Peringkat Moody's Naik, Menteri Rini: Ini Bukti Kepercayaan

Oleh : Ridwan | Senin, 16 April 2018 - 17:15 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno
Menteri BUMN Rini Soemarno

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri BUMN Rini Soemarno mengapresiasi keputusan Lembaga pemeringkat internasional Moody's Investor Service menaikkan peringkat surat utang lima BUMN dan ini indikasi meningkatnya kepercayaan kalangan investor global terhadap proyek-proyek strategis nasional.

"Peningkatan rating korporasi dan surat utang beberapa BUMN ujung tombak infrastruktur energi serta infrastruktur transportasi," kata Rini, di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Ia menjelaskan, kepercayaan kalangan investor global bahwa proyek-proyek strategis nasional seperti proyek listrik 35.000 MW, penyediaan energi yang dikelola Pertamina sebagai "holding" migas serta pembangunan infrastruktur pelabuhan dapat dijalankan secara baik, profesional serta akuntabel.

"Keyakinan investor juga terkait dengan kemampuan BUMN dalam mencari sumber pendanaan yang efektif dan inovatif, tidak hanya pendanaan konvensional tetapi juga mencari alternatif pendanaan lain baik di dalam maupun di luar negeri," ujarnya.

Diketahui, Moody's menaikkan rating utang Indonesia menjadi Baa2 dengan prospek stabil pada 13 April 2018. Sebelumnya peringkat utang Indonesia di kisaran Baa3 dengan prospek positif.

Adapun lima BUMN yang menerbitkan surat utang, yaitu PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) , PT Pertamina (Persero), PT Jasa Marga Tbk (Persero), dan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).

Moody's menyebutkan, kenaikan peringkat utang PLN, Pelindo II dan Jasa Marga mengikuti kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2. Sedangkan peringkat utang PGN mengikuti induk usahanya Pertamina dari Baa3 menjadi Baa2.

Rini menyatakan, dukungan pemerintah juga terbukti menjadi dorongan utama bagi keberlangsungan proyek strategis sesuai dengan target yang ditetapkan bersama pemerintah.

"Kementerian BUMN juga senantiasa memfasilitasi dan mendukung langsung ke lapangan untuk memastikan agar proyek-proyek strategis nasional berjalan sesuai timeline yang ditetapkan," kata Rini.

Lembaga pemeringkat internasional itu juga merevisi prospek menjadi stabil dari positif.

Selain itu, peringkat utang jangka pendek PLN juga naik menjadi Baa2 dari sebelumnya Baa3. Prospek pun menjadi stabil dari sebelumnya positif.

Berikutnya, peringkat utang obligasi senior tanpa jaminan PLN melalui anak perusahaannya Majapahit Holding BV dari Baa3 menjadi Baa2.

Analis Senior Moody's, Abhishek Tyagi, seperti dikutip dari laman Moody's, mengatakan peningkatan peringkat utang PLN mencerminkan posisi strategis perusahaan sebagai satu-satunya penyedia listrik yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia, termasuk posisi dominannya di pembangkitan, distribusi dan transmisi.

Selain itu berhubungan erat dengan pemerintah.

Holding Migas Menyusul kenaikan rating Indonesia, Pertamina juga menikmati kenaikan peringkat menjadi Baa2 dari Baa3, sejalan dengan ditunjuknya Pertamina sebagai holding migas yang mengerek peringkat utang PGN dari Baa3 menjadi Baa2 dengan prospek stabil dari sebelumnya positif.

"Peningkatan peringkat PGN mencerminkan posisi terdepan perusahaan di sektor transmisi dan distribusi gas Indonesia. Harapan kami bahwa PGN akan terus menerima dukungan dari pemerintah Indonesia melalui Pertamina," tambah Tyagi.

Moody's juga menaikkan peringkat utang Jasa Marga dari Baa3 menjadi Baa2. Kemudian merevisi prospek dari positif menjadi stabil.

"Peningkatan peringkat Jasa Marga mencerminkan ekspektasi kami akan kemungkinan dukungan yang besar dari Pemerintah Indonesia, mengingat kepemilikan mayoritas oleh pemerintah dan peran penting Jasa Marga dalam rencana Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur transportasi negara, khususnya sektor jalan tol," kata Ray Tay, Senior Credit Officer Moody's.

Terakhir, peringkat utang Pelindo II yang juga naik menjadi Baa2 dari Baa3. Prospek menjadi stabil dari positif. Di sisi lain, penerbitan obligasi berdenominasi mata uang asing milik Pelindo II tidak terpengaruh oleh peningkatan peringkat utang Indonesia. Prospek tetap stabil.

Kenaikan peringkat Pelindo II mencerminkan peran strategis sebagai pintu gerbang di sektor maritim Indonesia. Selain itu, perseroan juga menguasai pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki kepentingan strategis tinggi.

Sedangkan Pelindo II tidak terpengaruhi peningkatan peringkat utang Indonesia karena sebelumnya peringkat perseroan sudah naik yang mencerminkan peran pentingnya di Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Usamah Hisyam dan pengurus PA 212

Rabu, 25 April 2018 - 19:27 WIB

PA 212 Minta Istana Seret Pembocor Pertemuan Rahasia Dengan Jokowi

Jakarta-Sehubungan dengan beredarnya foto dan kabar pertemuan Tim 11 Ulama Alumni 212 dengan Presiden Jokowi pada hari Ahad (22/4) maka Persaudaraan Alumni (PA) 212 perlu memberikan keterangan…

EXO-CBX membintangi iklan mobil Hyundai UV KONA Electric. (Source: Soompi)

Rabu, 25 April 2018 - 19:00 WIB

Gara-Gara EXO-CBX, Hyundai Hentikan Pre-Order Mobil Terbaru

Perusahaan mobil Korea Selatan terkenal, Hyundai baru-baru ini menghentikan pre-order mobil Hyundai bertipe UV KONA Electric, dikarenakan mobil tersebut mendadak sangat populer dikalangan publik.

OJK

Rabu, 25 April 2018 - 19:00 WIB

OJK Ungkap Kasus Penyelewengan BPR KAS Bali

Otoritas Jasa Keuangan mengungkap kasus tindak pidana perbankan yang dilakukan Direktur Utama BPR KS Bali Agung Sedana berinisial NS terkait pemberian kredit kepada 54 debitur dengan nilai Rp24,225…

Lampu Hias Jelang Hari Jadi Kota Surabaya (Foto: enciety.co)

Rabu, 25 April 2018 - 19:00 WIB

Jelang Hari Jadi Kota Surabaya, Ratusan dan Lampion Hiasi Jalan di Kota

Menjelang Hari Jadi Kota Surabaya (HKJS) yang ke-725 pada bulan Mei mendatang, ratusan lampu hias dan lampion dengan berbagai macam bentuk serta warna mulai menghiasi kawasan tengah Kota Surabaya…

Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Banun Harpini saat melepas ekspor perdana pisang Mas Tanggamus ke Cina

Rabu, 25 April 2018 - 18:54 WIB

Ekspor Produk Pertanian Asal Lampung Terus Meningkat

Lampung- Kementerian Pertanian melalui Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Banun Harpini menyebutkan layanan karantina untuk menjamin keamanan dan kesehatan produk pertanian…