Blok Masela Disiapkan Pemerintah Sebagai Pusat Industri Petrokimia

Oleh : Herry Barus | Senin, 23 Januari 2017 - 03:20 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Duber RI untuk Republik Federal Jerman Fauzi Bowo, serta Direktur Investasi PT. Pupuk Indonesia Gusrizal (kiri) menerima dokumen MoU dari CEO Ferrostaal Klaus Lesker (kanan) di Dusseldorf, (21/1/2017)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Duber RI untuk Republik Federal Jerman Fauzi Bowo, serta Direktur Investasi PT. Pupuk Indonesia Gusrizal (kiri) menerima dokumen MoU dari CEO Ferrostaal Klaus Lesker (kanan) di Dusseldorf, (21/1/2017)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Perindustrian memprediksi nilai tambah industri petrokimia yang dikembangkan di Blok Masela, Maluku, mencapai US$2 miliar .

“Selain itu juga mampu mengurangi angka impor hingga US$1,4 miliar  dari substitusi komoditas turunan gas alam dan metanol,” kata Airlangga lewat keterangan pers diterima di Jakarta, Minggu (22/1/217)

Ia mengatakan, angka tersebut tidak termasuk pendapatan dari pajak yang dapat mencapai sekitar US$250 juta.

Airlangga mengungkapkan, selain di Teluk Bintuni, lokasi yang bakal dijadikan pusat industri petrokimia di dalam negeri, yaitu Blok Masela.

Di lokasi tersebut, akan dibangun industri petrokimia berbasis gas dengan total nilai investasi sebesar  US$3,9 miliar, yang juga akan mendukung berdirinya pabrik metanol dan turunannya.

Proyek ini diharapkan mampu menyerap sekitar 39 ribu tenaga kerja langsung dan sebanyak 370 ribu tenaga kerja tidak langsung.

Airlangga menambahkan, pengoperasian pabrik akan dapat menumbuhkan perekonomian di wilayah tersebut mencapai 10 kali lipat dengan penambahan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar  US$31 juta dollar

 

 "Sehingga, utilisasi ladang gas Masela untuk pengembangan industri petrokimia sangat strategis dalam pengembangan industri dan perekonomian di wilayah timur Indonesia,” tuturnya.

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono seperti diinformasikan Biro Humas Kementerian Perindustrian

mengatakan, investasi di sektor hulu petrokimia hampir tidak ada selama lebih dari 15 tahun ini, sehingga perlu untuk memacu pembangunan kembali sektor strategis tersebut.

“Murahnya harga gas untuk sektor ini merupakan kunci agar investor mau berinvestasi di industri hulu petrokimia,” jelasnya.

Sigit berharap, penurunan harga gas diikuti dengan upaya industri melakukan revitalisasi untuk peningkatan kapasitas.

“Harga gas yang bersaing nantinya dapat mendorong perusahaan yang saat ini berhenti produksi untuk beraktivitas lagi serta mengembalikan kapasitas industri yang produksinya turun saat ini,” ujarnya.

Sigit juga menegaskan, harga gas yang kompetitif bagi industri akan mendorong pengembangan wilayah dan menjadi instrumen pemerataan ekonomi. “Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia atau ease of doing business menjadi di kisaran peringkat 40 dari peringkat 109 saat ini,” tuturnya.

Untuk mencapai target tersebut, lanjutnya, salah satu yang harus dilakukan adalah melalui penyediaan listrik dan gas.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Charles Honoris.Komisi I DPR (Foto Ist)

Sabtu, 18 November 2017 - 17:17 WIB

DPR Apresiasi Sinergi TNI-Polri Bebaskan Sandera di Papua

Sinergi TNI-Polri membebaskan sandera dari kelompok bersenjata di Papua patut diapresiasi, karena menunjukkan bentuk kerja sama kelas satu yang telah menyelamatkan nyawa ratusan anak bangsa,…

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar

Sabtu, 18 November 2017 - 17:08 WIB

Kapolda Papua-Pangdam Cendrawasih Nyaris Tertembak

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar dan Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit dilaporkan nyaris tertembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata…

Ngerokok Cuma Bakar Uang (Foto Investor.co.id)

Sabtu, 18 November 2017 - 15:40 WIB

Waspada, Candu Nikotin di Bawah Heroin-Kokain

Psikiater Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan Jakarta dr Adhi Wibowo Nurhidayat SpKJ(K) MPH mengatakan candu nikotin sangat berbahaya dan berada pada peringkat tiga setelah heroin dan kokain.

PT Astra International Tbk (ASII)

Sabtu, 18 November 2017 - 15:32 WIB

Astra International Lakukan Pengobatan Gratis di Makassar

Puncak peringatan HUT Ke-60 PT Astra International Tbk yang dirangkaikan dengan Festival Kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan, diwarnai kegiatan pengobatan gratis di atas kapal "Doctor share".

Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) (Foto Ist)

Sabtu, 18 November 2017 - 15:28 WIB

RSCM Luncurkan Layanan Pemeriksaan Retinopati Keliling

Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) meluncurkan pelayanan pemeriksaan retinopati untuk bayi prematur guna mencegah kebutaan yang akan bergerak secara keliling menyokong fasilitas rumah…