Promosi, Pariwisata Indonesia Hiasi Kereta Bawah Tanah di Caracas, Venezuela

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 16 April 2018 - 18:15 WIB

Pariwisata Indonesia Hiasi Kereta Bawah Tanah di Venezuela (Foto: Dok. KBRI Venezuela di Caracas)
Pariwisata Indonesia Hiasi Kereta Bawah Tanah di Venezuela (Foto: Dok. KBRI Venezuela di Caracas)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Indonesia makin populer di mata dunia, pasalnya desain logo Wonderful Indonesia dan gambar pariwisata Indoneisia hiasi kereta bawah tanah di Kota Caracas, Venezuela.

"Terima kasih, KBRI Venezuela," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya melalui siaran persnya yang diterima Industry.co.id, Jakarta, Senin, (16/4/2018).

Dengan keterbatasan budget, dan semangat mempromosikan wisata Indonesia, Kemenpar terus berkolaborasi mengajak seluruh KBRI untuk bersama-sama promosi.

Seperti, berfokus berpromosi di negara-negara pasar utama, seperti China, Singapura, Malaysia, Australia, India, Jepang, Korea, beberapa negara di Eropa Amerika dan Timur Tengah.

Inilah bentuk konkret dari spirit Indonesia Incorporated yang sejak tiga tahun silam disampaikan Menpar Arief Yahya. Apalagi ada 2 juta orang yang lalu lalang melalui 4 lines dan 22 stasion di Metro Caracas itu.

Negara-negara yang jauh dari 10 Top Originasi, Menteri Arief Yahya mengajak seluruh komponen bangsa untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Baik instansi pemerintah, maupun swasta, diaspora dan pelajar mahasiswa di seluruh dunia.

"Karena kalau kita kompak, solid, bergerak bersama, berpromosi pariwisata bersama, maka bangsa ini akan cepat dikenal di seluruh penjuru dunia. Sekali lagi, terima kasih KBRI Venezuela,” jelasnya.

Diketahui, kereta bawah tanah Metro Caracas itu cukup populer dan menjadi sarana transportasi publik sejak tahun 1983. Metro Caracas memiliki 22 stasiun yang menghubungkan Caracas barat dan timur.

Pemasangan logo dilakukan Jumat (13/4/2018) waktu setempat oleh KBRI Caracas disaksikan Wakil Menteri Pariwisata Venezuela Ali Ernesto Padron Paredes, Presiden Metro Caracas Mayor Jenderal Cesar Vega, serta pejabat Kemlu dan Kementerian Kebudayaan Venezuela. Wamen Pariwisata menyatakan, kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Venezuela bisa terwujud.

"Metro Caracas bangga sudah memberikan ruang promosi budaya dan pariwisata Indonesia dalam upaya meningkatkan hubungan kedua negara," ungkap Presiden Metro Caracas Cesar Vega.

Pariwisata yang menghiasi Kereta Bawah Tanah Metro Caracas ini yaitu tari Bali, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Pulau Komodo, Taman Laut Bunaken dan lainnya. Promosi ini akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sederet agensi terkenal Korea Selatan menjalin kerjasama untuk mendirikan perusahaan platform konten baru pada Kamis (19/7). (Foto: Soompi)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 19:30 WIB

Tujuh Agensi Korsel Jalin Kerjasama Dirikan Perusahaan Konten Baru

Sederet agensi terkenal Korea Selatan, mulai dari SM Entertainment, YG Entertainment, BigHit Entertainment, JYP Entertainment, FNC Entertainment, Star Empire, dan Mystic Entertainment menjalin…

Girls Group 'TWICE' (Foto: soompi/stardailynews)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:00 WIB

Pelaku Ancaman Pembunuhan Girlband TWICE Ditangkap Polisi

Seorang pengguna forum Ilbe membuat sebuah postingan yang berisi ancaman pembunugan terhadap personel TWICE Mina pada Juni 2017 lalu. Ia bahkan mengunggahnya dengan foto sebuah pisau.

Pesawat AirAsia Tampilkan Logo Wonderful Indonesia (Foto Dije)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:30 WIB

AirAsia X Pastikan Tambah 34 Airbus A330neo

Afiliasi AirAsia, AirAsia X memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus A330neo berbadan lebar.

Ilustrasi Exit Tol

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan…

Terminal LCC di Bandara Soetta (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:22 WIB

Terminal 4 Soetta Bukan untuk LCC

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak didesain untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).