Perkuat Modal Kerja, Standard Chartered Salurkan Fasilitas Pinjaman Bilateral untuk MPM Finance

Oleh : Dina Astria | Sabtu, 21 April 2018 - 09:10 WIB

CEO SCBI Rino Donosepoetro dan Presdir PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Hans Prawira (Foto Dok Industry.co.id)
CEO SCBI Rino Donosepoetro dan Presdir PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Hans Prawira (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Standard Chartered Bank Indonesia (“Bank”) dan MPM Finance menjalin kerjasama pemanfaatan term loan facility (pinjaman bilateral) senilai Rp 337 miliar yang dijamin dengan piutang milik MPM Finance. Pendanaan dalam bentuk Kredit berjangka tersebut dimanfaatkan oleh MPM Finance untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja Perseroan.

Rino Donosepoetro, Chief Operating Officer, Standard Chartered Bank Indonesia mengatakan, “Sejak tahun 2013, kami telah bekerja sama dengan MPM Finance dan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bank dalam mendukung pengembangan bisnis klien secara berkesinambungan. Kami berharap dukungan kami dapat membantu MPM Finance dalam meningkatkan kapasitas bisnisnya sebagai perusahaan multifinance terkemuka di Indonesia yang beroperasi di segmen pembiayaan konsumen dan pembiayaan sewa untuk industri. Sinergi ini juga semakin mempertegas komitmen Bank dalam terus menempatkan klien sebagai prioritas utama.”

Fasilitas pinjaman ini merupakan yang kelima kalinya diperoleh MPM Finance dari Standard Chartered dalam bentuk fasilitas term loan maupun kredit sindikasi. Berbeda dengan keempat pinjaman sebelumnya, fasilitas pinjaman bilateral kali ini disalurkan dalam mata uang Rupiah, sebagai bentuk diversifikasi mata uang pendanaan.

Sementara itu, Johny Kandano, Chief Executive Officer, MPM Finance menyampaikan apresiasi MPM Finance atas dukungan Standard Chartered, “Pendanaan dari pinjaman ini akan digunakan sepenuhnya untuk memenuhi modal kerja perusahaan guna mendukung lini bisnis pembiayaan yang dilakukan oleh MPM Finance, serta menjaga pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat dengan memaksimalkan potensi pasar otomotif di Indonesia yang terus berkembang. Di samping itu, pinjaman dalam rupiah ini merupakan strategi perusahaan untuk melakukan diversifikasi sumber pendanaan sekaligus memperoleh biaya bunga yang kompetitif”.

“Selain aktif berpartisipasi dalam mendukung agenda-agenda pembangunan Pemerintah Indonesia, salah satu strategi Bank di tahun ini untuk segmen bisnis Corporate & Institutional Banking adalah mendorong pertumbuhan portfolio dengan menyediakan fasilitas asset booking untuk klien kami, salah satunya melalui penyediaan layanan trade finance. Di tahun ini, Bank mentargetkan penyaluran pinjaman (loan growth) agar dapat meningkat sebesar 13 persen untuk segmen Corporate & Insititutional Banking”, tutup Rino.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 20 Maret 2019 - 08:30 WIB

Menkeu Pastikan Pemerintah Cairkan Rp2,66 Triliun Bayar Kenaikan Gaji PNS

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah akan mencairkan anggaran Rp2,66 triliun pada April 2019 untuk membayar rapel kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) periode Januari-April…

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Rabu, 20 Maret 2019 - 08:04 WIB

Pertamina, RNI dan PTPN III Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan

Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerjasama penyediaan bahan baku crude palm oil (CPO), Refined Bleached Deodorized…

Kerbau di persawahan

Rabu, 20 Maret 2019 - 07:38 WIB

Kementan tingkatkan pengawasan terhadap pemasukan daging kerbau asal India

Jakarta, Adanya pemberitaan di beberapa media online terkait kejadian kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di beberapa negara bagian di India, telah meningkatkan sikap kehati-hatian dan kewaspadaan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…