Scarf Hijab InnekeMarini Hadir Warnai Muslim Fashion 2018

Oleh : Anisa Triyuli | Jumat, 20 April 2018 - 10:46 WIB

Marini Zumarni Founder IM (Foto Anisa)
Marini Zumarni Founder IM (Foto Anisa)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam pagelaran Muslim Fashion Festival Indonesia 2018. Turut menghadirkan berbagai brand-brand fashion muslim di Indonesia salah satunya brand fashion yang baru dirintis oleh aktris ternama Indonesia Marini Zumarni dan Inneke Koesherawati.

Brand fashion yang diberi nama IM (Inneke Marini) ini menawarkan Scarf hijab untuk wanita Muslim di Indonesia.

"Bisnis fashion Scarf hijab ini alhamdulillah sudah berjalan dua bulan, bisnis ini juga berawal dari aku kan bikin buku hi darl, dari bikin buku itu kayanya jendela bisnis aku sama Inneke bermula terus bagus apresiasinya dimasyarakat" kata Marini Zumarni Founder IM, Kamis (19/4/2018).

Bukan hanya menjual brand fashion Scarf saja namun usahanya ini juga turut melakukan kegiatan sosial yang baik.

"Kita ingin selain kita berjualan kita ingin melakukan kegiatan atau aksi sosialnya jadi mengajak orang dengan membeli Scarf ini ia sudah turut menyumbangkan, sehingga hasil penjualannya ini kita sumbangkan untuk anak-anak hafidz Qur'an dan pembangunan masjid, selain itu kita juga jadi mengajak orang untuk berhijab", ungkapnya saat pembukaan Muslim Fashion Festival (Muffest) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta

10% penjualan InnekeMarini Scarf disumbangkan untuk anak-anak hafidz Qur'an dan pembangunan masjid. Selama dua bulan ini IM sudah menjual produknya lebih dari 5 ribu. Penjualannya pun dilakukan melalui online dan juga offline di bazzar-bazzar. Untuk onlinenya sudah ada beberapa reseller di beberapa daerah.

"Ciri khas dari Scarf IM ini beragam jadi ada nuansanya seperti floral, mosaic, monochrome, nuansa alam, scraf ini juga aku design juga walaupun gak jago gambar tapi bisa mempadupadankan warna jadi bisa dikolaborasi dengan team creative kita", paparnya.

Produk InnekeMarini Scarf berkisar mulai dari harga 270 ribu hingga 350 ribu.

"Kenapa kita harganya segitu karena kualitas bahannya premium jadi bahannya tidak panas dan kita juga sudah digital printing, cetaknya pun kita eksklusif untuk Scarfnya", imbuhnya.

Dengan Bisnis InnekeMarini Scarf, bukan hanya menjual produk tetapi juga menjadi syiar dan aksi sosial yang dilakukan. Misi dari IM scraf ini mengajak wanita muslimah bisa turut membantu dalam kebaikan dan tetap tampil fashion dengan hijab. 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.