Plisit Band Dari Palu Mencoba Taklukkan Indonesia Lewat Karya

Oleh : Amazon Dalimunthe | Senin, 16 April 2018 - 18:14 WIB

Plisit Band, Dari Palu Coba Taklukan Indonesia Lewat Karya
Plisit Band, Dari Palu Coba Taklukan Indonesia Lewat Karya

INDUSTRY.co.id - JAKARTA,-- Jika menyebut asal kota Band-band Indonesia, lebih banyak di dominasi dari kota-kota di P Jawa atau Indonesia bagian Barat. Sangat sedkit sekali Band yang berasal dari kawasan Indonesia tengah dan Timur bisa menembus jagat musik yang berkibat di Jakarta. Maka jika ada sebuah band asal Kota Palu (Sulawesi Tengah) berusaha menempatkan diri sejajar dengan band –band pulau Jawa yang sudah eksis, pasti mereka membawa hal baru yang membuat mereka layak diperhitungkan.

Adalah kelompk band bernama Plisit, yang beranggotakan Umaryadi Tangkilisan (leader & guitar),  Andri Lawido (drum), Abdi (vox) dan Ryan (guitar), menawarkan sebuah karya yang diproduksi dengan pertimbangan matang dari pelbagai aspek.  Seperti soal tema lagu, lirik, serta aransemen. Termasuk tata suara yang beradaptasi pada selera kekinian. Dimana media digital menjadi cara dan gaya mendengar musik hari ini.

Salah satu upaya Plisit menaklukan kerasnya persaingan musik adalah dengan menawarkan lirik yang bertema sosial yang lebih tajam. Plisit  mengaku memang terpengaruh oleh The King of Ballads Indonesia, Iwan fals. Tapi menurut  Umaryadi,  sang Leader, memilih genre yang sudah dikuasai Iwan fals bukan karena sekadar nama besarnya semata. “Tapi lirik kami justru menukik lebih tajam. Plisit ter-influences pada ide dan gagasan besar dalam setiap karya-karya Iwan Fals.Tapi bukan menjadi pengekor. Kami tetap tawarkan gagasan dalam lirik,” ujar Umaryadi meyakinkan.

Sukses melepas single ‘Hanya Bisa Dirasa’ diakhir tahun 2017 lalu, sebuah re-interpretasi karya sendiri, Band Plisit yang bermarkas di Palu, Sulawesi Tengah, kembali melepas single hit, 'Panen Rindu', sebuah pesan kultural yang sangat kuat, dalam bingkai selera milenial yang kental. Dan terselip keberanian, khas seniman, didalamnya. Panen Rindu', secara tema dan gagasan, sungguh dipengaruhi oleh  lagu 'Willy' karya Iwan Fals yang dirilis tahun 1986, yang memberi "kode keras", kalau tak ingin dikatakan menggugat, pada W.S. Rendra, seorang sastrawan besar, yang dikaguminya.

Pilihan tema sentral lagu, diakui oleh seluruh personel band, memiliki benang merah dengan karya-karya mereka sebelumnya. Terasa sangat personal, karena  namun bisa menyentuh suasana kebathinan manusia, secara universal. Ini tentu saja bakal menyentuh nurani Iwan Fals, saat mendengarnya, karena anak-anak Plisit, berhasil mengeksekusinya dengan indah dan harmonis.

“Kami selalu memulainya dengan pendekatan kontemplasi. Bercermin pada pengalaman pribadi, sambil mengamati gejala serupa diluar diri kamiml. Seringkali menemukan banyak kemiripan. Tapi kami selalu menghindari hal yang imitatif, tapi membuka kemungkinan terinspirasi dari idola kami, Iwan Fals," aku sahabat Abdee Slank, sejak masih remaja ini.

Lebih dalam lagi, Adi, ayah dari Guma, Bumi dan Uve ini, mewakili personel lainnya, menjelaskan bahwa ia dan personel Plisit lainnyasenantiasa berupaya menjadikan karya terbaru mereka sebagai karya kekinian. Meskipun masih terasa kuat melodi lagu Balada era 90-an, namun Plisit melengkapinya dengan aransemen kekinian dengan tata suara yang terjaga dan pas buat didengar melalui media digital.

"Kami sadar, lagu ini akan didengar pertamakali di media digital, seperti youtube, sportify, jooks dan agregator musik era milenial ini," urai Adi, yang juga Koordinator IMF - Indonesia Music Forum Wilayah Palu, yang menjadi idola remaja Palu sejak era 90-an hingga kini. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi PLTA Batangtoru di Medan

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:42 WIB

Warga Batangtoru: Percayakan Keselamatan Orangutan Kepada Kami, Mereka Keluarga Kami Ratusan Tahun

Medan Masyarakat di sekitar lokasi pembangunan PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terus menyuarakan dukungan terhadap proyek energi bersih terbarukan itu. Mereka menuding, penolakan…

Pejualan Indihome di masyarakat.

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:33 WIB

Telkom Umumkan Pemenang Grand Prize IndiHome Family Vaganza

Jakarta Bertempat di Trans TV Jakarta, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melaksanakan pengundian Grand Prize Program IndiHome, dalam sebuah acara bertajuk Grand Prize - IndiHome Family…

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:00 WIB

Dukungan Pemda Penting Bagi Industri Sawit

Keberadaan perkebunan dan industri sawit sebagai investasi padat karya telah menjadi solusi Pemerintah untuk mendorong peningkatan lapangan kerja serta penyerapan tenaga kerja daerah.

KAI bekerjasama dengan Gerakan Suluh Kebangsaan mengadakan Jelajah Kebangsaan dengan rute dari Merak ke Banyuwangi, 18-22 Februari 2019.

Kamis, 21 Februari 2019 - 19:51 WIB

KAI Jadi Tuan Rumah Kegiatan Jelajah Kebangsaan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dapat memajukan dan mencerdaskan bangsa.

Foto Ilustrasi Kawasan Kumuh

Kamis, 21 Februari 2019 - 19:33 WIB

Tahun Ini, Pemerintah Bakal Tata Kawasan Kumuh Capai 24 Ribu Hektar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akan melakukan melaksanakan penataan terhadap 888 hektare (ha) kawasan kumuh pada 2019.