Permudah TKA Masuk RI, Ini Poin Penting yang Dilanggar Jokowi

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 18 April 2018 - 10:41 WIB

Tenaga Kerja Asing (ilustrasi)
Tenaga Kerja Asing (ilustrasi)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dinilai telah mengabaikan ketentuan penting yang sebelumnya diatur. Salah satunya yakni menghilangkan aturan Izin Penempatan Tenaga Kerja Asing (IPTA).

Substansi yang ada di Perpres Nomor 20 ini menghilangkan IPTA. Jadinya sekarang nggak ada izin. Padahal kan awalnya untuk mendapatkan izin itu tidak mudah," kata Deputi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi.

Dengan adanya aturan tersebut, menurut dia, TKA akan lebih mudah bekerja di Indonesia tanpa melewati tahapan dan memenuhi syarat tertentu. Cukup mengajukan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas), kata dia, maka TKA bisa menyelesaikan prosesnya hanya dua hari sebelum bekerja di Indonesia.

Untuk itu, Rusdi menilai perpres tersebut justru menghilangkan poin penting sebelum TKA bekerja di Indonesia. "Dipangkasnya ini berarti prosedurnya jadi lebih sangat mudah untuk TKA," ujar Rusdi.

Dengan hilangnya pengaturan izin tersebut maka menurutnya akan menimbulkan potensi TKA yang masuk ke Indonesia lebih banyak. Tak hanya soal izin, Rusdi menilai persyaratan TKA yang harus berkompeten juga hilang.

Begitu juga penyesuaian Bahasa Indonesia yang menurutnya tidak ada di aturan dalam perpres yang baru dan hal lainnya. Belum lagi juga wajibnya tenaga asing berbahasa Indonesia, rasio 1:10 (satu tenaga kerja asing dan 10 tenaga kerja lokal) itu semua dihilangkan. "Berkompeten hilang, mereka jadinya skill nya tidak dipertimbangkan," jelas Rusdi.

Perpres Nomor 20 Tahun 2018 disahkan untuk menggantikan Perpres Nomor 72 Tahun 2014 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Aturan sebelumnya itu sudah dibuat sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BKPM

Selasa, 14 Agustus 2018 - 14:00 WIB

BKPM Catat Investasi Semester 1/2018 Rp 361,6 Triliun

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang semester pertama 2018 mencapai Rp361,6 triliun.

Ilustrasi Alplikasi Fintech, Modalku

Selasa, 14 Agustus 2018 - 13:41 WIB

Grup Modalku Berhasil Salurkan Pinjaman Sebesar Rp 2 Triliun di Asia Tenggara

Sejak pertama didirikan, Grup Modalku telah mencapai total pencairan modal usaha sebesar lebih dari Rp 2 triliun ke lebih dari 7.000 pinjaman UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di wilayah…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat berfoto bersama penerima penghargaan Kemenperin (Foto: Dok. Industry.co id)

Selasa, 14 Agustus 2018 - 13:30 WIB

Menperin Berikan Tujuh Kategori Penghargaan Kepada Unit Satuan Kerja di Lingkungan Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menggelar acara "Penganugerahan Penghargaan Kementerian Perindustrian" yang digelar di Ruang Garuda Kemenperin, Jakarta.

Kemenperin Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Gempa NTB (Foto Humas)

Selasa, 14 Agustus 2018 - 13:23 WIB

Kemenperin Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Gempa NTB

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyalurkan sejumlah bantuan untuk para penggungsi akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kampus Shopee Edukasi Pengusaha Yogyakarta (Foto Dok Industry.coid)

Selasa, 14 Agustus 2018 - 13:15 WIB

Kampus Shopee Edukasi Pengusaha Yogyakarta

Shopee, platform e-commerce terkemuka di Asia Tenggara dan Taiwan, berkolaborasi dengan Facebook untuk menggelar kelas lanjutan dari Kampus Shopee di salah satu komunitas penjual terbesar di…