Kuliner Indonesia Meriahkan Festival Kuliner di Rusia

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 01 Mei 2018 - 10:00 WIB

Kuliner Indonesia, Sate Ayam (Ist)
Kuliner Indonesia, Sate Ayam (Ist)

INDUSTRY.co.id, London - Bekerja sama dengan Restoran Grabli Moskow, Keduataan Besar RI Moskow mengelar Festival Kuliner Indonesia yang berlangsung secara serentak di delapan gerai restoran selama tiga minggu, 27 April-18 Mei 2018.

Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, Senin menyebutkan acara pembukaan secara resmi dipusatkan di salah satu Restoran Grabli di sebuah pusat perbelanjaan yang besar dan strategis Children`s World Department Store (Detskiy Mir) di Lubyanka, sekitar 750 meter dari Lapangan Merah dan Kremlin.

Direktur Komersial Restoran Grabli, Alexander Rozhnikovsky mengatakan festival seperti ini baru pertama kali dilakukan di Grabli. Pengunjung tidak hanya menikmati makanan Indonesia, tetapi juga nuansa Indonesia melalui dekorasi dan iringan musik, serta pertunjukan budaya Indonesia.

"Mengembangkan menu eksotis dengan bahan langka di Rusia untuk jaringan besar restoran seperti Grabli dengan harga kompetitif merupakan suatu tantangan nyata. "Tapi kami mendapat dukungan dan kerja sama dari juru masak profesional Indonesia dan KBRI Moskow," ujar Alexander Rozhnikovksy salah satu pemilik dari Restoran Grabli.

Menurut Alexander, setiap hari sekitar 20 ribu orang mengunjungi seluruh jaringan Restoran Grabli. Diharapkan festival ini dapat turut memperkenalkan Indonesia dan budayanya kepada warga Moskow dan pengunjung Ibukota Rusia ini.

Festival Kuliner Indonesia menampilkan berbagai sajian makanan Indonesia yang eksotik mulai dari menu pembuka, menu utama hingga menu penutup.

Terdapat 10 menu yang disajikan selama festival, di antaranya urap, soto ayam, nasi goreng, risoles, sate ayam, semur daging dan lainnya.

Makanan Indonesia diolah dan disiapkan lima juru masak profesional Indonesia yang didatangkan dari Belanda.

Menurut salah seorang warga Rusia, Inna Izykheeva, Festival Kulier Indonesia akan sangat menarik bagi warga dan tamu Moskow. Kuliner Indonesia memiliki ciri khas dan cita rasa tersendiri dengan bumbu yang digunakannya dibandingkan kuliner negara lain.

Sementara itu Dubes Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi mengatakan Festival Kuliner Indonesia ini dilaksanakan tidak hanya untuk mempromosikan kuliner dan budaya Indonesia di Rusia, tetapi juga peluang ekonomi, bisnis, dan pariwisata.

Di Rusia tidak ada kecap dan beberapa rempah-rempah, seperti kemiri, laos, dan lainnya. Grabli bersedia untuk impor dari Indonesia, ujarnya dan ia berharap akan ada restoran di Moskow menyajikan kuliner Indonesia.

Semakin populernya masakan Indonesia diharapkan dapat mendorong warga Rusia untuk berwisata ke Indonesia, ujarnya.(Ant)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BKPM

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:50 WIB

BKPM Fokus Tingkatkan Koordinasi Pusat-Daerah Dukung OSS

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan fokus untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi antara pusat dan daerah dalam implementasi sistem pelayanan yang terintegrasi secara elektronik…

Pengerjaan Proyek Infrastruktur (foto: Humas)

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:46 WIB

Waketum Kadin: Sektor Konstruksi Merupakan Bisnis Yang Paling Menarik

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Erwin Aksa menyatakan bahwa sektor konstruksi sekarang merupakan bisnis yang paling menarik karena pemerintah gencar membangun infrastruktur.

PT Indika Energy Tbk (INDY) (Foto Tambang)

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:42 WIB

Akhir Pekan IHSG Bakalan Tertekan

Diperkirakan IHSG akan bergerak kembali cenderung tertekan diakhir pekan dengan rentan support resistance 5814-5900. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantarnya INDY, LPPF, TKIM, AALI,…

Densus 88 (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:37 WIB

Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Bandung

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggeledah sebuah rumah di kawasan Mekar Wangi, Kota Bandung, Jawa Barat karena dihuni oleh seorang terduga teroris.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Jumat, 20 Juli 2018 - 07:35 WIB

BKPM Minta Tambahan Anggaran untuk OSS

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta tambahan anggaran sekitar Rp200 miliar per tahun untuk operasional sistem pelayanan yang terintegrasi secara elektronik (Online Single Submission/OSS).