PT Freeport Segera Tutup Tambang Terbuka Tahun Depan

Oleh : Herry Barus | Selasa, 17 April 2018 - 12:20 WIB

PT Freeport Indonesia. (Ist)
PT Freeport Indonesia. (Ist)

INDUSTRY.co.id - Timika- Manajemen PT Freeport Indonesia akan menutup operasional tambang emas terbuka di Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, sehingga produksi perusahaan tambang asal Amerika itu akan berkurang drastis mulai tahun depan.

EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia Sony Prasetyo, di Timika, Senin (16/4/2018) mengatakan produksi Freeport pada 2019 akan berkurang sebanyak 80 ribu ton per hari dari yang sebelumnya bisa mencapai 200-an ribu ton per harinya.

"Ini kondisi teknis, tambang terbuka di Grassberg sudah mau tutup. 2019 diperkirakan berhenti, sekarang sudah tidak bisa lagi dieksploitasi. Satu-satunya jalan yaitu kita eksploitasi dari bawah atau under ground," kata Sony.

Sementara itu, kata Sony, eksploitasi di bawah tanah belum siap sebab masih ada yang harus diselesaikan, diantaranya adalah perizinan pertambangannya.

Kendati demikian, jikalau pemerintah memberikan izin eksploitasi, tambang bawah tanah, maka belum bisa maksimal sampai 2021 atau 2023.

"Jadi ini masalah wajar karena ini berkaitan dengan aturan dan jelas berdampak pada produksi sebab tambang terbuka mulai berkurang sedangkan under ground belum maksimal, untuk itu butuh waktu," ujarnya.

Dengan situasi tersebut, Sony mengakui akan berdampak pada beberapa hal terkait seperti pendapatan termasuk dukungan dana kemitraan ke LPMAK.

"Untuk itu saya ingatkan LPMAK untuk bisa bersiap-siap mulai tahun 2019 mereka harus efisien gunakan dana yang ada. Program jangan muluk-muluk," ujarnya.

Selain itu, ketika ditanya terkait adanya kemungkinan efisiensi karyawan, kata Sony, hal tersebut tidak mudah.

Ia mengakui belum melihat kemungkinan itu terjadi sebab karyawan bagi Freeport adalah aset yang berharga.

"Saya belum melihat itu. Bagi perusahaan ini, karyawan adalah aset yang berharga jadi tidak akan mudah. Itu wajar aja dalam bagaimana efisiensi dalam bisnis tapi sekali lagi yang saya sampaikan adalah bahwa tidak akan mudah apalagi sampai PHK. Mungkin itu jauh," katanya.

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah dan tim perundingan PT Freeport tidak terlalu lama memutuskan sejumlah persoalan terkait sebab jika tidak maka jangan sampai berdampak pada karyawan, keluarga dan masyarakat. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KKP Dorong Industri Mutiara Nasional Bersaing di Kancah Dunia

Selasa, 25 September 2018 - 18:00 WIB

Investor Tiongkok akan Berinvestasi Budi Daya Mutiara di Flores Timur

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Flores Timur Yohanes Kopong mengatakan sebanyak lima perusahaan berminat menamamkan modalnya atau berinvestasi…

Presiden Jokowi hUT Kadin (Foto Herlambang)

Selasa, 25 September 2018 - 18:00 WIB

Bergabungnya Rosan ke TKN Tak Pengaruhi Netralitas Pengusaha

Bergabungnya Ketua Umum Kamar Dagang dan Indonesia (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf tidak memengaruhi netralitas pengusaha, kata Ketua Bidang Organisasi…

Triawan Munaf, kepala Badan Ekonomi Kreatif (Foto: Hitsss)

Selasa, 25 September 2018 - 17:40 WIB

Ekonomi Kreatif Masa Depan Dunia

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan ekonomi kreatif merupakan sektor andalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat baik di Indonesia maupun dunia.

Ilustrasi Migas

Selasa, 25 September 2018 - 17:20 WIB

SKK Migas Nilai Lapangan Sukowati Potensial Produktif

Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jaffee Arizon Suardin menilai unit Asset 4 Sukowati Field merupakan salah satu blok migas…

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso

Selasa, 25 September 2018 - 17:01 WIB

Proses Akuisisi 51 Persen Saham Pertagas Selesai September

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus melaksanakan komitmennya untuk menyelesaikan proses akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai tahap lanjutan usai induk BUMN Migas (Holding BUMN Migas)…