Tahun Politik Dinilai Jadi Stimulus Bisnis Asuransi Jiwa

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 16 April 2018 - 13:41 WIB

Asuransi Ilustrasi
Asuransi Ilustrasi

INDUSTRY.co.id, Jakarta- Jika beberapa sektor ekonomi khawatir akan terganggunya bisnis karena momen Pilkada serentak di tahun ini serta Pemilu pada 2019, hal berbeda justru terjadi di bisnis asuransi jiwa. Pelaku bisnis di sektor ini mengaku tahun politik diyyakini akan mampu menjadi stimulus bagi konsumsi masyarakat.

Direktur Eksekuti Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan pihaknya tetap optimstis dengan perkembangan ekonomi nasional pada tahun ini. Proyeksi yang dijabarkan oleh sejumlah lembaga multinasional, seperti Asian Development Bank dan World Bank, memberikan keyakinan akan peningkatan kinerja ekonomi nasional dan seluruh industrinya.

“Ekonomi nasional diyakini masih bertumbuh dari tahun lalu. Tidak ada kekhawatiran soal itu,” ungkapnya sebagaimana dikutip Senin (16/4/2018).

Togar mengatakan adanya perhelatan agenda politik pada tahun ini juga seharusnya menjadi pemicu bagi peningkatan konsumsi masyarakat. Dia meyakini belanja politik akan meningkatkan perekonomian nasional, termasuk untuk sektor asuransi jiwa.

Apalagi, dia menilai saat ini belanja politik tidak murah. Padahal, pemilihan kepala daerah pada 27 Juni 2018 ini akan dilakukan serentak di 171 daerah. “Artinya tingkat konsumsi akan bagus. Belanja politik tidak murah," jelasnya.

Terpisah, Chief Marketing Officer PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) Shierly Ge mengatakan pihaknya juga optimistis menghadapi pasar asuransi kendati dihadapkan pada agenda politik nasional tersebut. Menurutnya, pihaknya meyakini momen tersebut akan tetap berimbas positif terhadap laju pertumbuhan industri asuransi.

Selain itu, jelasnya, perkembangan masyarakat kelas menengah masih terus berlanjut pada tahun ini.

“Pertumbuhan ekonomi yang stabil baik di kota-kota besar serta kota lapis kedua dan lapis ketiga juga berpotensi melahirkan masyarakat kelas menengah baru dengan daya beli yang lebih baik,” ungkapnya.

Shierly mengatakan pihaknya memproyeksikan pertumbuhan kinerja sejalan dengan prediksi (AAJI), yakni di kisaran 10% - 30%

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 19:10 WIB

Menteri Airlangga: Peningkatan Investasi Dorong Tumbuhnya Populasi Industri

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyampaikan, peningkatan investasi dapat mendorong pertumbuhan populasi industri.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 17:53 WIB

Rupiah Senin Sore Menguat di Posisi Rp14.586

Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore (19/11/2018) ini menguat sebesar sembilan poin menjadi Rp14.586 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.595…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Senin, 19 November 2018 - 17:48 WIB

Presiden Jokowi: Perlu Inovasi Pembiayaan Infrastruktur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan saat ini pemerintahannya bicara mengenai infrastruktur, maka tidak mungkin menutupnya dari anggaran pemerintah saja, sehingga perlu inovasi pembiayaan.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 17:45 WIB

BRI Cabang Purwokerto Salurkan KUR Rp442,218 Miliar

Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sampai dengan Oktober 2018 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp442,218 miliar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 17:40 WIB

Menperin Airlangga: Relaksasi DNI Pacu Investasi Sektor Industri

Pemerintah terus berupaya meningkatkan nilai investasi, baik dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Investasi, khususnya di sektor industri, menjadi salah…