Sequis Ajak Perempuan Indonesia Melek Finansial

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 23 April 2018 - 18:52 WIB

(kika) Regional Head of Agency Development Sequis Fourrita Indah,CFP,CEC - Perancang Busana Indonesia Bunda Anne Avantie - Presenter dan agen Sequis Life sejak tahun 2016 Donna Agnesia
(kika) Regional Head of Agency Development Sequis Fourrita Indah,CFP,CEC - Perancang Busana Indonesia Bunda Anne Avantie - Presenter dan agen Sequis Life sejak tahun 2016 Donna Agnesia

INDUSTRY.co.id, Jakarta  -Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PT Asuransi Jiwa Sequis Life mendukung literasi keuangan bagi perempuan Indonesia yaitu agar memiliki pengetahuan tentang keuangan khususnya asuransi jiwa dan kesehatan.

Dukungan itu diwujudkan melalui kontribusinya dalam ajang Festival Budaya dan Kuliner di Mall Pakuwon Surabaya melalui talkshow dengan tema "Awan di Langit Tidak Selalu Biru" bersama Regional Head of Agency Development Sequis Fourrita Indah, CFP, CEC, presenter dan agen Sequis Life sejak tahun 2016 Donna Agnesia  serta perancang busana Indonesia Bunda Anne Avantie.

Sequis juga secara simbolis menyerahkan 100 asuransi Personal Accident (PA) senilai total Rp1 miliar  kepada sejumlah penyandang disabilitas. Sequis juga menyumbang21 kruk, 21 unit kursi roda dan 21 tongkat tunanetra kepada Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia.

Sequis dan Anne Avantie telahmenjalin kerja sama dalam beberapa kegiatan sejak tahun 2014 karena adanya kesamaan visi dan misi untuk membantu masyarakat dan perempuan Indonesia mewujudkan hari esok mereka yang lebih baik.

“Kali ini di Surabaya, Sequis menggandeng Anne Avantie melalui kegiatan Peduli Kasih. Sequis memberikan asuransi perlindungan terhadap kecelakaan atau Personal Accident (PA) secara gratis dengan Uang Pertanggungan sebesar Rp 1 miliar kepada sejumlah penyandang disabilitas. Kami juga turut menyumbang 21 kruk, 21 unit kursi roda dan 21 tongkat tunanetra kepada Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia," ujar Head of Corporate Branding, Marketing and Communication Sequis Felicia Gunawan dalam keterangannya, Senin (23/4/2018).

Dijelaskannya, melalui acara ini, Sequis ingin mensosialisasikan asuransi jiwa dan kesehatan kepada perempuan Indonesia karena perempuan yaitu ibu berperan besar sebagai pengambil keputusan keuangan dalam keluarga.

Misalnya saja, asuransi jiwa akan membantu memberikan perlindungan dari risiko finansial untuk kelangsungan hidup masa depan keluarga. Sedangkan dengan asuransi kesehatan, akan membantu tertanggung yang harus menjalani perawatan medis, bisa mendapatkan perawatan kesehatan yang berkualitas. Dengan demikian,  agar finansial keluarga tetap terjaga.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 21 September 2018 - 21:32 WIB

Jokowi-Ma`ruf Amin Nomor Urut 1, Prabowo - Sandiaga Uno Nomor Urut 2

Pasangan Joko Widodo-KH. Ma`ruf Amin mendapatkan nomor urut 1 dalam Pemilu Presiden 2019. Dengan demikian, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno memperoleh nomor urut 2.

Ilustrasi Rokok Ilegal ((Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 19:59 WIB

Dampak Peredaran Rokok Ilegal, Negara Dirugikan Rp 1 Triliun Pertahun

Peredaran rokok ilegal (tanpa cukai) di Tanah Air ternyata masih cukup besar. Berdasar temuan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui survei cukai rokok ilegal sepanjang tahun 2018, ditemukan…

Hikvision Luncurkan EZVIZ

Jumat, 21 September 2018 - 19:50 WIB

Dolar AS Naik, Pasar CCTV Alami Penurunan Penjualan

Nilai tukar rupiah masih menunjukan tren pelemahan. Kurs mata uang Garuda masih bertengger di level Rp 14.898 per dolar Amerika Serikat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Jumat, 21 September 2018 - 19:30 WIB

Menperin Yakinkan Investor Singapura untuk Tingkatkan Investasi di Indonesia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meyakinkan kepada investor dan pelaku usaha Singapura untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Beras Impor (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 21 September 2018 - 19:20 WIB

Polemik Impor Beras, Siapa Layak Dievaluasi ?

Hembusannya seperti menemukan momentum saat terjadi polemik impor beras antara Dirut Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.