AS Berupaya Singkirkan Senjata Kimia Bashar al-Assad di Suriah

Oleh : Herry Barus | Selasa, 17 April 2018 - 17:00 WIB

Dubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. (Foto Dok Industry.co.id)
Dubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Amerika Serikat dan dua sekutunya, Prancis dan Inggris, terus berupaya menyingkirkan senjata kimia yang diduga dimiliki Bashar al-Assad di Suriah.

"Kami menyasar jantung program senjata kimia ilegal yang dilakukan rezim Suriah," ujar Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. kepada awak media di Jakarta, Selasa (17/4/2018)

Menurut dia, rezim diktator Assad memiliki sejarah panjang penggunaan senjata kimia untuk membunuh rakyatnya sendiri. Dunia telah menyaksikan penderitaan rakyat Suriah lewat foto-foto para korban serangan gas kimia di Kota Douma, Ghouta, yang menewaskan sedikitnya 70 orang pada 7 April lalu.

Donovan menyebutkan laporan sedikitnya 30 insiden terpisah sejak April 2017 tentang penggunaan gas sarin oleh Suriah untuk menyerang rakyatnya sendiri.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah memutuskan bahwa Suriah bertanggungjawab atas serangan gas sarin di Khan Shaykhun pada April 2017. OPCW juga telah melaporkan bahwa otoritas Suriah bertanggungjawab atas serangan zat kimia berbahaya pada 2014 dan 2015.

"Ini menunjukkan tidak hanya pola agresi terhadap rakyat Suriah yang menggunakan senjata kimia, namun juga menegaskan bahwa klaim Rusia yang menyatakan bahwa Assad telah menghapus program senjata kimianya merupakan hal yang tidak benar," kata Donovan.

AS dan sekutunya menyimpulkan bahwa Suriah kembali menggunakan senjata kimia meskipun pada 2013 berjanji akan memusnahkannya. Karena itu, AS melancarkan serangan ke fasilitas-fasilitas yang diyakini tempat mengembangkan senjata kimia Suriah pada Sabtu (14/4/2018).

Menurut Donovan, serangan tersebut sudah direncanakan secara hati-hati untuk menekan jumlah korban jiwa sipil.

Pemerintah AS akan mengambil berbagai langkah, termasuk jalur diplomasi, untuk memastikan penghapusan senjata kimia di Suriah.

"Kami akan mempertimbangkan semua langkah. Kami akan mengambil langkah-langkah diplomasi dan langkah lain yang diperlukan," kata Donovan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Senin, 25 Maret 2019 - 20:24 WIB

The Next IndiHome Luncurkan Digital Movement

Jakarta - IndiHome sebagai layanan triple play milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berkiprah turut serta membangun masyarakat digital Indonesia. The Next IndiHome membawa…

Dok Foto (Samsung)

Senin, 25 Maret 2019 - 20:15 WIB

Samsung Menghadirkan Produk Terbaru yang Meningkatkan Pengalaman Hidup Terkoneksi

Samsung Electronics Co., Ltd hari ini memperlihatkan inovasi terbarunya serta menguraikan visi dan strategi perusahaan untuk pengalaman Internet of Things (IoT) yang cerdas di Samsung Forum…

Rapat Komite Kebijakan Menetapkan Plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dihadiri oleh, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Sumarno, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dirut Perum Jamkrindo Diding S Anwar (Ahmad Fadli/INDUSTRY.co.id)

Senin, 25 Maret 2019 - 19:01 WIB

Bunga Dipangkas, Kucuran KUR capai 17% hingga akhir Februari

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, hingga Februari 2019, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai 17% dari target tahun ini.

Dok Vivo mobile Indonesia

Senin, 25 Maret 2019 - 18:00 WIB

Vivo Umumkan Kolaborasi dengan Tencent Games dan PUBG Corporation untuk PUBG MOBILE Club Open 2019

Vivo mengumumkan kemitraan dengan mobile game – Player Unknown's Battlegrounds Mobile (PUBG MOBILE) yang dikembangkan oleh Tencent Games dan PUBG Corporation, sebagai sponsor utama dari PUBG…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meninjau proses pengemasan nanas dalam kaleng di pabrik PT Great Giant Pinapple,Lampung (Foto: Kemenperin)

Senin, 25 Maret 2019 - 17:15 WIB

Menperin Siapkan Tiga Strategi Jitu Dongkrak Industri Mamin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meyiapkan tiga strategi jitu guna memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman berbasis industri 4.0.