Libatkan UKM Food Truck, Yuk! Berburu Kuliner Khas Jateng di Culinary Festival

Oleh : Chodijah Febriyani | Rabu, 18 April 2018 - 13:00 WIB

Food Truck (Foto:news.ishared.id)
Food Truck (Foto:news.ishared.id)

INDUSTRY.co.id, Semarang - Berbagai produk kuliner akan meramaikan kegiatan UKM "Culinary Festival" yang akan dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah pada 20-22 April 2018. Sebanyak 50 truk yang digunakan untuk berjualan berbagai produk kulinernya.

"Kegiatan UKM `Culinary Festival` akan dilaksanakan di kawasan Kota Lama Semarang dengan melibatkan peserta UKM `food truck` terbanyak di Indonesia," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng Ema Rachmawati di Semarang.

Ia menjelaskan, kegiatan UKM "Culinary Festival" ini merupakan sebuah festival jenis makanan dan minuman nusantara dengan didukung berbagai jenis kegiatan yang menonjolkan produk-produk kuliner khas Jateng.

"Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan citra Provinsi Jateng, khususnya di bidang kuliner serta memperkenalkan berbagai macam masakan nusantara, membuka kesempatan bagi para pedagang yang menjual makanan dan memperkenalkan dagangannya kepada masyarakat luas," ujarnya.

Pelibatan pegiat UKM "food truck" merupakan salah satu bagian dari kegiatan UKM "Culinary Festival" dengan sejumlah agenda yang akan meramaikan seperti pameran produk-produk hasil UKM, diorama dan miniatur, "talk show", konser musik, lomba fotografi.

Terkait dengan penyelenggaraan lomba foto pada kegiatan UKM "Culinary Festival", pendaftaran tidak dipungut biaya dan lomba dilakukan secara "on the spot" mulai saat pembukaan acara.

"Peserta lomba foto tinggal mengunggah fotonya ke akun instagram masing-masing dengan tag @culinaryfestival2018 dan hastag #culinaryfestival2018 dan #kulinersemarang.

Ia mengakui jika berjualan produk UKM makanan dengan menggunakan truk kuliner belakangan ini mulai berkembang di kota-kota besar, termasuk di Jateng juga mulai banyak warga yang mengembangkan konsep berwirausaha mulai dari menjual minuman, makanan, hingga makanan ringan.

Bahkan, bisnis berjualan kuliner dengan "food truck" diperkirakan mampu menggaet omzet cukup menggiurkan.

"Kami menargetkan jumlah pengunjung kegiatan ini per harinya bisa mencapai 2.500 orang," katanya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng tercatat jumlah UKM tiap tahun mengalami peningkatan, pada 2012 terdapat 80.583 UKM, pada 2013 meningkat menjadi 90.339 UKM, pada 2014 menjadi 99.681, 2015 meningkat menjadi 108.937 UKM, dan pada akhir 2016 meningkat menjadi 115.751 UMKM. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.