ICOPE 2018: Tingkatkan Produksi CPO Secara Berkelanjutan Dengan Sains dan Teknologi

Oleh : Hariyanto | Senin, 16 April 2018 - 16:32 WIB

Press conference ICOPE 2018
Press conference ICOPE 2018

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Permintaan terhadap minyak kelapa sawit (CPO) sebagai bahan baku dari berbagai jenis produk kita pergunakan sehari-hari akan terus meningkat secara global, apalagi didorong oleh kebutuhan dari pasar besar seperti India dan Cina, dan permintaan untuk penggunaan sebagai bahan bakar nabati. 

Peraturan yang terus berubah dan isu kesehatan merupakan sebagian tantangan dari masa depan industri minyak kelapa sawit dunia. 

Selain itu, permintaan terhadap industri minyak kelapa sawit yang berkelanjutan tidak selalu seiring dengan pertumbuhan permintaan global, sehingga menjadi sebuah tanggung jawab bersama para pelaku industri untuk mendorong produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan secara bertanggung jawab dan menjadikannya sebagai sebuah standar industri.

International Conference on Oil Palm and the Environment (ICOPE) bertujuan mendorong pembahasan solusi untuk meningkatkan produksi kelapa sawit yang berkelanjutan dengan menggunakan sains dan teknologi, sekaligus menetapkan tolok ukur untuk meningkatkan standar industri secara keseluruhan.

ICOPE 2018 juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengetahuan dan praktek terbaik, serta memfasilitasi adanya pembahasan isu-isu penting antara sektor publik dan swasta.

Chairman ICOPE 2018, Dr. J.P. Caliman mengatakan, Konferensi ICOPE yang ke-enam ini akan membahas  topik-topik seperti kontribusi teknologi pertanian dengan tingkat akurasi yang tinggi dalam mencapai prakitik keberlanjutan yang selaras dengan produksi dan konservasi, terobosan dan perbaikan baru dari jejak karbon dan air, dan juga diskusi untuk menemukan konsensus global dalam standar keberlanjutan industri minyak kelapa sawit.

"ICOPE 2018 diselenggarakan oleh tiga organisasi dengan latar belakang industri yang berbeda, yaitu WWF Indonesia, CIRAD dan Sinar Mas Agribusiness and Food. Setelah sukses dengan konferensi sebelumnya (2007-2016), konferensi tahun ini diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak peserta internasional dari industri kelapa sawit seperti petani, produsen dan penjual, organisasi penelitian dan universitas, LSM, lembaga industri dan pemerintah," kata Chaliman melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Senin (16/4/2018).

Director Policy, Sustainability and Transformation, WWF Indonesia, Aditya Bayunanda menyatakan, Isu kelapa sawit seringkali kontroversial dan perkembangannya saat ini justru menyudutkan sektor ini sebagai kontributor emisi karbon, aktivitas deforestasi dan kebakaran lahan. 

"WWF bersama dengan mitra-mitra kami menyelenggarakan ICOPE dengan maksud menyediakan platform diskusi ilmiah untuk memunculkan inovasi teknologi dan kebijakan yang bisa menjawab tantangan permasalahan keberlanjutan maupun tudingan deforestasi tadi.” kata Aditya.

ICOPE 2018 akan menghadirkan kesempatan untuk membangun jejaring dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan utama sebagai sarana menemukan solusi bagi produksi lokal yang akan menciptakan industri minyak kelapa sawit yang lebih tangguh dan berkelanjutan. 

Konferensi ini adalah kesempatan untuk melakukan dialog secara mendalam tentang inovasi yang diperlukan dan pendekatan ilmiah baru bagi praktek pertanian kelapa sawit berkelanjutan bagi pekebun, penanam dan produsen kelapa sawit.

