17 Tahun Hadapi Penyakit Bipolar, Begini Pengakuan Dari Mariah Carey

Oleh : Dina Astria | Minggu, 15 April 2018 - 18:55 WIB

Penyanyi Mariah Carey (Foto: bbc.com)
Penyanyi Mariah Carey (Foto: bbc.com)

INDUSTRY.co.id - Amerika Serikat - Diva yang akan menggelar konser di Indonesia, Mariah Carey untuk pertama kalinya mengungkapkan bahwa dirinya tengah berjuang melawan penyakit mental bipolar yang ia derita. Dikutip dari majalah People, ia mengaku telah berjuang melawan penyakit yang ia derita sejak tahun 2001.

Awalnya, Carey mengira gejala-gejala yang ia alami hanya sekedar gejala insomnia. Namun, setelah Carey memutuskan untuk melakukan pemeriksaan, ternyata Carey mengidap penyakit mental bipolar II.

“Aku tidak mempercayainya,” ungkap pelantun ‘We Belong Together’ itu.

Sontak hal ini membuat Carey tidak bisa menerima diagnose tersebut pada awalnya, namun perlahan ia akhirnya bisa menerima.

Efek dari penyakit mental tersebut bisa dengan mudahnya membuat Carey marah dan selalu merasa takut mengecewakan orang lain, bahkan ia bisa membenturkan dirinya ke tembok.

Penyanyi berusia 48 tahun itu juga mengungkapkan selama 17 tahun mengidap penyakit mental bipolar II ia tidak mengumumkannya pada publik, karena masa khawatir akan mengganggu hidup dan karirnya.

Seiring berjalannya waktu, ia telah memutuskan untuk menjalani pengobatan dan bertemu dengan banyak orang positif yang membuat hidupnya lebih baik.

Dengan pengakuan Mariah Carey mengenai penyakit mental yang ia derita, ia ingin mengubah stigma negatif masyarakat mengenai bipolar.

“Aku kini berada di tempat yang amat baik, tempat yang nyaman untuk mendiskusikan perjuanganku dengan gangguan bipolar II ini. Aku berharap kita dapat menjauhkan stigma tersebut dalam masyarkat sehingga orang yang mengalami kondisi seperti yang aku alami tidak merasa sendirian," tutur Carey.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mensos Idrus Marham dan Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto dan Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Rachmat Koesnadi

Minggu, 27 Mei 2018 - 08:30 WIB

Mensos: Pemerintah Pusat-Daerah Perlu Sinergi Tangani ODGJ

Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah serta dunia usaha perlu bersinergi untuk menangani "orang dengan gangguan jiwa" (ODGJ).

Tagana Kementerian Sosial (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 27 Mei 2018 - 08:20 WIB

Tagana Kemensos Dampingi Data Pengungsi Erupsi Merapi

Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial melakukan pendampingan dan pendataan bagi warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Merapi.

Ilustrasi Berhenti Merokok (ist)

Minggu, 27 Mei 2018 - 07:00 WIB

Jadikan Bulan Ramadhan Momentum Berhenti Merokok

Kementerian Kesehatan menyarankan agar bulan suci Ramadhan menjadi momentum untuk berhenti merokok dengan adanya ibadah puasa dan dilanjutkan tidak merokok di bulan-bulan berikutnya.

 Haji DKI

Minggu, 27 Mei 2018 - 06:00 WIB

Pelunasan BPIH Tahap II Ditutup

Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2018 tahap II ditutup pada Jumat sore (25/5/2018) dan masih menyisakan kuota 943 porsi sehingga sisa itu akan diisi jamaah cadangan.

Mensos Idrus Marham (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 27 Mei 2018 - 05:30 WIB

Mensos Idrus Borong Kaus Buatan Penderita HIV Sukabumi

Menteri Sosial Idrus Marham memborong 500 kaus buatan penderita HIV yang direhabilitasi di Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV (ODHIV) Kahuripan Sukabumi, Jawa Barat.