleh Thailand dan Malaysia yang duduk di posisi ketiga.

Sementara menurut Pembina Rumah Alam, Fatima Liduan mengatakan penyelenggaraan KBAN 2018 ini akan mengusung tema "Harmonis Merangkai Keragaman Menuju Dunia Satu Keluarga". 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.