Regional Director CIRAD, Dr. Alain Rival menyatakan bahwa, Selama sepuluh tahun terakhir ini telah ada upaya signifikan yang dilakukan untuk mengubah industri kelapa sawit menjadi sektor yang lebih berkelanjutan. Namun masih ada kesenjangan pengetahuan di area-area tertentu. ICOPE menawarkan solusi berbasis ilmiah untuk meningkatkan keberlanjutan di seluruh rantai pasok komoditas.

Pembicara dari konferensi tahun ini berasal dari berbagai belahan dunia, seperti Amerika Serikat, Swiss, Nigeria, Malaysia, Perancis, Finlandia, Australia, Inggris, Denmark, Kolombia, Belanda, Taiwan, dan banyak lagi. 

Beberapa pembicara utama adalah Pascale Bonzom dari UNDP Panama, Lenaic Pardon dari Perancis, Dato Makhdzir Mardan dari CPOC Malaysia, James Fry dari LMC International, Michael Bucki dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Andreas Feige dari ISCC dan Tiur Rumondang dari RSPO Indonesia.

President Director, PT SMART Tbk. Daud Dharsono menambahkan, ICOPE menjadi tempat berkumpulnya para pengambil keputusan kunci, baik dari pemerintah, perusahaan maupun pemangku kepentingan utama seperti LSM dan akademisi dalam satu forum dengan harapan bahwa kita dapat belajar, berbagi, bersinergi dan menerapkan informasi yang kita dapatkan untuk meraih visi bersama kita yaitu industri kelapa sawit berkelanjutan.

ICOPE 2018 adalah konferensi internasional dua tahunan yang didedikasikan sebagai platform ilmiah untuk pengembangan kelapa sawit berkelanjutan guna memenuhi tantangan lingkungan. ICOPE diselenggarakan sebagai kolaborasi antara Sinar Mas Agribusiness and Food, World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, dan CIRAD France. ICOPE yang akan datang dijadwalkan berlangsung di The Westin Resort, Nusa Dua - Bali dari 25-27 April 2018.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menhub Budi Karya Sumadi (Industry.co.id)

Minggu, 22 April 2018 - 06:47 WIB

Kemenhub Segera Keluarkan PeraturanTerkait Taksi Daring

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia akan mengeluarkan aturan baru dalam bentuk peraturan menteri terkait taksi "online" atau berbasis daring.

Bank Indonesia

Minggu, 22 April 2018 - 06:43 WIB

Bank Indonesia Menilai Ekonomi Nasional Tetap Solid

Bank Indonesia menilai bahwa perekonomian nasional masih tetap solid ditopang kondisi domestik dan eksternal yang masih baik.

Bank Indonesia

Minggu, 22 April 2018 - 06:39 WIB

Sentimen Suku Bunga FED Menahan Rupiah

Ekonom Bank UOB, Enrico Tanuwidjaja menilai bahwa sentimen kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) masih menjadi salah satu faktor yang menahan apresiasi rupiah terhadap dolar…

Keseruan IIMS berpusat di Center Piece of Carni hadir lebih lengkap melalui program aktivitas seru dan beragam. Tidak hanya bangunan unik, tapi sejumlah kegiatan seperti Life-in 360 dan Trick Art, Barber Shop, Buka Garasi, IIMS Library

Minggu, 22 April 2018 - 06:22 WIB

Berikut Ragam Keseruan bagi Pengunjung di IIMS 2018

IIMS 2018 memiliki banyak acara seru salah satunya di Center Piece of Carni. Berbeda dari tahun lalu, Center Piece of Carni hadir lebih lengkap melalui program aktivitas seru dan beragam.

Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) bekerjasama dengan Dyandra Promosindo untuk kedua kalinya kembali menggelar REI Mega Expo yang berlangsung dari 19-29 April 2018 di Hall C3, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Minggu, 22 April 2018 - 05:45 WIB

REI Targetkan Transaksi Rp 5 Triliun di Ajang REI Mega Expo 2018

Diikuti oleh sedikitnya 25 pengembang Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) membidik transaksi Rp 5 triliun dalam pameran REI Mega Expo yang berlangsung dari 19-29 April 2018 di Hall…