Ini Susunan Pengurus Baru Bank Banten

Oleh : Wiyanto | Minggu, 15 April 2018 - 21:10 WIB

Bank Banten
Bank Banten

INDUSTRY.co.id -Serang-Bank Banten menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan periode2017 serta memutuskan untuk melakukan perubahan anggaran dasar serta mengangkat jajaran pengurus Perseroan yang baru, dan akan efektif setelah mendapat persetujuan ujikemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Fahmi Bagus Mahesa, Direktur Utama Bank Banten, dengan adanya jajaran
pengurus perseroan yang baru diharapkan dapat meningkatkan kinerja perseroan dalammendorong pencapaian target bisnis dan merealisasikan rencana bisnis Bank Banten.

Pemegang Saham telah menyetujui perubahan Dewan Komisaris dan Direksi, sehinggasusunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Banten adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:

Agus Ruswendi*)sebagai Komisaris Utama
Ranta Soeharta*) sebagai Komisaris
Media Warman*) sebagai Komisaris
Titi Khoiriah*) sebagai Komisaris Independen

Direksi:

Fahmi Bagus Mahesa sebagai Direktur Utama
Oliver Richard W. Mambu*) sebagai Wakil Direktur Utama
Bambang Mulyo Atmojo sebagai Direktur
Jaja Jarkasih sebagai Direktur

Ia katakantanda bintang menunggu efektif dari OJK, kemudian kinerja keuangan Bank Banten tahun 2017 yang telah dipublikasikan menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan yang berkelanjutan serta strategi perusahaan untuk pengembangan bisnis merupakan arahan dan kebijakan Direksi Bank Banten untuk perbaikan kinerja Bank Banten.

Sejumlah indikator kinerja keuangan Bank Banten menunjukan pertumbuhan yang cukup signifikan. Pertumbuhan Kredit Yang Diberikan meningkat sebesar 56,32% secara year on year dari Rp. 3,27 triliun pada 2016 menjadi Rp. 5,11 triliun pada 2017 yang dihasilkan dari pengembangan bisnis baru yaitu kredit konsumer dan kredit komersial. Pertumbuhanpenghimpunan Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 42,53% secara year on year dari Rp. 3,90 triliun pada 2016 menjadi Rp. 5,55 triliun pada 2017.

Pertumbuhan Total Asetmeningkat sebesar 45,85% secara year on year dari Rp. 5,25 triliun pada 2016 menjadi Rp. 7,66 triliun pada 2017 yang diperoleh dari peningkatan realisasi penyaluran kredit. Pertumbuhan aset tersebut berada di atas rata-rata perbankan nasional yang berada diangka 9,77%.

Hasil dari perbaikan kinerja keuangan tersebut, diikuti dengan penurunan Rugi Bersih pada 2017 menjadi sebesar Rp.76,3 milyar menurun sebesar 81,17% secara year on year dari tahun 2016 sebesar Rp.405,12 milyar seiring dengan peningkatan Pendapatan Bunga Bersih (NII), Peningkatan Pendapatan Operasional Lainnya dan Efisiensi Beban Operasional.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sederet agensi terkenal Korea Selatan menjalin kerjasama untuk mendirikan perusahaan platform konten baru pada Kamis (19/7). (Foto: Soompi)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 19:30 WIB

Tujuh Agensi Korsel Jalin Kerjasama Dirikan Perusahaan Konten Baru

Sederet agensi terkenal Korea Selatan, mulai dari SM Entertainment, YG Entertainment, BigHit Entertainment, JYP Entertainment, FNC Entertainment, Star Empire, dan Mystic Entertainment menjalin…

Girls Group 'TWICE' (Foto: soompi/stardailynews)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:00 WIB

Pelaku Ancaman Pembunuhan Girlband TWICE Ditangkap Polisi

Seorang pengguna forum Ilbe membuat sebuah postingan yang berisi ancaman pembunugan terhadap personel TWICE Mina pada Juni 2017 lalu. Ia bahkan mengunggahnya dengan foto sebuah pisau.

Pesawat AirAsia Tampilkan Logo Wonderful Indonesia (Foto Dije)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:30 WIB

AirAsia X Pastikan Tambah 34 Airbus A330neo

Afiliasi AirAsia, AirAsia X memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus A330neo berbadan lebar.

Ilustrasi Exit Tol

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan…

Terminal LCC di Bandara Soetta (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:22 WIB

Terminal 4 Soetta Bukan untuk LCC

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak didesain untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).