Pengembangan Pesawat R80 Karya Habibie Disepakati Tucana Dan PT RAI

Oleh : Amazon Dalimunthe | Kamis, 19 April 2018 - 13:25 WIB

Agung Nugroho, Direktur Utama PT Regio Aviasi Industri (PT RAI) dan Mr. Myroslav Krekota, CEO dari TUCANA Engineering Ukraine, menandatangani Framework Agreement pengembangan Pesawat R80
Agung Nugroho, Direktur Utama PT Regio Aviasi Industri (PT RAI) dan Mr. Myroslav Krekota, CEO dari TUCANA Engineering Ukraine, menandatangani Framework Agreement pengembangan Pesawat R80

INDUSTRY.co.id - JAKARTA,-- Rencana pembuatan pesawat asli buatan Indonesia R80 semakin mendekati kenyataan setelah Agung Nugroho, Direktur Utama PT Regio Aviasi Industri (PT RAI) dan Mr. Myroslav Krekota, CEO dari TUCANA Engineering Ukraine, telah menandatangani Framework Agreement. Penandatanganan ini  sebagai langkah awal keikutsertaan TUCANA Engineering dalam program Pengembangan Pesawat R80. 

Penandatanganan kerjasama yang berlangsung pada tanggal 13 April 2018, bertempat di Wisma Habibie & Ainun, Munich, Jerman, ini disaksikan langsung oleh pendiri dan komisaris utama PT Regio Aviasi Industri, Prof. Dr.-Ing. BJ Habibie, Prof. Dr. Vladimir Kulchitsky, pendiri dan chairman dari Progresstech Group, yang merupakan perusahaan induk TUCANA Engineering, Andrey Sharnin, selaku CEO dari Progresstech Group, dan bapak Desra Ghazfan, selakau CIO dari PT Regio Aviasi Industri. 

Prof. Habibie menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang sangat bergantung kepada transportasi udara. Pesawat R80 merupakan jawaban atas tantangan tersebut dan diharapkan bahwa Program Pengembangan Pesawat R80 ini juga akan membangun ekosistem industry dirgantara nasional. 

Kerjasama kedua perusahaan mengembangkan pesawat R80 dengan bentuk risk sharing partner menunjukkan pentingnya kerjasama industri pesawat terbang bagi kedua belah pihak. Tucana akan menjadi engineering & design provider bagi PT Regio Aviasi Industri untuk tahapan fase full scale development. Kerjasama ini juga akan menjadi rintisan kerjasama industri pesawat terbang kedua negara yang lebih luas di masa yang akan datang.  

PT Regio Aviasi Industri saat ini sedang mengembangkan Program Pesawat R80 untuk pasar dalam negeri dan International. Saat ini sudah menyelesaikan Fase 1, yaitu Preliminary Design & Feasibility di tahun 2016 dan sudah mendapatkan order sebanyak 155 pesawat. Saat ini akan memasuki Fase 2, yaitu Full Scale Development yang direncanakan akan selesai di tahun 2025, dimana di tahun 2022 akan melakukan terbang perdana. Fase 3, yaitu Fase Komersial, akan dimulai tahun 2025, dimana RAI akan mulai menyerahkan pesawat untuk customernya. Pesawat R80 diberikan status Program Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden no. 58 tahun 2017 karena peran pentingnya dalam agenda pemberdayaan industry strategis nasional.  

Para petinggi kedua perusahaan sepakat bahwa TUCANA Engineering Ukraine siap untuk segera mendampingi RAI dalam melaksanakan proses Design Review dan tahap penyempurnaan Conceptual Design. Salah satu dari model kerjasama yang bisa dipakai adalah model Risk Sharing Partnership (RSP) untuk memastikan keberhasilan program. Bapak Agung Nugroho menyatakan keyakinannya dengan kemampuan TUCANA Engineering. Beliau menambahkan bahwa keberhasilan implementasi dari perjanjian hari ini akan memastikan program R80 dapat diselesaikan dengan tepat waktu.  

TUCANA Engineering, satu dari perusahaan dibawah bendera Progresstech Group, merupakan perusahaan terkemuka yang berpengalaman dalam bidang design & engineering yang telah membantu program-program internasional  perusahaan Boeing dan Airbus. Diawaki lebih dari 2,000 engineer dengan kualifikasi tinggi di bidang program pesawat terbang, TUCANA Engineering Ukraine sangat tepat untuk mengisi kebutuhan program pesawat R80.    (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wisman Tiongkok (Foto Banten.co)

Senin, 20 Agustus 2018 - 22:00 WIB

Wisman Tiongkok Dominasi Kedatangan Bandara Ngurah Rai Bali

PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat wisman asal Tiongkok mendominasi kedatangan penumpang mancanegara di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, yakni mencapai 23,6 persen dari total keseluruhan…

Atlet Wushu Indonesia, Lindswell Kwok Raih Medali Emas di Ajang Asian Games 2018

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:25 WIB

Raih Medali Emas, Lindswell Kwok Nikmati Bonus Rp 1,5 Miliar Plus Mobil

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku telah menyiapkan 3 (Tiga) mobil dan uang sebesar Rp 1,5 miliar sebagai bonus peraih medali emas di ajang Asian Games 2018.

Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam (Foto Anto)

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:08 WIB

Parmusi Disegani Penguasa Dicintai Ulama

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) berkiprah di Indonesia sudah cukup lama. Era reformasi 1999, Parmusi lahir dari sebelumnya Muslimin…

Ilustrasi Balap Sepeda (Foto Ist)

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:00 WIB

Balap Sepeda Berkibar, Andini dan Khoiful Kawinkan Emas Downhill

Setelah Taekwondo dan Wushu, kini giliran balap sepeda Indonesia berkibar. Kali ini, pasukan Raja Sapta Oktohari tidak tanggung-tanggung meraup dua medali emas pada hari pertama perlombaan balap…

Menpora Imam Nahrawi menyerahkan secara simbolik bonus Rp 1,5 miliar kepada Defia Rosmaniar (Foto: Dok. Kemenpora)

Senin, 20 Agustus 2018 - 20:40 WIB

Menpora Serahkan Bonus Rp 1,5 Miliar kepada Dara Manis Asal Bogor, Defia Rosmaniar

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi secara simbolik menyerahkan bonus medali emas sebesar Rp 1,5 miliar kepada atlet Taekwondo Defia Rosmaniar.