Tahun 2018, Kinerja Industri Keramik Nasional Tak Bisa Diharapkan

Oleh : Ridwan | Senin, 30 April 2018 - 14:45 WIB

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga (Foto: Herlambang/ Industry.co.id)
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga (Foto: Herlambang/ Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kinerja industri keramik nasional pada tahun 2017 masih belum banyak perubahan jika dibandingkan pada tahun 2016.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga saat ditemui INDUSTRY.co.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Memang saat ini ada beberapa industri mulai meningkatkan kapasitas produksinya, tetapi kesempatan tersebut dikarenakan beberapa industri yang lain stop produksinya, sehingga yang lain bisa menaikkan produksinya," katanya.

Ia menambahkan, industri keramik berharap pada 2017 lalu setidaknya ada sedikit peningkatan dari tahun 2016. Pasalnya, ada tren sedikit membaik dimulai pada kuartal terakhir 2017, namun tren tersebut hanya sementara.

"Tahun 2018 kembali dalam posisi yang tidak dapat diharapkan," terang Elisa.

Menurut Elisa, prinsip industri keramik sejatinya memang sedapat mungkin memproduksi sebanyak-banyaknya kuantity, karena hal tersebut sangat membantu dalam mengurangi biaya produksi.

"Kalau kita lihat beberapa harga produk keramim justru harga jualnya cenderung rendah padahal biaya produksi cenderung meningkat, hal tersebut terpaksa dilakukan untuk menekan biaya produksi. Situasi seperti ini tidak sehat, industri itu sebaiknya harus ada profit agar bisa bertahan jangka panjang dan bisa ekspansi. Kalau falam posisi seperti ini berat bagi industri untuk bisa bertahan dalam waktu yang lama," paparnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, industri yang berjalan saat ini tidak semua menghasilkan dan mendapatkan profit yang diharapkan. Menurutnya, saat ini industri mau tidak mau mengobral harga barangnya, tetapi kondisi seperti ini tidak baik untuk waktu yang terlalu lama.

"Proyeksi 2018 tidak beda jauh dari tahun sebelumnya, maka kita tetap berharap industri keramik mulai tumbuh. Karena memang populasi yang meningkat akan menumbuhkan kebutuhan keramik nasional," ungkap Elisa.

Oleh karena itu, Elisa meminta kepada pemerintah dan seluruh stakeholder untuk dapat menjaga jangan sampai kebutuhan masyarakat Indonesia lebih banyak dipenuhi dari impor, karena banyak hal yang dapat mempengaruhi industri keramik nasional.

"Masuknya barang impor merupakan ancaman yang harus dijaga oleh pemerintah demi kelangsungan hidup industri keramik nasional," tutur Elisa.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

CEO TelkomGroup Alex J. Sinaga (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:43 WIB

Jelang Pembukaan Asian Games, Telkom Pantau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai Official Prestige Telco Partner Asian Games 2018 memastikan bahwa layanan telekomunikasi milik TelkomGroup siap untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan…

Ilustrasi. Turis asal Amerika Serikat belajar membatik di kampung batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/6). Antara Foto/Maulana Surya.

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:43 WIB

Pebisnis Wisata Yakin Kunjungan 17 Juta Turis Tercapai, Ini Alasannya

Kalangan pelaku usaha yang bergerak di bidang industri pariwisata optimistis perhelatan olahraga akbar Asian Games 2018 bakal mendatangkan 500.000 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.…

Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani (INDUSTRY.co.id)

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:40 WIB

Kadin Ajak Pengusaha Konversikan Hasil Ekspor ke Rupiah

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama pemerintah dan Bank Indonesia berupaya untuk memperkuat dan menstabilkan nilai tukar rupiah.

Presiden Jokowi di DPR (Foto Dok Sitkab)

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:30 WIB

Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi di DPR 2018

Jakarta - Berikut disampaikan versi lengkap pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI di depan Sidang Bersama DPR RI dan DPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD…

Penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) antara Pelindo III dan tiga perusahaan, yaitu PT Muria Sumba Manis, PT Sriboga Flour Mill, dan PT lndonesia Bulk Terminal.

Kamis, 16 Agustus 2018 - 14:29 WIB

Pelindo III Incar Pemasok Air Bersih di Kawasan Industri Bersih dan Terminal Pelabuhan

Pelindo III terus mengeksplorasi berbagai potensi pasar di luar bisnis utamanya sebagai operator pelabuhan dan properti. Kini BUMN tersebut mulai mengincar pasar pemasok kebutuhan air bersih…