Menperin Sambut Baik Keputusan Industri Dapat Impor Langsung Gas

Oleh : Herry Barus | Rabu, 25 Januari 2017 - 04:06 WIB

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (Ridwan/INDUSTRY.co.id)
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (Ridwan/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pemerintah mengizinkan industri untuk secara langsung melakukan impor gas sebagai upaya untuk menjamin pasokan gas bagi dunia industri di Tanah Air, sekaligus mendongkrak daya saingnya di era kompetisi global.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto setelah rapat terbatas tentang harga gas untuk industri yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (24/1/2017) , mengatakan saat ini sudah ada izin untuk dilakukan impor gas.

"Sudah diizinkan untuk dilakukan impor gas. Ya nanti akan dibahas bagaimana mekanismenya," kata Airlangga.

Dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden tersebut, dibahas terutama mengenai regulasi impor gas dimana ada sektor-sektor tertentu yang diperbolehkan melakukan impor gas secara langsung.

"Tergantung nanti sektor apa yang diberikan, apakah ini sektor atau perwilayahan, nanti akan dibahas," ujarnya.

Airlangga mengatakan dari beberapa sektor yang belum terakomodasi harga gas baru tiga yang sudah diizinkan untuk melakukan impor gas yakni industri baja, petrokimia, dan pupuk.

"Sekarang ini sektornya yang baru diberikan adalah baja, petrokimia, dan pupuk. Ini kan karena menggunakan formula, maka masing-masing harus detail. Perusahaan per perusahaan. Nah ini yang harus ditindaklanjuti perusahaan perperusahaannya," tuturnya.

Setelah rapat tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden ingin industri lebih kompetitif dan berdaya saing ditunjang tingkat kemudahan bisnis yang semakin baik di Indonesia.

Dengan begitu, persoalan menyangkut gas akan segera diselesaikan oleh pemerintah agar harganya kompetitif.

"Maka diberikan ruang untuk industri agar bisa impor gas secara langsung dengan harga yang lebih rendah karena di Timur Tengah harga gas lebih rendah. Tapi tidak dibuka ruang untuk terciptanya 'middleman' atau perantara," jelas Pramono.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, kebijakan itu sebagai pertimbangan agar industri di dalam negeri lebih kompetitif dan berdaya saing serta mendorong ease of doing bussiness.

Menurutnya, Menteri ESDM diberi kesempatan untuk menentukan harga gas, karena struktur harga gas di Indonesia dibuat tetap, sehingga ketika harga minyak tinggi harga gas akan mengikuti lebih tinggi.

"Sekarang ini harga gas kita ada yang memang di 4 dolar AS per mmbtu, tapi juga ada rata-rata masih 6 dolar AS per mmbtu. Untuk itu, Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres Nomor 40/2016) yang mengatur tentang hal tersebut agar harga bisa diatur di bawah 6 dolar, terutama untuk kepentingan pupuk, kepentingan petrokimia, dan sebagainya," kata Pramono, .


Komentar Berita

Industri Hari Ini

Film Bintang Ketjil produksi tahun 1963 yang direstorasi oleh Pusbangfilm

Rabu, 19 Desember 2018 - 09:50 WIB

Pusbangfilm Kemendikbud Restorasi Film Bintang Ketjil Produksi 1963

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (pusbangfilm) berhasil merestorasi film Bintang Ketjil karya sutradara Wim Umboh dan Misbach Jusa Biran…

Deretan Gelang dan Tali Jam STRAPS yang siap memenuhi permintaan konsumen.

Rabu, 19 Desember 2018 - 09:32 WIB

Bermula dari Tali Jam STRAPS Jadi Produk Fashion Kekinian

Bagi kalangan anak milenial, straps, atau juga dikenal sebagai gelang dengan motif khusus sudah tidak asing lagi. Banyak yang mengenakannya sebagai bagian dari mode, ada juga yang menjadikannnya…

Bendungan Logung

Rabu, 19 Desember 2018 - 09:22 WIB

Mulai Diisi, Bendungan Logung Mampu Mengairi 5.296 Ha Irigasi dan Destinasi Wisata Baru Kudus

Bendungan Logung merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun tahun 2015-2019 untuk mewujudkan Nawacita Pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla membangun ketahanan…

IHSG

Rabu, 19 Desember 2018 - 09:20 WIB

Bursa Asia Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan

Jakarta - Adanya imbas pelemahan bursa saham global sebelumnya membuat laju bursa saham Asia masih mengalami pelemahan. Aksi jual masih kerap terjadi. Bahkan kian diperparah dengan adanya pelemahan…

Mata uang Rupiah (Foto Ist)

Rabu, 19 Desember 2018 - 08:59 WIB

Sentimen Positif Bakalan Kuatkan Rupiah Hari Ini

Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14515-14588. Pergerakan Rupiah yang menguat terlihat belum dapat merubah tren pergerakan sidewaysnya. Akan tetapi, kondisi ini berubah…