Milestone Pembangunan Tunas Integritas di Kementerian Pertanian

Oleh : Wiyanto | Senin, 16 April 2018 - 18:28 WIB

Gedung Kementerian Pertanian
Gedung Kementerian Pertanian

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kementerian Pertanian yang di prakarsai oleh Inspektorat Jenderal sejak tahun 2016 telah melakukan kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) membentuk Sistem, Agen dan Komite Integritas (WOSAKI) yang beranggotakan pejabat eselon I dan Eselon II terpilih di lingkungan Kementerian Pertanian.

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan Riduan mengatakan, kegiatan tersebut sebagai langkah awal (milestone) untuk menghasilkan Tunas-Tunas Integritas di Kementerian Pertanian.

Menurutnya, pembinaan tekad antikorupsi diarahkan untuk mendorong pencapaian program pengan berkelanjutan melalui pengendalian pelaksanaan program dan pelayanan pertanian serta pembangunan tunas-tunas Integritas di lingkungan Kementerian Pertanian.

"Selain itu mengawal penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Kementerian Pertanian, seperti masalah lahan, prasarana dan sarana pertanian, inovasi teknologi pertanian dan pengadaan barang/jasa serta pungutan liar (pungli) di bidang pelayanan pertanian," kata dia di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Saat ini ke depan, kata dia, pembinaan tekad antikorupsi oleh Inspektorat Jenderal diarahkan  pada mencetak (Repro) sebanyak mungkin tunas-tunas integritas, yang diperankan dalam pencegahan terjadinya pungutan liar (Pungli) dalam pelaksanaan program dan pelayanan pertanian, melalui kegiatan pembinaan tekad antikorupsi melalui kegiatan repro tunas integritas : Pungli Stop pada Program dan Pelayanan Pertanian atau “Protani”.

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan Riduan mengharapkan dengan kegiatan “Protani” akan terbentuk tunas-tunas integritas yang memiliki etos kerja dan semangat gotong royong yang tinggi , serta memberikan kualitas pelayanan professional, integritas dan bersih kepada masyarakat dan terbentuk Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBBM) demi mewujudkan Lumbung Pangan Dunia 2045.

Pembinaan “Protani” merupakan kelanjutan dan penyempurnaan Pembinaan Tekad Antikorupsi di Kementerian Pertanian yang lebih difokuskan pada pemantapan strategi integritas dan internalisasi nilai nilai agraris yang dilandasi dengan semangat, beribadah, bekerja, belajar,berkarya dan berbagi untuk penguatan organisasi sumberdaya pertanian guna mengawal dan mewujudkan program pangan berkalnjutan da pelayanan pertanian untuk menuju lumbung pangan dunia tahun 2045.

 
 
 
 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sederet agensi terkenal Korea Selatan menjalin kerjasama untuk mendirikan perusahaan platform konten baru pada Kamis (19/7). (Foto: Soompi)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 19:30 WIB

Tujuh Agensi Korsel Jalin Kerjasama Dirikan Perusahaan Konten Baru

Sederet agensi terkenal Korea Selatan, mulai dari SM Entertainment, YG Entertainment, BigHit Entertainment, JYP Entertainment, FNC Entertainment, Star Empire, dan Mystic Entertainment menjalin…

Girls Group 'TWICE' (Foto: soompi/stardailynews)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:00 WIB

Pelaku Ancaman Pembunuhan Girlband TWICE Ditangkap Polisi

Seorang pengguna forum Ilbe membuat sebuah postingan yang berisi ancaman pembunugan terhadap personel TWICE Mina pada Juni 2017 lalu. Ia bahkan mengunggahnya dengan foto sebuah pisau.

Pesawat AirAsia Tampilkan Logo Wonderful Indonesia (Foto Dije)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:30 WIB

AirAsia X Pastikan Tambah 34 Airbus A330neo

Afiliasi AirAsia, AirAsia X memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus A330neo berbadan lebar.

Ilustrasi Exit Tol

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan…

Terminal LCC di Bandara Soetta (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:22 WIB

Terminal 4 Soetta Bukan untuk LCC

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak didesain untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).